alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

KKN di Desa Penari Tuntas Syuting, Teaser Bikin Merinding

JAKARTA– Setelah melalui 33 hari syuting di Jogjakarta, akhirnya masa produksi film horor KKN di Desa Penari rampung. Sutradara Awi Suryadi dan produser Manoj Punjabi kini memantau proses pascaproduksi. Sambil menunggu filmnya tayang pada 19 Maret, teaser trailer dan teaser poster dirilis kemarin sore (22/1).

Dalam teaser poster yang diunggah ke akun @mdpictures_official dan @kknmovie, terdapat dupa, ular sanca, dan siluet yang disebut-sebut sebagai Badarawuhi, arwah penguasa Desa Penari. Latar poster menunjukkan dapur gubuk di pedesaan terpencil. Poster itu didominasi warna hitam dengan cahaya temaram lampu minyak. Misterius dan seram.

Sementara itu, dalam teaser trailer berdurasi 1 menit 38 detik, penonton akan menyaksikan enam mahasiswa yang tiba di desa angker untuk memulai KKN. Mereka adalah Widya (Adinda Thomas), Nur (Tissa Biani), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Wahyu (Fajar Nugra), dan Anton (Calvin Jeremy).

Baca Juga :  Spirit, Surat Cinta untuk Afrika

Dengan iringan musik seram, teaser itu menampilkan berbagai adegan mengerikan. Mulai Nur yang diteror Badarawuhi (Aulia Sarah) dan kerasukan arwah penari, Widya yang nyaman memeluk ular, hingga Wahyu yang menerima bungkusan berisi kepala hewan. Mirip dengan versi utas KKN di Desa Penari karya SimpleMan.

Manoj memang berjanji bahwa alur dan konsep cerita KKN di Desa Penari versi film tidak akan berubah dari versi utas. ”Ini cerita sudah detail dan kerasa banget local culture-nya. Viral pula,” jelasnya kemarin sore dalam jumpa pers di kawasan Setiabudi.

Para cast mengaku ikut merinding saat melihat teaser itu. Misalnya, Adinda dan Fajar. Ada perjuangan besar di balik teaser tersebut. ”Aku pertama kali akting nyentuh ular. Harus meluk dan dililit ular sanca,” ungkap Adinda.

Baca Juga :  Pastikan Tak Tinggalkan Gisel

Agar terbiasa memegang ular, Adinda harus mengikuti workshop dengan pawang. Selama syuting, ada kru dan pawang yang menjaganya. ”Katanya, aku nggak boleh takut. Kalau takut, badan aku jadi dingin dan ular bakal melilit,’’ terang aktris 26 tahun itu.

Sementara itu, Fajar berusaha keras untuk mengubah gaya bicaranya saat memerankan Wahyu. ”Saya kan orang Sunda. Nah, di sini harus ngomong Jawa Suroboyoan. Hasilnya ya di teaser itu,” ucap komika 24 tahun tersebut. Berperan sebagai penambah humor, celetukan dan gaya bicara Wahyu menjadi daya tarik. ’’Apalagi pas dapat kepala monyet. Hehe..,” imbuh Fajar. (len/c18/nda)

JAKARTA– Setelah melalui 33 hari syuting di Jogjakarta, akhirnya masa produksi film horor KKN di Desa Penari rampung. Sutradara Awi Suryadi dan produser Manoj Punjabi kini memantau proses pascaproduksi. Sambil menunggu filmnya tayang pada 19 Maret, teaser trailer dan teaser poster dirilis kemarin sore (22/1).

Dalam teaser poster yang diunggah ke akun @mdpictures_official dan @kknmovie, terdapat dupa, ular sanca, dan siluet yang disebut-sebut sebagai Badarawuhi, arwah penguasa Desa Penari. Latar poster menunjukkan dapur gubuk di pedesaan terpencil. Poster itu didominasi warna hitam dengan cahaya temaram lampu minyak. Misterius dan seram.

Sementara itu, dalam teaser trailer berdurasi 1 menit 38 detik, penonton akan menyaksikan enam mahasiswa yang tiba di desa angker untuk memulai KKN. Mereka adalah Widya (Adinda Thomas), Nur (Tissa Biani), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Wahyu (Fajar Nugra), dan Anton (Calvin Jeremy).

Baca Juga :  Enam Fakta Mengejutkan Penyanyi Nyentrik Alie Akbar

Dengan iringan musik seram, teaser itu menampilkan berbagai adegan mengerikan. Mulai Nur yang diteror Badarawuhi (Aulia Sarah) dan kerasukan arwah penari, Widya yang nyaman memeluk ular, hingga Wahyu yang menerima bungkusan berisi kepala hewan. Mirip dengan versi utas KKN di Desa Penari karya SimpleMan.

Manoj memang berjanji bahwa alur dan konsep cerita KKN di Desa Penari versi film tidak akan berubah dari versi utas. ”Ini cerita sudah detail dan kerasa banget local culture-nya. Viral pula,” jelasnya kemarin sore dalam jumpa pers di kawasan Setiabudi.

Para cast mengaku ikut merinding saat melihat teaser itu. Misalnya, Adinda dan Fajar. Ada perjuangan besar di balik teaser tersebut. ”Aku pertama kali akting nyentuh ular. Harus meluk dan dililit ular sanca,” ungkap Adinda.

Baca Juga :  Kaleidoskop 2019: Pernikahan Artis yang Menyedot Perhatian

Agar terbiasa memegang ular, Adinda harus mengikuti workshop dengan pawang. Selama syuting, ada kru dan pawang yang menjaganya. ”Katanya, aku nggak boleh takut. Kalau takut, badan aku jadi dingin dan ular bakal melilit,’’ terang aktris 26 tahun itu.

Sementara itu, Fajar berusaha keras untuk mengubah gaya bicaranya saat memerankan Wahyu. ”Saya kan orang Sunda. Nah, di sini harus ngomong Jawa Suroboyoan. Hasilnya ya di teaser itu,” ucap komika 24 tahun tersebut. Berperan sebagai penambah humor, celetukan dan gaya bicara Wahyu menjadi daya tarik. ’’Apalagi pas dapat kepala monyet. Hehe..,” imbuh Fajar. (len/c18/nda)

Most Read

Artikel Terbaru

/