alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

SDN Merahau Minim Sarana-Prasarana

SINTANG-Fasilitas SDN 12 Merahau yang ada di Desa Merahau, Kecamatan Kayan Hulu serba dalam keterbatasan. Mulai dari infrastruktur yang minim dan kondisi yang memprihatinkan jadi potret buram sekolah ini.

Kepala Sekolah SDN 12 Merahau, Anastasia Nurhayati menceritakan bahwa kondisi sekolah tersebut seharusnya enam lokal, namun hanya memiliki empat lokal saja, sehingga ada kelas yang di gabung dalam satu ruangan yakni kelas 2 dan 3 serta kelas 4 dan 5.

“Kelas 1 dan 6 ruangan sendiri. Kondisi ini sudah berlangsung sejak 1985 silam hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, untuk kelas 4 dan 5 hanya dipisahkan dengan menggunakan papan untuk ruangannya. Sedangkan untuk Kelas 2 dan 3 tidak.

Baca Juga :  Dua Kasus Bertambah, Satu Sembuh

Ironisnya lagi, siswa kelas 3 ada yang duduk satu meja bertiga. Kondisi ini terpaksa dilakukan karena pihaknya kekurangan sarana dan prasarana pendidikan.

“Sebenarnya kelas enam ada lebih meja kursinya, cuma ruangan kelas 2 dan 3 itu tidak cukup kalau banyak mejanya, karena kelas 3 siswanya agak banyak dari kelas 2,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, ungkap dia, untuk siswa kelas 1 berjumlah 22 orang, kelas 2 berjumlah 14 orang, kelas 3 berjumlah 28 orang, kelas 4 berjumlah 15 orang, kelas 5 berjumlah 16, dan kelas 6 berjumlah 7 orang.

Oleh sebab itu, dia berharap Pemerintah Daerah segera merespon kondisi sekolah yang dipimpinnya tersebut, terutama untuk penambahan lokal kelas baru demi kelancaran proses belajar mengajar. (fds)

Baca Juga :  Reaktif, 66 Orang Bakal Dilanjutkan Tes Swab

SINTANG-Fasilitas SDN 12 Merahau yang ada di Desa Merahau, Kecamatan Kayan Hulu serba dalam keterbatasan. Mulai dari infrastruktur yang minim dan kondisi yang memprihatinkan jadi potret buram sekolah ini.

Kepala Sekolah SDN 12 Merahau, Anastasia Nurhayati menceritakan bahwa kondisi sekolah tersebut seharusnya enam lokal, namun hanya memiliki empat lokal saja, sehingga ada kelas yang di gabung dalam satu ruangan yakni kelas 2 dan 3 serta kelas 4 dan 5.

“Kelas 1 dan 6 ruangan sendiri. Kondisi ini sudah berlangsung sejak 1985 silam hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, untuk kelas 4 dan 5 hanya dipisahkan dengan menggunakan papan untuk ruangannya. Sedangkan untuk Kelas 2 dan 3 tidak.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pengedar Narkoba

Ironisnya lagi, siswa kelas 3 ada yang duduk satu meja bertiga. Kondisi ini terpaksa dilakukan karena pihaknya kekurangan sarana dan prasarana pendidikan.

“Sebenarnya kelas enam ada lebih meja kursinya, cuma ruangan kelas 2 dan 3 itu tidak cukup kalau banyak mejanya, karena kelas 3 siswanya agak banyak dari kelas 2,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, ungkap dia, untuk siswa kelas 1 berjumlah 22 orang, kelas 2 berjumlah 14 orang, kelas 3 berjumlah 28 orang, kelas 4 berjumlah 15 orang, kelas 5 berjumlah 16, dan kelas 6 berjumlah 7 orang.

Oleh sebab itu, dia berharap Pemerintah Daerah segera merespon kondisi sekolah yang dipimpinnya tersebut, terutama untuk penambahan lokal kelas baru demi kelancaran proses belajar mengajar. (fds)

Baca Juga :  Siapkan Enam Lokasi Pengungsian, 70 Ton Beras Bakal Didistribusikan

Most Read

Artikel Terbaru

/