alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Sang Ibu Sebut Maura Alami Depresi

JAKARTA – Artis yang juga politisi Nurul Arifin menyebut putrinya, Maura Magnalia Madyaratri, termasuk salah satu korban dari situasi pandemi Covid-19. Sebab selama dua tahun belakangan ruang geraknya jadi sangat terbatas.

Hal itu berakibat negatif menyebabkan ia mengalami depresi. Maura pun sempat berkonsultasi sekaligus berobat ke psikolog dan psikiater untuk mengobati depresinya tersebut. Maura sempat mengonsumsi obat anti depresan.

“Saya melihat pandemi ini membawa suatu akibat ya. Mau interaksi sulit, lama-lama kan bete ya. Anak saya mungkin jadi korban dari ini semua,” tutur Nurul Arifin saat ditemui di rumah duka di bilangan Depok Jawa Barat, Selasa (25/1).

“Rasa frustasi itu muncul karena tiba-tiba jadi asosial. Yang biasanya berkumpul dengan teman-temannya jadi sulit. Karena kalau ada teman dia ke sini, saya suruh antigen dulu. Enggak semua orang kuat ya (dengan kondisi pandemi). Maura kelemahannya di sini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Awas, Bahaya Hoax Bisa Rugikan Program Vaksinasi COVID-19

Nurul Arifin kaget tak kepalangan begitu mengetahui Maura sudah dalam keadaan tertidur tanpa respons di meja makan kemarin pagi. Dia kaget lantaran sekitar pukul 01.00 waktu dini hari, Maura masih ngobrol bersama Mayong Suryo Laksono.

“Tadi malam jam 1 masih ngobrol sama Mas Mayong. Dia juga masih chatingan sama teman-temannya. Jam 04.30 waktu kami bangun dia sudah ketiduran di meja makan. Diangkat sudah dingin,” katanya.

Mengetahui Maura sudah tak berdaya, tidak perlu waktu lama, Nurul Arifin bersama keluarga membawa Maura ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong.

“Tadi kami bawa ke rumah sakit jam 5 pagi dinyatakan meninggal 05.37. Jadi sempat ada waktu 37 menit tapi tidak tertolong. Sudah lemas dan dingin. Sebabnya henti jantung,” tutur Mayong.

Baca Juga :  Sudah Tentukan Tanggal Pernikahan

Diketahui, Maura meninggal dunia kemarin pagi sekitar pukul 05.37 WIB usai mengalami henti jantung. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.

Sesuai rencana keluarga, ibadah misa akan dilakukan kemarin malam di rumah duka. Sementara jenazah Maura akan dibaringkan ke dalam peristirahatan terakhir di pemakaman San Diego Hills, Rabu (26/1) pagi pada pukul 10.00 WIB. (jpc)

JAKARTA – Artis yang juga politisi Nurul Arifin menyebut putrinya, Maura Magnalia Madyaratri, termasuk salah satu korban dari situasi pandemi Covid-19. Sebab selama dua tahun belakangan ruang geraknya jadi sangat terbatas.

Hal itu berakibat negatif menyebabkan ia mengalami depresi. Maura pun sempat berkonsultasi sekaligus berobat ke psikolog dan psikiater untuk mengobati depresinya tersebut. Maura sempat mengonsumsi obat anti depresan.

“Saya melihat pandemi ini membawa suatu akibat ya. Mau interaksi sulit, lama-lama kan bete ya. Anak saya mungkin jadi korban dari ini semua,” tutur Nurul Arifin saat ditemui di rumah duka di bilangan Depok Jawa Barat, Selasa (25/1).

“Rasa frustasi itu muncul karena tiba-tiba jadi asosial. Yang biasanya berkumpul dengan teman-temannya jadi sulit. Karena kalau ada teman dia ke sini, saya suruh antigen dulu. Enggak semua orang kuat ya (dengan kondisi pandemi). Maura kelemahannya di sini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nagita Slavina Ngidam Vila Rp250 Miliar

Nurul Arifin kaget tak kepalangan begitu mengetahui Maura sudah dalam keadaan tertidur tanpa respons di meja makan kemarin pagi. Dia kaget lantaran sekitar pukul 01.00 waktu dini hari, Maura masih ngobrol bersama Mayong Suryo Laksono.

“Tadi malam jam 1 masih ngobrol sama Mas Mayong. Dia juga masih chatingan sama teman-temannya. Jam 04.30 waktu kami bangun dia sudah ketiduran di meja makan. Diangkat sudah dingin,” katanya.

Mengetahui Maura sudah tak berdaya, tidak perlu waktu lama, Nurul Arifin bersama keluarga membawa Maura ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong.

“Tadi kami bawa ke rumah sakit jam 5 pagi dinyatakan meninggal 05.37. Jadi sempat ada waktu 37 menit tapi tidak tertolong. Sudah lemas dan dingin. Sebabnya henti jantung,” tutur Mayong.

Baca Juga :  Sinergi Percepatan Penurunan dan Penanganan Covid-19

Diketahui, Maura meninggal dunia kemarin pagi sekitar pukul 05.37 WIB usai mengalami henti jantung. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.

Sesuai rencana keluarga, ibadah misa akan dilakukan kemarin malam di rumah duka. Sementara jenazah Maura akan dibaringkan ke dalam peristirahatan terakhir di pemakaman San Diego Hills, Rabu (26/1) pagi pada pukul 10.00 WIB. (jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/