
PONTIANAK POST - Bertahan hampir tiga dekade di industri musik bukan perkara mudah. Namun, ADA Band kembali menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan karya terbaru yang sarat makna.
Menjelang perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, grup musik ADA Band merilis video musik berjudul Selalu Ada.
Lewat lagu tersebut, mereka ingin menyampaikan pesan tentang ketulusan yang terus dijaga sepanjang perjalanan karier mereka.
Baca Juga: Bernadya Kembali dengan Rabun Jauh, Lagu Tentang Rindu yang Tak Sampai
Makna Kehadiran yang Tidak Tergantikan
Dilansir dari Jawapos, basis ADA Band, Dika Satjadibrata, menjelaskan bahwa Selalu Ada berbicara tentang arti kehadiran yang sesungguhnya dalam kehidupan seseorang.
Menurutnya, kehadiran tidak selalu dimaknai secara fisik, tetapi juga tentang perasaan yang tetap tinggal dan tidak tergantikan.
"Bukan sekadar fisik, tetapi rasa yang menetap, bertahan, dan tidak tergantikan dalam hidup seseorang," ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi benang merah yang mengalir sepanjang lagu dan memperkuat nuansa emosional yang ingin disampaikan ADA Band.
Lirik yang Terinspirasi Momen Personal Naga
Salah satu bagian lirik dalam Selalu Ada menjadi inti dari keseluruhan cerita yang dibangun dalam lagu tersebut.
Bagi sang vokalis, Naga, lirik itu memiliki kedekatan emosional karena terinspirasi dari pengalaman pribadi saat menjalani masa transisi dalam perjalanan bermusiknya.
"Lirik, 'semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita,' yang terinspirasi dari sebuah caption dan momen personal Naga saat berpisah dengan band sebelumnya. Sebuah refleksi sederhana, namun mewakili banyak cerita tentang perpisahan dan perjalanan hidup," kata Naga.



