Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BRILink Agen Waisun, Tumpuan Masyarakat Dekai untuk Layanan Keuangan di Tengah Keterbatasan Akses

Novantar Ramses Negara • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:04 WIB
Alfrida yang membuka usaha BRILink Agen.
Alfrida yang membuka usaha BRILink Agen.

PONTIANAK POST – Di tengah keterbatasan akses layanan perbankan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, BRILink Agen Waisun menjadi tumpuan masyarakat sekitar. Dikelola oleh Alfrida Pasongli sejak 2019, agen ini melayani kebutuhan transaksi keuangan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Keputusan Alfrida memulai usaha BRILink Agen sendiri lahir dari kepekaannya terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. Menurutnya, lokasi yang jauh dari kantor bank membuka peluang untuk menghadirkan layanan keuangan lebih dekat bagi warga sekaligus menambah penghasilan keluarga.

“Awalnya kami memilih usaha BRILink Agen untuk menambah penghasilan. Selain itu, wilayah ini berada di pusat aktivitas pasar, tetapi lokasinya cukup jauh dari kantor bank,” kata Alfrida.

Meski telah berkembang, Alfrida menuturkan perjalanan BRILink Agen tidak selalu mulus. Berbagai keterbatasan menjadi tantangan sehari-hari, mulai dari stabilitas jaringan hingga kondisi wilayah yang tidak selalu kondusif, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra. Meski begitu, Alfrida tetap mengelola agen dengan ketelitian dan kesabaran.

Tanpa membedakan latar belakang, Alfrida melayani warga dari berbagai wilayah di Distrik Dekai. Bagi Alfrida, peran BRILink Agen bukan sekadar menjalankan transaksi, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepastian layanan bagi masyarakat. Terutama bagi orang tua, agen ini memungkinkan mereka tetap melakukan transaksi keuangan meski kantor bank tidak beroperasi, termasuk mengirim dana bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Puji Tuhan, banyak dampak positif yang kami rasakan, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Mama-mama kampung bisa bertransaksi di kios kami saat bank tutup, dan mengirim sedikit rezeki untuk anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi rumah ibadah maupun sekolah di sekitar,” ujarnya.

Komitmen Alfrida dalam menjaga akses layanan keuangan di wilayah dengan berbagai keterbatasan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu Agen Juragan. Saat ini, Alfrida memiliki empat outlet BRILink Agen dan merasakan berbagai dukungan dari BRI, mulai dari pendampingan petugas bank, layanan pick up service, hingga fasilitas penyetoran terbatas pada hari libur dan hari raya. Dukungan tersebut memperkuat peran BRILink Agen Waisun dalam menjaga kelancaran layanan keuangan bagi masyarakat setempat.

“Manfaat yang kami dapatkan sangat banyak. Selain menjadi prioritas di grup atau paguyuban, kami juga menerima layanan yang sangat baik dari setiap pegawai BRI,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menambahkan bahwa keberadaan BRILink Agen seperti Waisun mencerminkan upaya memperluas inklusi keuangan di wilayah dengan akses layanan terbatas.

“Di wilayah seperti Distrik Dekai, BRILink Agen menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat. Layanan ini tidak hanya memudahkan transaksi warga, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi lokal melalui peran agen di daerah,” ujar Dhanny.

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Selain itu, BRILink Agen juga mendukung Asta Cita ketiga, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan di daerah. (mse/r)

Editor : Hanif
#Dekai #keterbatasan akses #keuangan #Papua Pegunungan #BRILink #tumpuan #masyarakat