alexametrics
24 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Tingkatkan Produktivitas, Manfaatkan Informasi Cuaca dan Iklim

KEBONG – Petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Sintang diberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan iklim dan cuaca untuk menunjang aktivitas pertaniannya. Pelatihan tersebut digelar melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mempawah di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Selasa (25/5).

Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah Luhur Tri Uji Prayitno menjelaskan, SLI ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan PPL dalam memanfaatkan informasi cuaca dan iklim yang disediakan oleh BMKG melalui berbagai saluran. Saluran yang dimaksud baik media sosial maupun media cetak seperti buletin prakiraan iklim, prakiraan musim, maupun analisis iklim tahunan.

“Petani bisa memanfaatkan informasi dari BMKG untuk melaksanakan dan menerapkan informasi tersebut untuk pertaniannya. Entah itu menyesuaikan jadwal tanam, mengantisipasi kekeringan, ataupun curah hujan tinggi,” katanya.

Di tengah pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan cuaca yang tidak lagi menentu, petani, menurut dia, perlu dibekali dengan pengetahuan untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim secara bijak. Karena, dia yakin, tanpa adanya pemahaman dan pemanfaatan informasi cuaca dan iklim, hal itu berdampak buruk bagi pertanian.

Baca Juga :  Belum Ada Perintah Tarik Fasilitas (Alm) Sudiyanto

“Saat ini cuaca dan iklim tidak menentu, susah ditebak akibat pemanasan global. Untuk mengantisipasi kerugian akibat perubahan iklim ini, BMKG fokus memberikan pembelajaran bagi petani,” ucapnya.

SLI sendiri sudah diselenggarakan mereka di Kalimantan Barat sejak 2012 dan telah berlangsung sebanyak 18 kali. Sementara itu, SLI Operasional baru dilaksanakan mereka pertama kalinya di Sintang.

Di dalam pelatihan tersebut, para peserta SLI mereka ajak untuk menanam padi dengan terus memperhatikan informasi cuaca dan iklim. Adapun varietas padi yang mereka uji cobakan dalam pelatihan tersebut adalah Sentani-1. Pada pembukaan SLI ini, juga mereka laksanakan penanaman perdana padi tersebut.

Dalam penyelenggaraan SLI Operasional ini mereka menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Sintang untuk melaksanakan survei di bidang pertanian, terkait jenis tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di Sintang. “Bukan hanya di bidang tanaman padi saja, tanaman cabe dan ubi jalar juga bagus. Ini yang perlu kita tingkatkan dan perhatian khusus mengenai pengetahuan perkiraan cuaca dan iklim,” kata Luhur.

Baca Juga :  MTQ XXIX Kabupaten Sintang Berakhir

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sintang Sonya Puspasari berharap SLI ini dapat menambah pemahaman petani untuk secara bijak melakukan aktivitas pertaniannya, agar dapat meningkatkan hasil produksi. “Dengan dukungan BMKG ini, tentunya petani kami akan lebih mengerti cara mengukur cuaca dan iklim, sehingga tujuan dari peningkatan produksi dapat tercapai,” ucapnya.

Sedangkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J mengatakan, secara nasional bidang pertanian merupakan sektor penting bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris. Tak terkecuali di Sintang yang menurut dia, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.

Ia berharap peserta yang ikut serta dalam SLI dapat menularkan pengetahuan yang didapatnya kepada petani-petani di Sintang. “Ke depannya, petani dapat merubah pola kerja dan pola pikir dalam menggarap pertaniannya. Termasuk memperhatikan cuaca dan iklim,” pungkasnya. (ris)

KEBONG – Petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Sintang diberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan iklim dan cuaca untuk menunjang aktivitas pertaniannya. Pelatihan tersebut digelar melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mempawah di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Selasa (25/5).

Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah Luhur Tri Uji Prayitno menjelaskan, SLI ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan PPL dalam memanfaatkan informasi cuaca dan iklim yang disediakan oleh BMKG melalui berbagai saluran. Saluran yang dimaksud baik media sosial maupun media cetak seperti buletin prakiraan iklim, prakiraan musim, maupun analisis iklim tahunan.

“Petani bisa memanfaatkan informasi dari BMKG untuk melaksanakan dan menerapkan informasi tersebut untuk pertaniannya. Entah itu menyesuaikan jadwal tanam, mengantisipasi kekeringan, ataupun curah hujan tinggi,” katanya.

Di tengah pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan cuaca yang tidak lagi menentu, petani, menurut dia, perlu dibekali dengan pengetahuan untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim secara bijak. Karena, dia yakin, tanpa adanya pemahaman dan pemanfaatan informasi cuaca dan iklim, hal itu berdampak buruk bagi pertanian.

Baca Juga :  Wagub Minta ASN Tingkatkan Kinerja

“Saat ini cuaca dan iklim tidak menentu, susah ditebak akibat pemanasan global. Untuk mengantisipasi kerugian akibat perubahan iklim ini, BMKG fokus memberikan pembelajaran bagi petani,” ucapnya.

SLI sendiri sudah diselenggarakan mereka di Kalimantan Barat sejak 2012 dan telah berlangsung sebanyak 18 kali. Sementara itu, SLI Operasional baru dilaksanakan mereka pertama kalinya di Sintang.

Di dalam pelatihan tersebut, para peserta SLI mereka ajak untuk menanam padi dengan terus memperhatikan informasi cuaca dan iklim. Adapun varietas padi yang mereka uji cobakan dalam pelatihan tersebut adalah Sentani-1. Pada pembukaan SLI ini, juga mereka laksanakan penanaman perdana padi tersebut.

Dalam penyelenggaraan SLI Operasional ini mereka menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Sintang untuk melaksanakan survei di bidang pertanian, terkait jenis tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di Sintang. “Bukan hanya di bidang tanaman padi saja, tanaman cabe dan ubi jalar juga bagus. Ini yang perlu kita tingkatkan dan perhatian khusus mengenai pengetahuan perkiraan cuaca dan iklim,” kata Luhur.

Baca Juga :  Bupati Resmikan UPPB di Tempunak, Bantu Atasi Persoalan Karet

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sintang Sonya Puspasari berharap SLI ini dapat menambah pemahaman petani untuk secara bijak melakukan aktivitas pertaniannya, agar dapat meningkatkan hasil produksi. “Dengan dukungan BMKG ini, tentunya petani kami akan lebih mengerti cara mengukur cuaca dan iklim, sehingga tujuan dari peningkatan produksi dapat tercapai,” ucapnya.

Sedangkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J mengatakan, secara nasional bidang pertanian merupakan sektor penting bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris. Tak terkecuali di Sintang yang menurut dia, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.

Ia berharap peserta yang ikut serta dalam SLI dapat menularkan pengetahuan yang didapatnya kepada petani-petani di Sintang. “Ke depannya, petani dapat merubah pola kerja dan pola pikir dalam menggarap pertaniannya. Termasuk memperhatikan cuaca dan iklim,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/