alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Jarot Pinta Masyarakat Tak Mudik

SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan himbauannya terkait mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudik ke Sintang untuk menghindari transmisi virus Covid-19 dari luar daerah, Rabu (28/4).

Ia mengatakan, Idul Fitri biasanya diisi dengan aktivitas bersilaturahmi dan bertemu sanak keluarga yang berpotensi menghadirkan kerumunan. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk menjaga diri masing-masing dari potensi terjangkit virus Covid-19.

Terkait mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Jarot menghimbau masyarakat Sintang agar tidak mudik. “Yang paling penting adalah, jangan mudik tahun ini. Karena ternyata Covid-19 di Sintang ini sudah di 14 kecamatan sudah ada semuanya. Kemudian transmisi lokal maupun transmisi dari luar datangnya, itu sama bahayanya. Sehingga yang paling baik adalah kita kurangi mobilitas kita. Kita tidak melakukan mudik tahun ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Pengambilan Sumpah dan Penyerahan SK 61 PPPK

Ia pun menyarankan, untuk mengobati kerinduan warga Sintang yang tidak mudik, dapat berkomunikasi via virtual. “Cukup berkomunikasi lewat media sosoial, telponan, video call, dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah doanya,” ucapnya.

Kata Jarot, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang juga akan melakukan pencegatan di Terminal Sungai Ukoi untuk mengantisipasi pemudik yang berasal dari luar kota membawa virus Covid-19 ke wilayah Kabupaten Sintang.

“Kita akan cegat di Terminal Sungai Ukoi. Bagi yang datang dari Pontianak dan luar kota, kita cegat dan kita swab antigen langsung di tempat. Inilah cara kita untuk menjaga kabupaten kita agar corona bisa dikendalikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Semprot Disinfektan di Jalan-Jalan

Ia juga menghimbau masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. Guna menjaga diri dari potensi penjangkitan virus Covid-19.

“Saya menghimbau kepada kita semua untuk terus menegakkan 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan himbauannya terkait mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudik ke Sintang untuk menghindari transmisi virus Covid-19 dari luar daerah, Rabu (28/4).

Ia mengatakan, Idul Fitri biasanya diisi dengan aktivitas bersilaturahmi dan bertemu sanak keluarga yang berpotensi menghadirkan kerumunan. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk menjaga diri masing-masing dari potensi terjangkit virus Covid-19.

Terkait mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Jarot menghimbau masyarakat Sintang agar tidak mudik. “Yang paling penting adalah, jangan mudik tahun ini. Karena ternyata Covid-19 di Sintang ini sudah di 14 kecamatan sudah ada semuanya. Kemudian transmisi lokal maupun transmisi dari luar datangnya, itu sama bahayanya. Sehingga yang paling baik adalah kita kurangi mobilitas kita. Kita tidak melakukan mudik tahun ini,” ucapnya.

Baca Juga :  ASN Diminta Kerja seperti Biasa

Ia pun menyarankan, untuk mengobati kerinduan warga Sintang yang tidak mudik, dapat berkomunikasi via virtual. “Cukup berkomunikasi lewat media sosoial, telponan, video call, dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah doanya,” ucapnya.

Kata Jarot, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang juga akan melakukan pencegatan di Terminal Sungai Ukoi untuk mengantisipasi pemudik yang berasal dari luar kota membawa virus Covid-19 ke wilayah Kabupaten Sintang.

“Kita akan cegat di Terminal Sungai Ukoi. Bagi yang datang dari Pontianak dan luar kota, kita cegat dan kita swab antigen langsung di tempat. Inilah cara kita untuk menjaga kabupaten kita agar corona bisa dikendalikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan

Ia juga menghimbau masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. Guna menjaga diri dari potensi penjangkitan virus Covid-19.

“Saya menghimbau kepada kita semua untuk terus menegakkan 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/