alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Targetkan Produksi Padi dan Kedelai Meningkat

SINTANG- Rencana Aksi Daerah (RAD) pangan dan gizi adalah salah satu bentuk dukungan Kabupaten Sintang terhadap program kampanye gizi nasional. Untuk mencapai keberhasilan program tersebut, program yang telah berjalan 2 tahun ini harus selalu dievaluasi, Kamis (29/7).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus menerangkan bahwa ada 5 pilar substansi yang menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan program pangan dan gizi. Mulai dari prioritas pelayanan kesehatan dan gizi berkelanjutan pada periode emas kehidupan. Juga peningkatan aksesibilitas pangan di tingkat rumah tangga pada wilayah sangat rawan pangan dan rawan pangan melalui pengembangan desa mandiri pangan.

“Serta penerapan standar keamanan pangan berdasarkan kajian risiko dan meneruskan teknologi inovatif. Juga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kemitraan dan kerjasama multi sektor dalam lembaga nasional pangan,” terangnya.

Adapun salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pencapaian ketahanan pangan dan gizi adalah capaian produksi beberapa komoditas pangan di Kabupaten Sintang. Seperti padi, jagung, dan kedelai. Kartiyus membandingkan target dan capaian produksi 3 komoditas itu dari tahun 2018 hingga 2021 agar dapat menjadi acuan target tahun ini.

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Mungguk Bantok Diami Tenda Darurat di Tengah Hutan

Pada komoditas padi, 2018 lalu produksinya adalah 56.375 ton per tahun dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Hingga di 2020 menjadi 86.905 ton. “Pemkab Sintang memasang target tahun 2021 ini produksi padi mencapai 93.606 ton,” ucapnya.

Sedangkan produksi jagung tahun 2018 mencapai 5.722 ton. Serupa komoditas padi, produksi jagung juga mengalami kenaikan. Di 2019 dengan 7. 993 ton dan tahun 2020 mencapai 9. 342 ton. Namun Kartiyus mengatakan bahwa Pemkab Sintang tidak ingin membuat target terlalu tinggi pada komoditas ini di 2021 dengan alasan pandemi Covid-19. “Pemkab Sintang menargetkan tahun 2021 hanya 3.621 ton saja disebabkan situasi pandemi,” ujarnya.

Target produksi tinggi ditetapkan pada kedelai. Produksi bahan baku tempe ini di Kabupaten Sintang pada 2018 mencapai 83,4 ton. Sedangkan di 2019 mencapai 83.9 ton. Serta di 2020 mencapai 4,9 ton dan target 2021 adalah 904 ton.

Baca Juga :  Suami Istri Bunuh Diri Minum Racun Rumput

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J menyampaikan bahwa perbandingan antara target yang ingin dicapai dengan realisasi yang mampu dicapai sangat penting untuk dipelajari. Juga sekaligus menganalisa hambatan yang dialami, sehingga realisasi yang dicapai tidak sesuai dengan target yang dibuat.

“Dengan demikian, kita akan mudah menyusun rencana aksi ke depannya. Kendala yang ada menjadi catatan penting untuk kita bisa membuat perencanaan aksi yang baik. Yang sudah berjalan sesuai rencana, kita pertahankan dan kita dorong lagi. Yang kurang, wajib kita evaluasi,” pungkasnya. (ris).

SINTANG- Rencana Aksi Daerah (RAD) pangan dan gizi adalah salah satu bentuk dukungan Kabupaten Sintang terhadap program kampanye gizi nasional. Untuk mencapai keberhasilan program tersebut, program yang telah berjalan 2 tahun ini harus selalu dievaluasi, Kamis (29/7).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus menerangkan bahwa ada 5 pilar substansi yang menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan program pangan dan gizi. Mulai dari prioritas pelayanan kesehatan dan gizi berkelanjutan pada periode emas kehidupan. Juga peningkatan aksesibilitas pangan di tingkat rumah tangga pada wilayah sangat rawan pangan dan rawan pangan melalui pengembangan desa mandiri pangan.

“Serta penerapan standar keamanan pangan berdasarkan kajian risiko dan meneruskan teknologi inovatif. Juga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kemitraan dan kerjasama multi sektor dalam lembaga nasional pangan,” terangnya.

Adapun salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pencapaian ketahanan pangan dan gizi adalah capaian produksi beberapa komoditas pangan di Kabupaten Sintang. Seperti padi, jagung, dan kedelai. Kartiyus membandingkan target dan capaian produksi 3 komoditas itu dari tahun 2018 hingga 2021 agar dapat menjadi acuan target tahun ini.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Lintang Tambuk Terseret Banjir; Wabup: Segera Diganti Pemerintah Pusat

Pada komoditas padi, 2018 lalu produksinya adalah 56.375 ton per tahun dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Hingga di 2020 menjadi 86.905 ton. “Pemkab Sintang memasang target tahun 2021 ini produksi padi mencapai 93.606 ton,” ucapnya.

Sedangkan produksi jagung tahun 2018 mencapai 5.722 ton. Serupa komoditas padi, produksi jagung juga mengalami kenaikan. Di 2019 dengan 7. 993 ton dan tahun 2020 mencapai 9. 342 ton. Namun Kartiyus mengatakan bahwa Pemkab Sintang tidak ingin membuat target terlalu tinggi pada komoditas ini di 2021 dengan alasan pandemi Covid-19. “Pemkab Sintang menargetkan tahun 2021 hanya 3.621 ton saja disebabkan situasi pandemi,” ujarnya.

Target produksi tinggi ditetapkan pada kedelai. Produksi bahan baku tempe ini di Kabupaten Sintang pada 2018 mencapai 83,4 ton. Sedangkan di 2019 mencapai 83.9 ton. Serta di 2020 mencapai 4,9 ton dan target 2021 adalah 904 ton.

Baca Juga :  Suami Istri Bunuh Diri Minum Racun Rumput

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J menyampaikan bahwa perbandingan antara target yang ingin dicapai dengan realisasi yang mampu dicapai sangat penting untuk dipelajari. Juga sekaligus menganalisa hambatan yang dialami, sehingga realisasi yang dicapai tidak sesuai dengan target yang dibuat.

“Dengan demikian, kita akan mudah menyusun rencana aksi ke depannya. Kendala yang ada menjadi catatan penting untuk kita bisa membuat perencanaan aksi yang baik. Yang sudah berjalan sesuai rencana, kita pertahankan dan kita dorong lagi. Yang kurang, wajib kita evaluasi,” pungkasnya. (ris).

Most Read

Artikel Terbaru

/