Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketapang Jadi Daerah dengan Tekanan Harga Tertinggi di Kalbar

A
Suasana Pasar Rangga Sentap Ketapang
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Rangga Sentap, Kabupaten Ketapang. Kabupaten Ketapang tercatat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Barat pada Mei 2026, yakni sebesar 3,65 persen, di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.

Advertisement

PONTIANAK POST – Kabupaten Ketapang mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) tertinggi di Kalimantan Barat pada Mei 2026, yakni sebesar 3,65 persen.

Angka tersebut berada di atas rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 3,29 persen dan menjadi yang tertinggi di antara lima daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan IHK Kabupaten Ketapang pada Mei 2026 mencapai 113,02. Sementara itu, Kota Singkawang menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 2,73 persen dengan IHK 109,81.

Advertisement

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh Saichudin, S.Si., M.Si., mengatakan seluruh daerah penghitungan IHK di Kalbar mengalami inflasi pada Mei 2026.

"Pada Mei 2026, seluruh kota IHK yang berjumlah lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 3,65 persen dengan IHK sebesar 113,02, sedangkan inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 2,73 persen dengan IHK sebesar 109,81," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik BPS Kalbar yang dirilis Selasa (2/6).

Inflasi Kalbar Mencapai 3,29 Persen

Advertisement

Secara keseluruhan, Kalimantan Barat mencatat inflasi tahunan sebesar 3,29 persen dengan IHK 110,90. Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2025 yang berada pada level 107,37.

Selain inflasi tahunan, Kalbar juga mengalami inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,32 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 1,93 persen.

Muh Saichudin menjelaskan inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran," katanya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan 4,56 persen dan andil 1,67 persen terhadap inflasi Kalbar. Disusul kelompok transportasi yang mengalami inflasi 4,52 persen dengan andil 0,51 persen.

Advertisement

Artikel Terkait

Kalbar Alami Inflasi 3,29 Persen: Harga Ikan Baung hingga Beras Jadi Pemicu

Kalbar Alami Inflasi 3,29 Persen: Harga Ikan Baung hingga Beras Jadi Pemicu

Kenaikan harga beras, ikan baung, dan bawang merah menjadi pendorong utama inflasi Kalbar yang mencapai 3,29 persen pada Mei 2026.

Inflasi Kalbar Tembus Batas, Daya Beli Tertekan

Inflasi Kalbar Tembus Batas, Daya Beli Tertekan

Inflasi Kalbar mencapai 3,65 persen pada Agustus 2026, melampaui batas sasaran dan menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Kalbar Catat Inflasi Tertinggi Nasional Saat Indonesia Deflasi, Bensin Jadi Penyumbang Kenaikan

Kalbar Catat Inflasi Tertinggi Nasional Saat Indonesia Deflasi, Bensin Jadi Penyumbang Kenaikan

Indonesia deflasi 0,14 persen pada Juli 2026, tetapi Kalbar justru mencatat inflasi tertinggi nasional sebesar 0,38 persen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer