alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Membayar Lunas Dahaga Konser di Collabonation

PONTIANAK- Koor 5000 orang melantun beriring lambaian lampu flash handphone di Rumah Radakng, Rabu (31/8) malam.

“Sembilu yang dulu biarlah berlalu
Bekerja bersama hati, kita ini insan bukan seekor sapi,”

Hujan yang turun seolah tak mereka hiraukan. Dahaga suasana konser, mengalahkan kekhawatiran mereka atas segala risiko yang terjadi.

Pantauan Pontianak Post di lapangan, Collabonation merupakan konser besar ketiga setelah pelonggaran atas protokol kesehatan di Kota Pontianak dilakukan. Konser yang dihelat Indosat IM3 tersebut merupakan konser terbesar di Pontianak dari dua konser sebelumnya di masa pandemi. Bless This Fest dan Latihan Pestapora lebih dulu menggelar pertunjukan musik.

Karena keterbatasan tempat, dua konser tersebut hanya mampu memuat maksimal 3.000 penonton. Sementara Collabonation yang digelar di Rumah Radakng, mampu menghadirkan hingga 5.000 penonton.

Baca Juga :  Koes Hendratmo┬áMenyusul Sang Istri
Penggemar Fourtwnty bernyanyi bersama di Collabonation. foto Shando Safela

Namun yang mengejutkan, dengan kapasitas 5.000 penonton yang dibatasi panitia, masih banyak para penggemar musik di luar sana yang tidak kebagian tiket. Praktik percaloan pun tak terhindarkan. Harga tiket yang dijual 50 ribu rupiah, melambung hingga sepuluh kali lipat.

Antusias para penggemar LAS, Kelompok Penerbang Roket, Hindia dan Fourtwnty benar-benar tak terbendung. Entah semuanya para penggemar fanatik ataukah para penggemar musik yang ingin meluapkan kerinduan terhadap suasana konser.

Entah apapun itu, Collabonation layak untuk diapresiasi. Indosat IM3 menjadi pemuas para penggemar musik yang haus konser panggung besar. (ss)

PONTIANAK- Koor 5000 orang melantun beriring lambaian lampu flash handphone di Rumah Radakng, Rabu (31/8) malam.

“Sembilu yang dulu biarlah berlalu
Bekerja bersama hati, kita ini insan bukan seekor sapi,”

Hujan yang turun seolah tak mereka hiraukan. Dahaga suasana konser, mengalahkan kekhawatiran mereka atas segala risiko yang terjadi.

Pantauan Pontianak Post di lapangan, Collabonation merupakan konser besar ketiga setelah pelonggaran atas protokol kesehatan di Kota Pontianak dilakukan. Konser yang dihelat Indosat IM3 tersebut merupakan konser terbesar di Pontianak dari dua konser sebelumnya di masa pandemi. Bless This Fest dan Latihan Pestapora lebih dulu menggelar pertunjukan musik.

Karena keterbatasan tempat, dua konser tersebut hanya mampu memuat maksimal 3.000 penonton. Sementara Collabonation yang digelar di Rumah Radakng, mampu menghadirkan hingga 5.000 penonton.

Baca Juga :  Raffi Ahmad Digugat Perdata, Sidang Perdana 27 Januari
Penggemar Fourtwnty bernyanyi bersama di Collabonation. foto Shando Safela

Namun yang mengejutkan, dengan kapasitas 5.000 penonton yang dibatasi panitia, masih banyak para penggemar musik di luar sana yang tidak kebagian tiket. Praktik percaloan pun tak terhindarkan. Harga tiket yang dijual 50 ribu rupiah, melambung hingga sepuluh kali lipat.

Antusias para penggemar LAS, Kelompok Penerbang Roket, Hindia dan Fourtwnty benar-benar tak terbendung. Entah semuanya para penggemar fanatik ataukah para penggemar musik yang ingin meluapkan kerinduan terhadap suasana konser.

Entah apapun itu, Collabonation layak untuk diapresiasi. Indosat IM3 menjadi pemuas para penggemar musik yang haus konser panggung besar. (ss)

Most Read

IPA ATAU IPS?

Harga Kratom Anjlok

Artikel Terbaru

/