alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Jurusan Akuntansi Polnep Beri Pelatihan di Kampung Caping

Pengelolaan Keuangan & Pemasaran Produk Destinasi Wisata Pontianak

PONTIANAK – Kampung Caping merupakan salah satu daya tarik wisata tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak. Bertempat di Gang Mendawai, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara; Kampung Caping dapat disebut sebagai salah satu cikal bakal potret hidup dan kehidupan pengembangan waterfront city. Pemkot Pontianak menjadikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi unggulan.

Sebagian besar warga Kampung Caping mencari nafkah dengan membuat kerajinan tudung kepala tradisional 3 yang disebut caping. Caping adalah topi yang berbentuk kerucut terbuat dari anyaman bamboo, sejenis daun pandan / daun kelapa, dan rotan.

Pemkot Pontianak mengharapkan kolaborasi berbagai pihak dengan warga di sana untuk mengembangkan Kampung Caping agar bisa menjadi role model bagi kampung lainnya.

Hasil kerajinan warga dapat dipasarkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet, seperti penggunaan media sosial. Digital marketing mempermudah UMKM berbagi informasi. Pelaku UMKM juga dapat berinteraksi langsung dengan konsumen guna peningkatan dan perluasan pangsa pasar, sehingga nilai penjualan produk meningkat.

Baca Juga :  Aman dan Nyaman  dalam Berinternet

Pengelola destinasi wisata harus memiliki pengetahuan pengelolaan keuangan dan pemasaran, sehingga meningkatkan kualitas destinasi wisata. Pengelolaan keuangan baik didukung pengetahuan dan pemahaman akuntansi dalam menyusun laporan keuangan.

Pengelola destinasi wisata pun harus belajar cara memasarkan produk caping yang baik, agar dikenal masyarakat lokal maupun internasional. Pengelola Kampung Caping perlu pendampingan untuk mewujudkan hal tersebut.

Bak gayung bersambut, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menjadikan Kampung Caping sebagai sasaran transfer ilmu melalui program pengabdian pada masyarakat (PPM) kali ini. Tim memberikan memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran produk bagi kelompok UMKM di destinasi wisata Kampung Caping.

Kegiatan dipusatkan di Rumah Kreatif Kampung Caping, Sabtu, 23 Juli 2022. Pelatihan diikuti 21 ibu pelaku UMKM di Kampung Caping. Tim pelaksana PPM terdiri dari 10 dosen aktif Jurusan Akuntansi.

Ketua tim PPM Fiorintari SE MAk Ak; dengan anggota tim Agus Widodo SE MSi, Anik Cahyowati SH MH, Desty Wana SST MAcc, Melati Pramudita Lestari SE MAk, Merry Triani SST MAk, Murti Puspita Rukmi SST MAk, Ika Kurnia Indriani SE MAcc Ak, Wida Arindya Sari SE Mak, dan Yohanes Adi Nugroho SE MSc Ak.

Baca Juga :  Pontianak Fashion Coffee Week 2019, Ajang Tampil Pelaku Perkopian Pontianak

“Perlu ada pengembangan potensi wisata maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Caping. Tetapi, pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran produk dalam mengembangkan destinasi wisata di sana belum maksimal. Karena itu, perlu pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan,” jelas Fiorintari, belum lama ini.

Pelatihan tersebut disambut positif dan antusias para peserta. Para pelaku UMKM destinasi wisata tersebut berharap pendampingan dan pelatihan dapat berkelanjutan agar mereka dapat meningkatkan pendapatannya.

“Peningkatan tersebut diharapkan memberikan multiplier effect / efek berganda terhadap keberlangsungan usaha di sana. Kampung Caping pun dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara,” pungkasnya. (ser)

Pengelolaan Keuangan & Pemasaran Produk Destinasi Wisata Pontianak

PONTIANAK – Kampung Caping merupakan salah satu daya tarik wisata tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak. Bertempat di Gang Mendawai, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara; Kampung Caping dapat disebut sebagai salah satu cikal bakal potret hidup dan kehidupan pengembangan waterfront city. Pemkot Pontianak menjadikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi unggulan.

Sebagian besar warga Kampung Caping mencari nafkah dengan membuat kerajinan tudung kepala tradisional 3 yang disebut caping. Caping adalah topi yang berbentuk kerucut terbuat dari anyaman bamboo, sejenis daun pandan / daun kelapa, dan rotan.

Pemkot Pontianak mengharapkan kolaborasi berbagai pihak dengan warga di sana untuk mengembangkan Kampung Caping agar bisa menjadi role model bagi kampung lainnya.

Hasil kerajinan warga dapat dipasarkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet, seperti penggunaan media sosial. Digital marketing mempermudah UMKM berbagi informasi. Pelaku UMKM juga dapat berinteraksi langsung dengan konsumen guna peningkatan dan perluasan pangsa pasar, sehingga nilai penjualan produk meningkat.

Baca Juga :  Halal Bihalal Keluarga Besar H. Rademan: Meriah, Rukun, Kompak dan Sukses

Pengelola destinasi wisata harus memiliki pengetahuan pengelolaan keuangan dan pemasaran, sehingga meningkatkan kualitas destinasi wisata. Pengelolaan keuangan baik didukung pengetahuan dan pemahaman akuntansi dalam menyusun laporan keuangan.

Pengelola destinasi wisata pun harus belajar cara memasarkan produk caping yang baik, agar dikenal masyarakat lokal maupun internasional. Pengelola Kampung Caping perlu pendampingan untuk mewujudkan hal tersebut.

Bak gayung bersambut, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menjadikan Kampung Caping sebagai sasaran transfer ilmu melalui program pengabdian pada masyarakat (PPM) kali ini. Tim memberikan memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran produk bagi kelompok UMKM di destinasi wisata Kampung Caping.

Kegiatan dipusatkan di Rumah Kreatif Kampung Caping, Sabtu, 23 Juli 2022. Pelatihan diikuti 21 ibu pelaku UMKM di Kampung Caping. Tim pelaksana PPM terdiri dari 10 dosen aktif Jurusan Akuntansi.

Ketua tim PPM Fiorintari SE MAk Ak; dengan anggota tim Agus Widodo SE MSi, Anik Cahyowati SH MH, Desty Wana SST MAcc, Melati Pramudita Lestari SE MAk, Merry Triani SST MAk, Murti Puspita Rukmi SST MAk, Ika Kurnia Indriani SE MAcc Ak, Wida Arindya Sari SE Mak, dan Yohanes Adi Nugroho SE MSc Ak.

Baca Juga :  Apresiasi Kesiapan Sekadau Tuan Rumah MTQ XXVIII Kalbar

“Perlu ada pengembangan potensi wisata maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Caping. Tetapi, pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran produk dalam mengembangkan destinasi wisata di sana belum maksimal. Karena itu, perlu pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan,” jelas Fiorintari, belum lama ini.

Pelatihan tersebut disambut positif dan antusias para peserta. Para pelaku UMKM destinasi wisata tersebut berharap pendampingan dan pelatihan dapat berkelanjutan agar mereka dapat meningkatkan pendapatannya.

“Peningkatan tersebut diharapkan memberikan multiplier effect / efek berganda terhadap keberlangsungan usaha di sana. Kampung Caping pun dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara,” pungkasnya. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/