alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Performa Menonjol di Mortal Kombat

Mortal Kombat merangkum pertarungan kejam, cerita keluarga, dan fantasi. Karakter Sub-Zero yang diperankan Joe Taslim menjadi magnet film adaptasi game ini bagi penonton tanah air.

Pada 10 menit pembuka film, penonton langsung disuguhi adegan brutal. Ratusan tahun lalu, di Jepang, terjadi pembunuhan tragis. Keluarga Hanzo, petarung Earthrealm berkekuatan api, dibantai Sub-Zero. Garis keturunan putus. Outworld, dunia paralel di luar Bumi, merayakan kemenangan besar mereka.

Perselisihan Earthrealm dan Outworld lenyap ditelan zaman. Hanya beberapa petarung pilihan yang memahami geger itu belum berakhir. Upaya menemukan wakil Earthrealm terus dilakukan Jax dan Sonya. Perhatian mereka tertuju pada Cole Young, petarung mix martial arts amatir. Terutama, karena tanda lahir –berupa naga melingkar merah– yang mirip dengan tato Jax.

Pertemuan itu berlanjut dengan banyak peristiwa ganjil. Young langsung jadi incaran Sub-Zero, salah satu Outworld terkuat. Hidupnya berubah dari petarung amatir menjadi murid di kuil Raiden. Dia dilatih habis-habisan oleh Liu Kang dan Kung Lao untuk menemukan arcana, kekuatan dalam diri yang mampu membangkitkan kemampuan manusia super.

Baca Juga :  Dorce Gamalama Dimakamkan sebagai Laki-laki

Tapi, pertarungan tak terelakkan datang terlalu cepat. Itu mempertemukan Young dengan pemburunya, Sub-Zero. Perkelahian itu mengulang sejarah dan mengundang ’’tamu” tak diundang. ”Ketika kembali lagi… kami akan membawa pasukan,” sumpah Shang Tsung, bos Outworld.

Warner Bros. dan sutradara Simon McQuoid memaksimalkan rating R (atau D17+ di versi Indonesia). Pertarungan dan darah di mana-mana. Risikonya, beberapa adegan di-cut saat tayang di tanah air. Namun, pemotongan itu tidak memengaruhi alur cerita.

Buat moviegoers tanah air, daya tarik jelas ada di sosok Bi-Han atau Sub-Zero, pembunuh berdarah dingin yang diperankan Joe Taslim. Dan memang, dia menjadi salah satu tokoh kunci yang menggerakkan cerita. Porsi Joe di film ini jauh lebih memuaskan ketimbang di Fast & Furious 6 maupun Star Trek Beyond. Aksi, kecepatan, dan penjiwaan mantan atlet judo nasional itu amat menonjol di antara cast lainnya.

”Joe sangat cepat, mereka harus memintanya untuk memperlambat di kamera,” kata sutradara Simon McQuoid. Mehcad Brookes yang memerankan Jax berujar, ”Hanya ada dua yang bisa melakukannya: Joe Taslim dan Bruce Lee,” pujinya.

Baca Juga :  Wadah Sineas Muda Kalbar

Bagi Joe, meski merupakan adaptasi game, dia ingin Mortal Kombat lebih dari seru. ”Ketika Anda melihat adegan pertarungan yang bagus, itu bukan sekadar bertarung. Itu drama,” terangnya kepada SYFY WIRE.

Tim produksi memilih cast sesuai penggambaran karakter asli. ”Cast benar-benar datang dari latar belakang berbeda. Seperti cerminan dunia. Penonton dari Sumatera Selatan sampai Afrika Selatan akan merasa, mereka terwakili (lewat cast),’’ paparnya.

Tim koreografer dan stunt Mortal Kombat layak diapresiasi lantaran menghadirkan sensasi pertarungan ala game. Keras, seru, tapi tetap enak ditonton. Penonton seakan menyaksikan jajaran hero di lounge permainan. Titik lemahnya, bangunan cerita Mortal Kombat kurang solid. Alur pun terasa diburu-buru. Sehingga, masih banyak pertanyaan tersisa setelah menonton. Namun, performa Joe yang luar biasa layak menjadi pendorong kuat untuk melangkah ke bioskop. (jp)

Mortal Kombat merangkum pertarungan kejam, cerita keluarga, dan fantasi. Karakter Sub-Zero yang diperankan Joe Taslim menjadi magnet film adaptasi game ini bagi penonton tanah air.

Pada 10 menit pembuka film, penonton langsung disuguhi adegan brutal. Ratusan tahun lalu, di Jepang, terjadi pembunuhan tragis. Keluarga Hanzo, petarung Earthrealm berkekuatan api, dibantai Sub-Zero. Garis keturunan putus. Outworld, dunia paralel di luar Bumi, merayakan kemenangan besar mereka.

Perselisihan Earthrealm dan Outworld lenyap ditelan zaman. Hanya beberapa petarung pilihan yang memahami geger itu belum berakhir. Upaya menemukan wakil Earthrealm terus dilakukan Jax dan Sonya. Perhatian mereka tertuju pada Cole Young, petarung mix martial arts amatir. Terutama, karena tanda lahir –berupa naga melingkar merah– yang mirip dengan tato Jax.

Pertemuan itu berlanjut dengan banyak peristiwa ganjil. Young langsung jadi incaran Sub-Zero, salah satu Outworld terkuat. Hidupnya berubah dari petarung amatir menjadi murid di kuil Raiden. Dia dilatih habis-habisan oleh Liu Kang dan Kung Lao untuk menemukan arcana, kekuatan dalam diri yang mampu membangkitkan kemampuan manusia super.

Baca Juga :  Sahabat Sampai Mati; Mencoba Melawan Arus

Tapi, pertarungan tak terelakkan datang terlalu cepat. Itu mempertemukan Young dengan pemburunya, Sub-Zero. Perkelahian itu mengulang sejarah dan mengundang ’’tamu” tak diundang. ”Ketika kembali lagi… kami akan membawa pasukan,” sumpah Shang Tsung, bos Outworld.

Warner Bros. dan sutradara Simon McQuoid memaksimalkan rating R (atau D17+ di versi Indonesia). Pertarungan dan darah di mana-mana. Risikonya, beberapa adegan di-cut saat tayang di tanah air. Namun, pemotongan itu tidak memengaruhi alur cerita.

Buat moviegoers tanah air, daya tarik jelas ada di sosok Bi-Han atau Sub-Zero, pembunuh berdarah dingin yang diperankan Joe Taslim. Dan memang, dia menjadi salah satu tokoh kunci yang menggerakkan cerita. Porsi Joe di film ini jauh lebih memuaskan ketimbang di Fast & Furious 6 maupun Star Trek Beyond. Aksi, kecepatan, dan penjiwaan mantan atlet judo nasional itu amat menonjol di antara cast lainnya.

”Joe sangat cepat, mereka harus memintanya untuk memperlambat di kamera,” kata sutradara Simon McQuoid. Mehcad Brookes yang memerankan Jax berujar, ”Hanya ada dua yang bisa melakukannya: Joe Taslim dan Bruce Lee,” pujinya.

Baca Juga :  Wadah Sineas Muda Kalbar

Bagi Joe, meski merupakan adaptasi game, dia ingin Mortal Kombat lebih dari seru. ”Ketika Anda melihat adegan pertarungan yang bagus, itu bukan sekadar bertarung. Itu drama,” terangnya kepada SYFY WIRE.

Tim produksi memilih cast sesuai penggambaran karakter asli. ”Cast benar-benar datang dari latar belakang berbeda. Seperti cerminan dunia. Penonton dari Sumatera Selatan sampai Afrika Selatan akan merasa, mereka terwakili (lewat cast),’’ paparnya.

Tim koreografer dan stunt Mortal Kombat layak diapresiasi lantaran menghadirkan sensasi pertarungan ala game. Keras, seru, tapi tetap enak ditonton. Penonton seakan menyaksikan jajaran hero di lounge permainan. Titik lemahnya, bangunan cerita Mortal Kombat kurang solid. Alur pun terasa diburu-buru. Sehingga, masih banyak pertanyaan tersisa setelah menonton. Namun, performa Joe yang luar biasa layak menjadi pendorong kuat untuk melangkah ke bioskop. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/