alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Silat Hilir Banjir Lagi

SINTANG – Banjir  merendam Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu. Sudah berlangsung selama dua Minggu dan membuat aktivitas warga terganggu. Namun belum ada bantuan yang sampai ke warga yang terdampak banjir, Sabtu (26/9).

Tercatat 7 desa di Kecamatan Silat Hilir yang terdampak banjir, seperti Desa Perigi, Desa Baru, Desa Pangeran, Desa Sentabai, Desa Nanga Nuar, Desa Bongkong dan Desa Sungai Sena. Lebih dari seribu rumah di 7 desa tersebut terendam.

Camat Silat Hilir, M. Munajib mengatakan, banjir paling parah menggenangi tiga desa, yaitu Desa Baru, Perigi, Pangeran. Ketinggian air berkisar anatara 50 sampai 150 cm. Ia menambahkan, banjir kali ini ketinggian airnya melebihi banjir sebelumnya. Warga terpaksa mengungsi ke rumah warga lain yang berada di dataran yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Masjid Nurul Yaqin Diresmikan

“Tidak semuanya banjir. Ada daerah-daerah yang tinggi. Jadi warga mengungsi ke rumah warga lain. Jadi tidak ada titik-titik pengungsian besar,” ucapnya, Minggu (27/9).

Meski sudah berlangsung lama, belum ada bantuan yang datang bagi warga terdampak banjir yang aktivitas perekonomiannya terhenti. “Sejauh ini belum ada bantuan yang datang ke Silat Hilir. Yang ada dulu cuma banjir yang lalu. Banjir kali ini belum ada. Kita terus berkoordinasi dan melaporkan kepada BPBD Kabupaten Kapuas Hulu,” ucapnya.

Kepala Desa Baru, Yadi mengatakan, banjir sudah menggenangi desanya selama dua minggu. “Bulan lalu juga sempat banjir. Surut sebentar. Ini banjir lagi sudah dua minggu,” ucapnya, Sabtu (26/9).

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Mungguk Bantok Diami Tenda Darurat di Tengah Hutan

Banjir di desanya, ungkap Yadi, memang selalu berlangsung lama. Sampai berita ini ditulis, air masih tertahan dan belum surut.

Yadi juga mengatakan memang belum ada bantuan dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi. Aktivitas warga juga terganggu. Ia mengatakan, warga mulai kekurangan bahan makanan dan obat-obatan seperti untuk penyakit diare dan gatal-gatal. (ris)

SINTANG – Banjir  merendam Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu. Sudah berlangsung selama dua Minggu dan membuat aktivitas warga terganggu. Namun belum ada bantuan yang sampai ke warga yang terdampak banjir, Sabtu (26/9).

Tercatat 7 desa di Kecamatan Silat Hilir yang terdampak banjir, seperti Desa Perigi, Desa Baru, Desa Pangeran, Desa Sentabai, Desa Nanga Nuar, Desa Bongkong dan Desa Sungai Sena. Lebih dari seribu rumah di 7 desa tersebut terendam.

Camat Silat Hilir, M. Munajib mengatakan, banjir paling parah menggenangi tiga desa, yaitu Desa Baru, Perigi, Pangeran. Ketinggian air berkisar anatara 50 sampai 150 cm. Ia menambahkan, banjir kali ini ketinggian airnya melebihi banjir sebelumnya. Warga terpaksa mengungsi ke rumah warga lain yang berada di dataran yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Kisah Pelarian TKI Asal Sulawesi Tengah, Di Demo Warga dan Berlabuh ke Posko Covid-19

“Tidak semuanya banjir. Ada daerah-daerah yang tinggi. Jadi warga mengungsi ke rumah warga lain. Jadi tidak ada titik-titik pengungsian besar,” ucapnya, Minggu (27/9).

Meski sudah berlangsung lama, belum ada bantuan yang datang bagi warga terdampak banjir yang aktivitas perekonomiannya terhenti. “Sejauh ini belum ada bantuan yang datang ke Silat Hilir. Yang ada dulu cuma banjir yang lalu. Banjir kali ini belum ada. Kita terus berkoordinasi dan melaporkan kepada BPBD Kabupaten Kapuas Hulu,” ucapnya.

Kepala Desa Baru, Yadi mengatakan, banjir sudah menggenangi desanya selama dua minggu. “Bulan lalu juga sempat banjir. Surut sebentar. Ini banjir lagi sudah dua minggu,” ucapnya, Sabtu (26/9).

Baca Juga :  Bantu Warga Terdampak Banjir

Banjir di desanya, ungkap Yadi, memang selalu berlangsung lama. Sampai berita ini ditulis, air masih tertahan dan belum surut.

Yadi juga mengatakan memang belum ada bantuan dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi. Aktivitas warga juga terganggu. Ia mengatakan, warga mulai kekurangan bahan makanan dan obat-obatan seperti untuk penyakit diare dan gatal-gatal. (ris)

Most Read

Tunggu Pasokan Gula Pasir

Kabag Kesra KKR Tutup Usia

Uskup Agung Pontianak Divaksin

Artikel Terbaru

/