Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor Kalbar Turun Tajam pada Juli 2026, Neraca Perdagangan Berbalik Defisit

N
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.

Advertisement

PONTIANAK POST - Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat mengalami tekanan pada Juli 2026. Nilai ekspor turun 42,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara impor justru meningkat 20,29 persen. Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Kalbar berbalik menjadi defisit USD15,10 juta.

Tercatat nilai ekspor Kalbar pada Juli 2026 tercatat US$118,78 juta, turun dari USD207,53 juta pada Juni 2026. Di sisi lain, nilai impor meningkat dari USD111,30 juta pada Juni menjadi USD133,88 juta pada Juli 2026.

Kepala Badan Pusat Statistk Kalimantan Barat Muh Saichudin mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan perubahan posisi perdagangan Kalbar pada Juli 2026, setelah pada bulan sebelumnya masih mencatat surplus USD96,23 juta.

“Pada Juli 2026, selisih antara nilai ekspor dan impor menghasilkan defisit perdagangan sebesar USD15,10 juta,” kata Saichudin, di Pontianak, kemarin.

Meski demikian, secara kumulatif Januari–Juli 2026, neraca perdagangan Kalbar masih mencatat surplus USD536,27 juta. Nilai tersebut berasal dari ekspor sebesar USD1,15 miliar dan impor USD616,72 juta.

Advertisement

Penurunan ekspor pada Juli 2026 terutama terjadi pada sejumlah komoditas utama. Lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD58,82 juta atau 49,52 persen dari total ekspor.

Selanjutnya, bahan kimia anorganik menyumbang USD36,31 juta atau 30,57 persen, serta karet dan barang dari karet sebesar USD8,24 juta atau 6,94 persen.

“Ketiga golongan barang tersebut menyumbang 87,03 persen terhadap total ekspor Kalbar pada Juli,” sebut Saichudin.

Dibandingkan Juni, ekspor bahan kimia anorganik mengalami penurunan 65,91 persen, dari USD106,52 juta menjadi USD36,31 juta. Ekspor lemak dan minyak hewan/nabati juga turun 21,42 persen. Sebaliknya, ekspor karet dan barang dari karet meningkat 34,20 persen.

Meski mengalami penurunan secara bulanan, nilai ekspor secara kumulatif Januari–Juli 2026 mencapai USD1,15 miliar atau naik tipis 0,10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Advertisement

Artikel Terkait

Tembaga Dominasi Ekspor NTB Juli 2026, Capai 93,55 Persen dari Total Ekspor

Tembaga Dominasi Ekspor NTB Juli 2026, Capai 93,55 Persen dari Total Ekspor

Ekspor NTB pada Juli 2026 mencapai 166,08 juta dolar AS, didominasi tembaga, sementara neraca perdagangan surplus 1,47 miliar dolar AS.

Indonesia Kantongi Kontrak Ekspor 10 Ton Cengkeh ke Arab Saudi

Indonesia Kantongi Kontrak Ekspor 10 Ton Cengkeh ke Arab Saudi

Indonesia mendapat kontrak ekspor 10 ton cengkeh senilai 78 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar ke Arab Saudi.

Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Pengiriman Melalui Entikong Kalbar

Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Pengiriman Melalui Entikong Kalbar

Indonesia mengekspor 1.000 ton beras ke Malaysia sebagai penanda swasembada dan pembukaan pasar beras nasional ke Sarawak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer