alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pencarian Mario Dihentikan

NANGA SEPAUK – Setelah seminggu proses pencarian bocah berumur 3 tahun di Dusun Mengkadam, Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk atan nama Mario, tidak menunjukkan hasil yang berarti, maka pada Senin (27/7) pagi, keluarga yang sudah nyaris putus asa meminta pencarian dihentikan. Para petugas yang terlibat dengan berat hati kembali ke tempat tugas masing-masing, termasuk anggota jajaran Polsek Sepauk.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang sudah diturunkan sejak awal minggu, tidak menemukan jejak bocah malang tersebut sama sekali. Petugas sudah menyisiri sungai yang ada di dekat rumah orang tua korban, juga di hutan sekitar rumah, namun Mario seolah-olah hilang lenyap tak berbekas.

Kapolsek Sepauk, Iptu TY. Anang, yang turun langsung ke lokasi kejadian perkara menyebutkan, selain karna permintaan keluarga, penghentian pencarian tersebut juga didasarkan pada pertimbangan teknis di lapangan dan hasil evaluasi Tim SAR Gabungan.

Baca Juga :  Dipukul Tebu Dibalas Tusukan Gunting

“Hal ini sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Untuk selanjutnya pihak keluarga akan melakukan ritual adat setempat dalam melakukan pencarian Mario. Sejauh ini ritual adat yang sudah beberapa kali dilakukan, juga belum membuahkan hasil,” ungkap Anang.

Unsur yang terlibat dalam pencarian Mario, disebutkan dia, ada dari Basarnas Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, Koramil Sepauk, dan warga setempat. “Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari keberadaan Mario, mulai dari penyisiran hutan, kebun, dan perairan di sekitar rumah korban hingga menggelar ritual adat, karena keluarga percaya Mario masih ada di sekitar rumah, namun disembunyikan oleh makhluk tak kasat mata. Namun hingga dihentikannya pencarian, korban belum berhasil ditemukan,” terang Anang lagi.

Namun tentunya, pihaknya juga akan kembali melakukan pencarian korban usai keluarga melakukan ritual adat. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Selasa (21/7) sore, Mario (3) menghilang dari rumahnya di Dusun Mengkadam, Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk. Saat ditinggalkan kedua orangtuanya demi mencari sinyal ke area perbukitan yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumahnya, bocah tersebut masih tertidur dengan kakaknya.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Kesehatan, Kanit Binmas Tegur Warga Tak Pakai Masker

Sekitar pukul 16.30 WIB, Keisya, sang kakak terbangun dan melihat Mario sudah tidak ada, sedangkan pintu dapur dalam keadaan terbuka. Ia mengira, sang adik sedang pergi bersama kedua orang tuanya.

Kepanikan pun timbul sekitar 18.30 WIB tatkala kedua orang tuanya tiba di rumah. Mereka terkejut begitu mengetahui ternyata Mario tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

Keluarga yang panik pun mencari bocah tersebut dengan dibantu warga yang jaraknya juga tidak dekat. Kediaman keluarga Matius Bili ini memang letaknya di tepi hutan, terpencil dari warga lainnya. Sedangkan di belakang dan samping rumahnya juga terdapat anak Sungai Kemiar dan anak Sungai Buluh Kuning. (fds)

 

NANGA SEPAUK – Setelah seminggu proses pencarian bocah berumur 3 tahun di Dusun Mengkadam, Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk atan nama Mario, tidak menunjukkan hasil yang berarti, maka pada Senin (27/7) pagi, keluarga yang sudah nyaris putus asa meminta pencarian dihentikan. Para petugas yang terlibat dengan berat hati kembali ke tempat tugas masing-masing, termasuk anggota jajaran Polsek Sepauk.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang sudah diturunkan sejak awal minggu, tidak menemukan jejak bocah malang tersebut sama sekali. Petugas sudah menyisiri sungai yang ada di dekat rumah orang tua korban, juga di hutan sekitar rumah, namun Mario seolah-olah hilang lenyap tak berbekas.

Kapolsek Sepauk, Iptu TY. Anang, yang turun langsung ke lokasi kejadian perkara menyebutkan, selain karna permintaan keluarga, penghentian pencarian tersebut juga didasarkan pada pertimbangan teknis di lapangan dan hasil evaluasi Tim SAR Gabungan.

Baca Juga :  Orang Sintang Jangan Pulang Kampung

“Hal ini sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Untuk selanjutnya pihak keluarga akan melakukan ritual adat setempat dalam melakukan pencarian Mario. Sejauh ini ritual adat yang sudah beberapa kali dilakukan, juga belum membuahkan hasil,” ungkap Anang.

Unsur yang terlibat dalam pencarian Mario, disebutkan dia, ada dari Basarnas Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, Koramil Sepauk, dan warga setempat. “Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari keberadaan Mario, mulai dari penyisiran hutan, kebun, dan perairan di sekitar rumah korban hingga menggelar ritual adat, karena keluarga percaya Mario masih ada di sekitar rumah, namun disembunyikan oleh makhluk tak kasat mata. Namun hingga dihentikannya pencarian, korban belum berhasil ditemukan,” terang Anang lagi.

Namun tentunya, pihaknya juga akan kembali melakukan pencarian korban usai keluarga melakukan ritual adat. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Selasa (21/7) sore, Mario (3) menghilang dari rumahnya di Dusun Mengkadam, Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk. Saat ditinggalkan kedua orangtuanya demi mencari sinyal ke area perbukitan yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumahnya, bocah tersebut masih tertidur dengan kakaknya.

Baca Juga :  Dipukul Tebu Dibalas Tusukan Gunting

Sekitar pukul 16.30 WIB, Keisya, sang kakak terbangun dan melihat Mario sudah tidak ada, sedangkan pintu dapur dalam keadaan terbuka. Ia mengira, sang adik sedang pergi bersama kedua orang tuanya.

Kepanikan pun timbul sekitar 18.30 WIB tatkala kedua orang tuanya tiba di rumah. Mereka terkejut begitu mengetahui ternyata Mario tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

Keluarga yang panik pun mencari bocah tersebut dengan dibantu warga yang jaraknya juga tidak dekat. Kediaman keluarga Matius Bili ini memang letaknya di tepi hutan, terpencil dari warga lainnya. Sedangkan di belakang dan samping rumahnya juga terdapat anak Sungai Kemiar dan anak Sungai Buluh Kuning. (fds)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/