Danantara Akan Terlibat dalam Pembangunan Jaringan Kereta Api Kalimantan

PONTIANAK POST - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) memastikan Danantara akan terlibat dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional di luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan. Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan rel tersebut sebagai bagian dari rencana besar penguatan konektivitas nasional hingga 2045.
"(Danantara) akan terlibat," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK, Djoko Hartoyo, Rabu (5/8).
Menurutnya, pemerintah telah mencanangkan pengembangan jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat segera memasuki tahap groundbreaking.
Kalimantan Belum Memiliki Jaringan Rel
Di antara wilayah yang menjadi sasaran pengembangan, Kalimantan menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan pembangunan paling besar. Hingga kini, jaringan rel kereta api di Kalimantan masih belum tersedia.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan minimal pembangunan mencapai sekitar 2.772 kilometer jaringan rel. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembangunan transportasi berbasis rel di Kalimantan. Kehadiran jaringan kereta api diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang dalam jangka panjang.
Baca Juga: Teras Narang Sambut Tantangan Prabowo Bangun Kereta Api Trans Kalimantan, Sebut Kajian Sudah Tuntas
Jaringan Rel Dinilai Perkuat Konektivitas Kalimantan
Pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan efisiensi pergerakan logistik.
Kementerian Perhubungan dalam konsep Renstra 2025–2029 menyebut penguatan peran kereta api antarkota sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi konektivitas antara simpul transportasi utama dan wilayah belakangnya (hinterland).



