alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Jangan Meninggalkan dan Ditinggalkan

SINTANG – Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal atau ditinggalkan, sementara kelompok lain lebih di depan dalam membangun Sintang. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-659 Kota Sintang di Halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (25/6).

Semua kelompok anak bangsa, diingatkan dia, harus diberi hak, tempat, kesempatan dan perlakuan yang sama untuk berkontribusi memajukan Kota Sintang. “Terlebih lagi Kota Sintang merupakan Landmark Kabupaten Sintang,” tandasnya.

Saat memulai amanatnya, Ronny mengatakan bahwa Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Sintang ini sebagai momentum mengenang sosok Jubair Irawan I beserta pengikutnya, yang pindah dari Kerajaan Sepauk ke titik pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sekarang menjadi Keraton Al-Mukarramah Sintang. Lebih jauh, momentum Hari Jadi ke-659 Kota Sintang ini menurut Ronny harus dimaknai sebaik-baiknya untuk kemajuan seluruh komponen bangsa yang ada di Sintang. Hal ini, ditegaskan dia, sesuai dengan tema yang diusung dalam Hari Jadi Kota Sintang kali ini, yaitu terus maju bersama. “Tema ini memberi pesan kepada kita bahwa Kota Sintang sebagai rumah besar kita semua yang harus diisi dengan spirit kebersamaan dalam kemajuan,” ujar Ronny.

Baca Juga :  Sakit Hati Dikatakan Miskin; Satu Keluarga Dibunuh

Meskipun peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam suasana wabah Covid-19, tetapi menurutnya semangat memperingati harus terus membekas di hati seluruh komponen anak bangsa yang ada di Sintang. Sebab peringatan ini, menurut dia, harus terus meneladani sosok Jubari Irawan I mengajarkan betapa pentingnya nilai-nilai kebersamaan.

“Perbedaan atas dasar SARA yang kita miliki harus dirajut dengan tali-tali saling kenal-mengenal, hasrat untuk bersaudara serta menebar kasih sayang satu dengan yang lainnya harus terus kita galakkan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah pun mengingatkan kembali penetapan 10 Mei sebagai Hari Jadi Kota Sintang lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2015. Dalam Perda tersebut ditetapkan bahwa Hari Jadi Kota Sintang jatuh pada 10 Mei 1362 Masehi atau 1286 dalam tahun Saka.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Sayan Hambat Aktivitas Ekonomi

“Diterbitkannya Perda Nomor 11 Tahun 2015 tersebut dengan pertimbangan diperlukannya ditetapkan sebuah payung hukum hari jadi Kota Sintang,” ujarnya.

Kata Sekda, Hari Jadi Kota Sintang bertujuan untuk menyebarluaskan dan mendorong keikutsertaan seluruh masyarakat Kota Sintang dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. “Maka tiap tahun diselenggarakan peringatan Hari Jadi Kota Sintang perlu dilakukan setiap tanggal 10 Mei,” pungkasnya.

Seharusnya Hari Jadi Kota Sintang diperingati setiap 10 Mei. Namun karena bertepatan dengan Ramadan, seremoni perayaan dengan pelaksanaan upacara harus diundur hingga Selasa (25/6). Di samping itu juga tidak ada perayaan besar mengingat Sintang masih diselimuti oleh pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

Upacara peringatan pun dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Sintang. Diawali dengan penyerahan replika burung garuda yang merupakan lambang Kerajaan Sintang dari Sultan Sintang Pangeran Prabu Kesumanegara VII kepada Inspektur Upacara, Florensius Ronny. (ris)

SINTANG – Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal atau ditinggalkan, sementara kelompok lain lebih di depan dalam membangun Sintang. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-659 Kota Sintang di Halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (25/6).

Semua kelompok anak bangsa, diingatkan dia, harus diberi hak, tempat, kesempatan dan perlakuan yang sama untuk berkontribusi memajukan Kota Sintang. “Terlebih lagi Kota Sintang merupakan Landmark Kabupaten Sintang,” tandasnya.

Saat memulai amanatnya, Ronny mengatakan bahwa Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Sintang ini sebagai momentum mengenang sosok Jubair Irawan I beserta pengikutnya, yang pindah dari Kerajaan Sepauk ke titik pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sekarang menjadi Keraton Al-Mukarramah Sintang. Lebih jauh, momentum Hari Jadi ke-659 Kota Sintang ini menurut Ronny harus dimaknai sebaik-baiknya untuk kemajuan seluruh komponen bangsa yang ada di Sintang. Hal ini, ditegaskan dia, sesuai dengan tema yang diusung dalam Hari Jadi Kota Sintang kali ini, yaitu terus maju bersama. “Tema ini memberi pesan kepada kita bahwa Kota Sintang sebagai rumah besar kita semua yang harus diisi dengan spirit kebersamaan dalam kemajuan,” ujar Ronny.

Baca Juga :  Sintang Diambang Zona Merah 

Meskipun peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam suasana wabah Covid-19, tetapi menurutnya semangat memperingati harus terus membekas di hati seluruh komponen anak bangsa yang ada di Sintang. Sebab peringatan ini, menurut dia, harus terus meneladani sosok Jubari Irawan I mengajarkan betapa pentingnya nilai-nilai kebersamaan.

“Perbedaan atas dasar SARA yang kita miliki harus dirajut dengan tali-tali saling kenal-mengenal, hasrat untuk bersaudara serta menebar kasih sayang satu dengan yang lainnya harus terus kita galakkan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah pun mengingatkan kembali penetapan 10 Mei sebagai Hari Jadi Kota Sintang lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2015. Dalam Perda tersebut ditetapkan bahwa Hari Jadi Kota Sintang jatuh pada 10 Mei 1362 Masehi atau 1286 dalam tahun Saka.

Baca Juga :  Sidang Perdana Pelaku Karhutla Di Pengadilan Negeri Sintang

“Diterbitkannya Perda Nomor 11 Tahun 2015 tersebut dengan pertimbangan diperlukannya ditetapkan sebuah payung hukum hari jadi Kota Sintang,” ujarnya.

Kata Sekda, Hari Jadi Kota Sintang bertujuan untuk menyebarluaskan dan mendorong keikutsertaan seluruh masyarakat Kota Sintang dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. “Maka tiap tahun diselenggarakan peringatan Hari Jadi Kota Sintang perlu dilakukan setiap tanggal 10 Mei,” pungkasnya.

Seharusnya Hari Jadi Kota Sintang diperingati setiap 10 Mei. Namun karena bertepatan dengan Ramadan, seremoni perayaan dengan pelaksanaan upacara harus diundur hingga Selasa (25/6). Di samping itu juga tidak ada perayaan besar mengingat Sintang masih diselimuti oleh pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

Upacara peringatan pun dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Sintang. Diawali dengan penyerahan replika burung garuda yang merupakan lambang Kerajaan Sintang dari Sultan Sintang Pangeran Prabu Kesumanegara VII kepada Inspektur Upacara, Florensius Ronny. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/