alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Film April Besutan Mahasiswa IAIN Raih Prestasi

PONTIANAK – Film April mengantarkan Habib Raziq dan tim juara pertama dalam lomba Film Pendek Budi Luhur yang diselenggarakan Himpunan Internasional. Bertema “Menabur Kebaikan, Menanam Keluhuran Budi”, film karya Tim Mendadak Visual ini mengisahkan tradisi budaya yang ada di Istana Kadriah.

Sebagai peninggalan Kesultanan Melayu, Istana Kadriah menjadi salah satu lokasi yang pas untuk menelusuri sejarah Melayu di Kota Pontianak. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak ini untuk menuangkannya dalam sebuah film pendek.

Habib Raziq tampak grogi saat menerima piala kemenangan yang disiarkan secara langsung dari Klaten, Jawa Tengah melalui kanal youtube Himahi Universitas Budi Luhur pada Sabtu (20/8). Dia juga menyampaikan bahwa syuting dilakukan satu minggu lebih.

“Sumpah Pak, saye benar-benar bahwasanye saye bise dapat piala ini, ya Allah,” ujarnya dalam logat Melayu Pontianak saat berbicara di panggung kemenangan.

Raziq juga terharu atas prestasinya bersama tim ini. Film yang lokasi syutingnya di Tanjung Raya 1, Kelurahan Kampung dalam Bugis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini mampu bersaing secara nasional.

Baca Juga :  Mahasiswa Siap Kepung Istana Negara

Raziq dan teman-temannya semakin termotivasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik lainnya. Raziq juga berharap program studi KPI FUAD IAIN Pontianak mengadakan kegiatan serupa, bahkan dalam bentuk Festival Film Borneo.

“Semoga untuk kedepannya program studi KPI bisa membuat kegiatan Festival Film. Karena pemuda-pemudi di zaman 5.0 saat ini masih bingung mencari wadah untuk menunjukkan hasil karyanya. Mungkin dengan adanya festival atau lomba bisa membuat kawan-kawan menjadi semangat untuk berkarya,” ujar Habib Raziq.

Prestasi ini, juga dapat memotivasi mahasiswa IAIN Pontianak untuk berkarya dan mengharumkan nama kampus.

“Saya juga berharap agar mahasiswa KPI yang lain juga bisa tumbuh semangat untuk menunjukkan hasil karyanya. Apa yang saya dan tim peroleh kali ini, semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman semakin semangat berkarya guna membawa nama baik prodi dan FUAD IAIN kedepannya,” tambahnya.

Muhammad Habibi, Ketua Program Studi KPI memberikan apresiasi dan turut bangga kepada mahasiswa KPI beserta timnya.

Baca Juga :  Keinginan Berbagi Memanggilnya Pulang

“Selamat untuk Habib Raziq dan tim yang telah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara 1. Pihak prodi turut bangga atas prestasi ini, dan kami akan terus mensupport agar mahasiswa KPI bisa mengasah bakat dan hobinya diberbagai konsentrasi, terutama broadcasting, jurnalistik dan lain-lain,” ungkapnya.

Bob Andrian, Sekretaris Program Studi KPI juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada para pemenang, yang meraih prestasi nasional.

“Saya sangat mengapresiasi mahasiswa KPI beserta timnya yang telah meraih juara 1 tingkat nasional. Pesan agar mereka senantiasa semangat dan terus berkarya. Hal ini juga diharapkan semoga bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa yang lainnya,” jelas Bob.

Harapannya agar para mahasiswa bisa memaksimalkan ilmu yang didapat di kampus dan dipraktikkan menggunakan alat-alat yang telah disediakakan  di laboratorium praktikum KPI.

“Semakin rajin berlatih maka akan semakin besar potensi untuk berkembang dan menghasilkan karya yang unggul,” pungkas Bob penuh semangat. (mrd)

PONTIANAK – Film April mengantarkan Habib Raziq dan tim juara pertama dalam lomba Film Pendek Budi Luhur yang diselenggarakan Himpunan Internasional. Bertema “Menabur Kebaikan, Menanam Keluhuran Budi”, film karya Tim Mendadak Visual ini mengisahkan tradisi budaya yang ada di Istana Kadriah.

Sebagai peninggalan Kesultanan Melayu, Istana Kadriah menjadi salah satu lokasi yang pas untuk menelusuri sejarah Melayu di Kota Pontianak. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak ini untuk menuangkannya dalam sebuah film pendek.

Habib Raziq tampak grogi saat menerima piala kemenangan yang disiarkan secara langsung dari Klaten, Jawa Tengah melalui kanal youtube Himahi Universitas Budi Luhur pada Sabtu (20/8). Dia juga menyampaikan bahwa syuting dilakukan satu minggu lebih.

“Sumpah Pak, saye benar-benar bahwasanye saye bise dapat piala ini, ya Allah,” ujarnya dalam logat Melayu Pontianak saat berbicara di panggung kemenangan.

Raziq juga terharu atas prestasinya bersama tim ini. Film yang lokasi syutingnya di Tanjung Raya 1, Kelurahan Kampung dalam Bugis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini mampu bersaing secara nasional.

Baca Juga :  Koes Hendratmo Menyusul Sang Istri

Raziq dan teman-temannya semakin termotivasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik lainnya. Raziq juga berharap program studi KPI FUAD IAIN Pontianak mengadakan kegiatan serupa, bahkan dalam bentuk Festival Film Borneo.

“Semoga untuk kedepannya program studi KPI bisa membuat kegiatan Festival Film. Karena pemuda-pemudi di zaman 5.0 saat ini masih bingung mencari wadah untuk menunjukkan hasil karyanya. Mungkin dengan adanya festival atau lomba bisa membuat kawan-kawan menjadi semangat untuk berkarya,” ujar Habib Raziq.

Prestasi ini, juga dapat memotivasi mahasiswa IAIN Pontianak untuk berkarya dan mengharumkan nama kampus.

“Saya juga berharap agar mahasiswa KPI yang lain juga bisa tumbuh semangat untuk menunjukkan hasil karyanya. Apa yang saya dan tim peroleh kali ini, semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman semakin semangat berkarya guna membawa nama baik prodi dan FUAD IAIN kedepannya,” tambahnya.

Muhammad Habibi, Ketua Program Studi KPI memberikan apresiasi dan turut bangga kepada mahasiswa KPI beserta timnya.

Baca Juga :  Ade Armando Jadi Korban, Ricuh Setelah Mahasiswa Bubar

“Selamat untuk Habib Raziq dan tim yang telah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara 1. Pihak prodi turut bangga atas prestasi ini, dan kami akan terus mensupport agar mahasiswa KPI bisa mengasah bakat dan hobinya diberbagai konsentrasi, terutama broadcasting, jurnalistik dan lain-lain,” ungkapnya.

Bob Andrian, Sekretaris Program Studi KPI juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada para pemenang, yang meraih prestasi nasional.

“Saya sangat mengapresiasi mahasiswa KPI beserta timnya yang telah meraih juara 1 tingkat nasional. Pesan agar mereka senantiasa semangat dan terus berkarya. Hal ini juga diharapkan semoga bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa yang lainnya,” jelas Bob.

Harapannya agar para mahasiswa bisa memaksimalkan ilmu yang didapat di kampus dan dipraktikkan menggunakan alat-alat yang telah disediakakan  di laboratorium praktikum KPI.

“Semakin rajin berlatih maka akan semakin besar potensi untuk berkembang dan menghasilkan karya yang unggul,” pungkas Bob penuh semangat. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/