alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Empat Belas Ruko Hangus Dilahap Api

Kompleks Pasar Inpres Terbakar Lagi

Pasien Rumah Sakit Diungsikan

SINTANG – Berselang empat bulan dari kebakaran pada 1 Oktober 2020 lalu, peristiwa serupa kembali terjadi di Kompleks Pasar Inpres, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Sabtu (30/1) dini hari. Pada kejadian sebelumnya, sembilan ruko ludes dilahap api. Kali ini, jumlah ruko yang terbakar berjumlah 14 pintu.

Berdasarkan keterangan dari Polres Sintang, ruko-ruko yang terbakar yakni Apotek Husada dua pintu, Toko Dinasus satu pintu,  Toko Pakaian Ema satu pintu, Toko Pakaian Bude satu pintu, RM Kak Ida satu pintu, Toko Emas Cahaya Logam satu pintu, Toko Buku Putri Karet dua pintu, Warung Kopi Sari Wangi satu pintu, Toko Kelontong Yani dua pintu, dan Toko Sayur Bhu-Dhe dua pintu. Diperkirakan kerugian materil dari kebakaran ini mencapai 10 miliar.

Kebakaran sempat menciptakan kepanikan di RSUD Ade M Djoen yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.  Sebanyak 22 pasien dewasa serta delapan pasien anak-anak sampai dievakuasi ke Kantor Bupati Sintang. Kasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Sintang, Agus, mengatakan, kebakaran terjadi pada pukul 01.55 WIB saat kondisi semua ruko sudah tutup.

Baca Juga :  Wujudkan MTQ Berkualitas dan Bermartabat

“Setelah dapat laporan dari masyarakat, kita langsung ke lapangan. Mengingat di dekat lokasi kebakaran ada RSUD Ade M Djoen dan Bank BRI, kita mengambil tindakan pertama untuk melakukan blocking. Agar api tidak sampai merembet,” ujarnya.

Tujuh armada pemadam dengan 70 personel diturunkan untuk membantu memadamkan kebakaran. “Sampai saat ini kita belum dapat pastikan penyebab kebakaran. Namun korban jiwa tidak ada,” kata Agus.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengaku prihatin dengan dua kebakaran di tempat yang sama dan dalam waktu berdekatan yang terjadi di Pasar Inpres. Dua kebakaran tersebut terjadi hanya berselang 4 bulan. Ia pun menyinggung kebakaran yang juga pernah terjadi di Tugu BI beberapa waktu belakangan yang juga terjadi dua kali dalam selang waktu yang tidak terlalu lama.

Baca Juga :  Cegah Kebakaran Meluas Akibat Korsleting Listrik

“Kesimpulan saya, kejadian kebakaran tidak memberikan pelajaran untuk kita agar lebih waspada. Selain itu, instalasi listrik di tempat kita ini memang sangat buruk,” ujarnya. Ia berharap penyidik bisa mengungkap penyebab kebakaran tersebut sehingga Pemkab Sintang bersama pihak terkait bisa melakukan perbaikan terhadap hal yang memicu kebakaran, baik itu instalasi listrik maupun soal penataan bangunan.

“Pemerintah Kabupaten Sintang siap memfasilitasi mereka (pemilik toko). Kemudian kita juga akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga,” ujar Jarot. Namun ia menekankan, harus ada beberapa hal yang akan dibenahi terlebih dahulu seperti lokasi pasar yang terlalu dekat dengan RSUD Ade M. Djoen.

“Mudah-mudahan dengan IMB yang baru, yang telah kita susun sedemikian rupa, bangunan di sekitarnya, termasuk RSUD Ade M. Djoen bisa aman,” pungkasnya. (ris)

Kompleks Pasar Inpres Terbakar Lagi

Pasien Rumah Sakit Diungsikan

SINTANG – Berselang empat bulan dari kebakaran pada 1 Oktober 2020 lalu, peristiwa serupa kembali terjadi di Kompleks Pasar Inpres, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Sabtu (30/1) dini hari. Pada kejadian sebelumnya, sembilan ruko ludes dilahap api. Kali ini, jumlah ruko yang terbakar berjumlah 14 pintu.

Berdasarkan keterangan dari Polres Sintang, ruko-ruko yang terbakar yakni Apotek Husada dua pintu, Toko Dinasus satu pintu,  Toko Pakaian Ema satu pintu, Toko Pakaian Bude satu pintu, RM Kak Ida satu pintu, Toko Emas Cahaya Logam satu pintu, Toko Buku Putri Karet dua pintu, Warung Kopi Sari Wangi satu pintu, Toko Kelontong Yani dua pintu, dan Toko Sayur Bhu-Dhe dua pintu. Diperkirakan kerugian materil dari kebakaran ini mencapai 10 miliar.

Kebakaran sempat menciptakan kepanikan di RSUD Ade M Djoen yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.  Sebanyak 22 pasien dewasa serta delapan pasien anak-anak sampai dievakuasi ke Kantor Bupati Sintang. Kasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Sintang, Agus, mengatakan, kebakaran terjadi pada pukul 01.55 WIB saat kondisi semua ruko sudah tutup.

Baca Juga :  Gudang Kratom di Jalan Trans Terbakar

“Setelah dapat laporan dari masyarakat, kita langsung ke lapangan. Mengingat di dekat lokasi kebakaran ada RSUD Ade M Djoen dan Bank BRI, kita mengambil tindakan pertama untuk melakukan blocking. Agar api tidak sampai merembet,” ujarnya.

Tujuh armada pemadam dengan 70 personel diturunkan untuk membantu memadamkan kebakaran. “Sampai saat ini kita belum dapat pastikan penyebab kebakaran. Namun korban jiwa tidak ada,” kata Agus.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengaku prihatin dengan dua kebakaran di tempat yang sama dan dalam waktu berdekatan yang terjadi di Pasar Inpres. Dua kebakaran tersebut terjadi hanya berselang 4 bulan. Ia pun menyinggung kebakaran yang juga pernah terjadi di Tugu BI beberapa waktu belakangan yang juga terjadi dua kali dalam selang waktu yang tidak terlalu lama.

Baca Juga :  Wujudkan MTQ Berkualitas dan Bermartabat

“Kesimpulan saya, kejadian kebakaran tidak memberikan pelajaran untuk kita agar lebih waspada. Selain itu, instalasi listrik di tempat kita ini memang sangat buruk,” ujarnya. Ia berharap penyidik bisa mengungkap penyebab kebakaran tersebut sehingga Pemkab Sintang bersama pihak terkait bisa melakukan perbaikan terhadap hal yang memicu kebakaran, baik itu instalasi listrik maupun soal penataan bangunan.

“Pemerintah Kabupaten Sintang siap memfasilitasi mereka (pemilik toko). Kemudian kita juga akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga,” ujar Jarot. Namun ia menekankan, harus ada beberapa hal yang akan dibenahi terlebih dahulu seperti lokasi pasar yang terlalu dekat dengan RSUD Ade M. Djoen.

“Mudah-mudahan dengan IMB yang baru, yang telah kita susun sedemikian rupa, bangunan di sekitarnya, termasuk RSUD Ade M. Djoen bisa aman,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/