Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Idgitaf Gandeng Hindia dan Dere di Album Penuh Kedua Terbarunya

C
Penulis: Chairunnisya❯
Idgitaf duet dengan Hindia (Baskara) dalam lagu Masih Ada Cahaya. (INSTAGRAM IDGITAF)
Idgitaf duet dengan Hindia (Baskara) dalam lagu Masih Ada Cahaya. (INSTAGRAM IDGITAF)

Advertisement

PONTIANAK POST - Ada kalanya pengalaman pribadi menjadi sumber inspirasi paling kuat dalam berkarya. Hal itu pula yang dirasakan Idgitaf saat merampungkan album penuh keduanya yang bertajuk Berusaha di Bawah Hujan.

Dilansir dari Jawapos, penyanyi bernama lengkap Brigitta Sriulina Meliala tersebut menghadirkan warna baru dalam karya terbarunya. Melalui album ini, Idgitaf menyuntikkan elemen country yang berpadu dengan karakter pop khasnya.

Tak hanya menawarkan eksplorasi musikal, album ini juga menandai perubahan tema dalam perjalanan kreatifnya. Sebanyak 12 lagu dirangkai menjadi satu narasi utuh yang mengisahkan proses pendewasaan serta dinamika hubungan romantis.

"Album ini lahir dari pengalaman jatuh cinta yang terasa baru buat aku. Rasanya kata-kata saja tidak cukup, jadi aku tuangkan lewat musik," ujar penyanyi yang akrab disapa Gita.

Digarap Lebih dari Setahun

Advertisement

Proses pengerjaan album berlangsung cukup panjang, yakni sejak Februari 2025 hingga April 2026.

Dalam prosesnya, Gita bekerja sama dengan sejumlah produser, di antaranya Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, hingga Luthfi Adianto. Kolaborasi tersebut turut memperkaya warna musik yang dihadirkan dalam album.

Kolaborasi dengan Hindia dan Dere

Selain melibatkan banyak produser, album ini juga menghadirkan kolaborasi bersama sesama musisi.

Idgitaf berduet dengan Hindia dalam lagu Masih Ada Cahaya. Sementara itu, lagu Setengah Langit dibawakan bersama Dere.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting yang memperkuat narasi dan emosi yang ingin disampaikan dalam Berusaha di Bawah Hujan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Studi Ungkap Penggemar Musik Rap Kerap Dicap Negatif, Agresif, dan Berbahaya

Studi Ungkap Penggemar Musik Rap Kerap Dicap Negatif, Agresif, dan Berbahaya

Studi terbaru mengungkap penggemar musik rap kerap dinilai agresif dan berbahaya akibat lirik bernuansa kekerasan.

Pertunjukan Silaturahmi Bunyi di Samarinda Jadi Upaya Pelestarian Musik Tradisional dan Edukasi Budaya Masyarakat

Pertunjukan Silaturahmi Bunyi di Samarinda Jadi Upaya Pelestarian Musik Tradisional dan Edukasi Budaya Masyarakat

BPKW Kalimantan Timur menghadirkan pertunjukan musik etnik bersama Kelompok Topa untuk pelestarian budaya lokal.

Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Dimeriahkan Pameran Ekraf, Kuliner, dan Festival Musik

Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Dimeriahkan Pameran Ekraf, Kuliner, dan Festival Musik

Pameran ekraf dan hiburan rakyat Hari Jadi Kota Sintang dorong UMKM serta kreativitas generasi muda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer