alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Pelajaran Berharga Generasi Penerus Bangsa

SINTANG-Momen kelam Mandor Berdarah Serentak diperingati di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Tak terkecuali Kabupaten Sintang. Wakil Gubernur Kalimantan Barat pun jalannya peringatan Hari Berkabung Daerah itu, Senin (28/6).

Peringatan Hari Berkabung Daerah tahun 2021 dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan didampingi anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Barat dari Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Di dalam sambutanya, Norsan menyampaikan bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor sebagai Hri Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Provinsi kalimantan Barat.

“Ditetapkannya Perda tersebut, menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menaruh perhatian secara serius terhadap peristiwa Mandor. Sekaligus menjadi salah satu cara menghargai dan menghormati jasa pejuang rakyat Kalimantan Barat yang gugur sebagai syuhada dalam melawan penjajahan Jepang di Kalimantan Barat,” terangnya.

Ia pun menjelaskan latar belakang peringatan Hari Berkabung Daerah tersebut. Kata Norsan, pada kurun waktu 1942-1945 adalah masa penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. Pada saat itu, tentara Jepang sudah melakukan keganasan yang luar biasa sehingga Provinsi Kalimantan Barat telah mengalami kehilangan satu generasi.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Kesehatan, Kanit Binmas Tegur Warga Tak Pakai Masker

“Berdasarkan beberapa data yang terangkum dari beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah korban akibat keganasan yang dilakukan oleh tentara Jepang mencapai kurang lebih 21. 037 jiwa dan itu merupakan jumlah korban yang sangat fantastis,” ucapnya. Peristiwa Mandor tersebut merupakan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang menyebabkan gugurnya para pejuang khususnya di Kalimantan Barat.

Jatuhnya korban yang sangat banyak tersebut, kata Norsan, jangan sampai sia-sia. Ia pun berpesan kepada para penerus dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar mengingat jasa para pejuang dan menjiwai semangat pejuang untuk membangun Kalimantan Barat ini. “Petik pelajaran dari peristiwa Mandor dan mampu membuat mental kita semakin kokoh dan kuat dalam menghadapi masalah dalam kehidupan ini,” pesannya.

Masyarakat Kalimantan Barat, ucap Norsan, harus mengisi kemerdekaan ini dengan belajar memperbaiki diri, mengevaluasi diri, dan menumbuhkan sikap nasionalisme. Menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Peringatan Hari Berkabung Daerah setiap 28 Juni merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Serta dilaksanakan upacara di Mandor Kabupaten Landak. Serta setiap kabupaten kota juga melakukan upacara di masing-masing daerah. Namun, tahun ini karena pandemi covid-19, maka peringatan dilaksanakan secara virtual di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Baca Juga :  WTP Bukan Jamin Tidak Ada Korupsi

Dikesempatan yang sama meski di tempat yang berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah juga mengikuti Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat Tahun 2021 secara virtual di Mini Command Center Kantor Bupati Sintang.

Senada dengan Norsan, ia pun berpesan agar generasi muda tidak melupakan sejarah yang terjadi di Kalimantan Barat. Terlebih perjuangan orang-orang dahulu dan para pahlawan daerah yang bersatu padu tanpa memandang suku, agama, dan ras untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan di bumi Kalimantan.

“Kiranya kita sebagai generasi penerus bangsa dan daerah ini, berterima kasih atas pengorbanan para pahlawan daerah Kalimantan Barat tersebut. Bentuk terima kasih kita kepada para pahlawan daerah seperti mendedikasikan diri dengan ambil bagian sesuai profesi kita masing-masing untuk kemajuan pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat umumnya dan Kabupaten Sintang khususnya,” ucap Hasnah.

Selain Yosepha Hasnah, hadir juga di Mini Command Center Kantor Bupati Sintang anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, dan perwakilan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (ris)

SINTANG-Momen kelam Mandor Berdarah Serentak diperingati di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Tak terkecuali Kabupaten Sintang. Wakil Gubernur Kalimantan Barat pun jalannya peringatan Hari Berkabung Daerah itu, Senin (28/6).

Peringatan Hari Berkabung Daerah tahun 2021 dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan didampingi anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Barat dari Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Di dalam sambutanya, Norsan menyampaikan bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor sebagai Hri Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Provinsi kalimantan Barat.

“Ditetapkannya Perda tersebut, menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menaruh perhatian secara serius terhadap peristiwa Mandor. Sekaligus menjadi salah satu cara menghargai dan menghormati jasa pejuang rakyat Kalimantan Barat yang gugur sebagai syuhada dalam melawan penjajahan Jepang di Kalimantan Barat,” terangnya.

Ia pun menjelaskan latar belakang peringatan Hari Berkabung Daerah tersebut. Kata Norsan, pada kurun waktu 1942-1945 adalah masa penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. Pada saat itu, tentara Jepang sudah melakukan keganasan yang luar biasa sehingga Provinsi Kalimantan Barat telah mengalami kehilangan satu generasi.

Baca Juga :  Marsiana Dikukuhkan jadi Ketua Dharma Wanita

“Berdasarkan beberapa data yang terangkum dari beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah korban akibat keganasan yang dilakukan oleh tentara Jepang mencapai kurang lebih 21. 037 jiwa dan itu merupakan jumlah korban yang sangat fantastis,” ucapnya. Peristiwa Mandor tersebut merupakan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang menyebabkan gugurnya para pejuang khususnya di Kalimantan Barat.

Jatuhnya korban yang sangat banyak tersebut, kata Norsan, jangan sampai sia-sia. Ia pun berpesan kepada para penerus dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar mengingat jasa para pejuang dan menjiwai semangat pejuang untuk membangun Kalimantan Barat ini. “Petik pelajaran dari peristiwa Mandor dan mampu membuat mental kita semakin kokoh dan kuat dalam menghadapi masalah dalam kehidupan ini,” pesannya.

Masyarakat Kalimantan Barat, ucap Norsan, harus mengisi kemerdekaan ini dengan belajar memperbaiki diri, mengevaluasi diri, dan menumbuhkan sikap nasionalisme. Menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Peringatan Hari Berkabung Daerah setiap 28 Juni merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Serta dilaksanakan upacara di Mandor Kabupaten Landak. Serta setiap kabupaten kota juga melakukan upacara di masing-masing daerah. Namun, tahun ini karena pandemi covid-19, maka peringatan dilaksanakan secara virtual di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Bahas Investasi Perkebunan

Dikesempatan yang sama meski di tempat yang berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah juga mengikuti Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat Tahun 2021 secara virtual di Mini Command Center Kantor Bupati Sintang.

Senada dengan Norsan, ia pun berpesan agar generasi muda tidak melupakan sejarah yang terjadi di Kalimantan Barat. Terlebih perjuangan orang-orang dahulu dan para pahlawan daerah yang bersatu padu tanpa memandang suku, agama, dan ras untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan di bumi Kalimantan.

“Kiranya kita sebagai generasi penerus bangsa dan daerah ini, berterima kasih atas pengorbanan para pahlawan daerah Kalimantan Barat tersebut. Bentuk terima kasih kita kepada para pahlawan daerah seperti mendedikasikan diri dengan ambil bagian sesuai profesi kita masing-masing untuk kemajuan pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat umumnya dan Kabupaten Sintang khususnya,” ucap Hasnah.

Selain Yosepha Hasnah, hadir juga di Mini Command Center Kantor Bupati Sintang anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, dan perwakilan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/