Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ekspedisi Jurnalis Kalbar Mencari Rafflesia di Gunung Gading, Sarawak

Shando Safela • Sabtu, 25 Maret 2023 | 14:06 WIB
Rafflesia Tuan Mudae yang tengah mekar menyambut rombongan jurnalis Kalbar di Gunung Gading, Sarawak. foto Shando Safela
Rafflesia Tuan Mudae yang tengah mekar menyambut rombongan jurnalis Kalbar di Gunung Gading, Sarawak. foto Shando Safela

LUNDU- Tepat di atas kepala, matahari baru saja beranjak dari pembaringannya saat delapan jurnalis dari Kalbar tiba di Lundu, Sarawak. Mereka datang untuk mencari Bunga Rafflesia Tuan Mudae di Taman Nasional Gunung Gading, Sarawak, Malaysia.


Untuk sampai ke Gunung Gading, mereka harus menempuh perjalanan darat selama dua jam berkendara dari Kuching, ibukota Sarawak. Jalan yang dilalui semuanya aspal mulus hingga ke depan taman nasional. Sekedar informasi, Sarawak tengah membangun jalan tol super besar yang mereka beri nama Pan Borneo. Panjangnya lebih dari 1000 kilometer yang membentang dari bagian barat di titik Nol Kilometer Teluk Melano hingga Lawas yang berbatasan dengan Sabah.


Taman Nasional Gunung Gading sendiri terletak di kilometer 60 Pan Borneo. Dari kota Kuching, jaraknya 85 kilometer.


Gunung Gading dikelola oleh pemerintah Sarawak. Di dalamnya terdapat sumber mata air yang digunakan oleh seluruh masyarakat di Kota Lundu. Gunung Gading menjadi ikon Kota Lundu karena terkenal dengan bunga langka Rafflesia jenis Tuan Mudae. Di musim hujan seperti saat ini, jika beruntung, wisatawan dapat melihat langsung Rafflesia yang sedang mekar.


Di halaman taman nasional, setiap wisatawan yang akan masuk akan diberi penjelasan singkat tentang Gunung Gading. Mulai dari tanaman hingga hewan yang menghuni gunung tersebut.


Kali ini, rombongan jurnalis dari Kalbar mendapat kesempatan dari Sarawak Tourism Board untuk merasakan ekspedisi mencari Bunga Rafflesia. Jika beruntung, maka rombongan dapat melihat langsung Rafflesia yang sedang mekar. Ekspedisi ini melibatkan satu guide yang menguasai kawasan Gunung Gading, Antonia namanya.


Ekspedisi menjelajah Gunung Gading dimulai tepat pukul 12 siang. Meski cuaca tengah panas, namun tak berimbas karena karakter hutan hujan di Gunung Gading termasuk lebat yang melindungi seluruh penghuninya dari sinar matahari langsung.


Jalan yang dilalui rombongan cukup menanjak. Tanpa terasa, keringat dari tubuh mulai keluar dan membasahi pakaian mereka. 30 menit berjalan, mereka menjumpai sungai berarus deras dan sangat jernih. Antonia menjelaskan, bahwa ada 700 spesies hewan yang hidup di sungai ini. Mulai dari kepiting, udang, hingga berbagai jenis ikan.


Air sungai ini sendiri, digunakan sebagai mata air utama yang dapat langsung diminum oleh penduduk di Kota Lundu.


30 menit kemudian, Antonia menemukan sebuah bonggol besar seperti bola yang diselimuti kelopak merah. Bonggol tersebut merupakan calon bunga Rafflesia yang akan mekar nantinya. Butuh 9-12 bulan untuk menjadi sebesar bola kaki.


Beberapa meter dari situ, Antonia menunjukkan Rafflesia yang telah layu. Artinya, Rafflesia tersebut telah mekar lebih dari dua hari. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Gading.


Keberuntungan tengah berpihak kepada rombongan jurnalis ini. Bunga Rafflesia yang baru mekar pun ditemukan. Ukurannya berdiameter mencapai satu meter, warnanya masih merah, artinya, bunga ini baru mekar tak lebih dari 24 jam. Kesempatan tersebut tak disia-siakan para jurnalis dari Kalbar. Mereka berebut mengabadikan momen yang sangat langka tersebut.


Rasa ingin tahu yang besar membuat mereka betah untuk mengamati bunga tersebut dari dekat. Mitos tentang 'bau bangkai' pun terpecahkan. Rafflesia yang identik dengan bunga bangkai merupakan jenis yang berbeda. Rafflesia Tuan Mudae yang tengah mekar ini sama sekali tak mengeluarkan bau yang tak sedap. Antonia menjelaskan, bau yang keluar dari Rafflesia Tuan Mudae datang dari semacam kelenjar berwarna putih di dalam kelopak. Baunya tak begitu wangi, namun khas.


Ekspedisi berakhir dengan bahagia. Di jalan turun, rombongan belajar lebih banyak tumbuhan tropis yang hanya tumbuh di hutan hujan. (azk)

Editor : Shando Safela
#Sarawak Tourism Board #Sarawak #kuching #Rafflesia Tuan Mudae