alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Wisuda Daring Universitas Widya Dharma Pontianak, Tetap Berjalan Khidmat Meski Digelar secara Virtual

Untuk pertama kalinya, Universitas Widya Dharma Pontianak menggelar Wisuda secara daring, Rabu (14/10). Wisuda Tahun Akademik 2019/2020 ini, juga tercatat sebagai wisuda yang pertama kali digelar setelah perguruan tinggi ini berubah status menjadi universitas.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Wisuda Universitas Widya Dharma Pontianak pada tahun ini tampak berbeda. Prosesi wisuda yang digelar di gedung baru universitas tersebut, tak dihadiri oleh sebagian besar para lulusannya. Prosesi hanya diikuti secara tatap muka oleh 30 orang lulusan perwakilan dari enam prodi universitas yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto itu. Sisanya, dilakukan di kediaman masing-masing secara virtual atau daring.

“Tahun ini ada 639 orang yang kami wisuda. Ada 30 orang yang hadir, sisanya bergabung via aplikasi Zoom, dan streaming menggunakan YouTube,” ungkap Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak, Hadi Santoso, SE, MM.

Para peserta yang hadir, menerapkan prokol kesehatan, yakni dengan menjaga jarak kursi satu dengan yang lainnya. Baik lulusan hingga dosen yang hadir, seluruhnya mengenakan faceshield. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi tertularnya virus covid-19.

Bagi para lulusan yang hadir secara tatap muka, prosesi wisuda dilakukan sebagaimana umumnya. Pada prosesi pemindahan tali toga misalnya, para lulusan akan dipanggil satu per satu untuk maju ke depan. Tentunya dengan tetap memperhatikan jarak. Sementara, peserta yang mengikuti prosesi ini secara virtual, pemindahan tali toga dapat dilakukan oleh orang lain di kediaman masing-masing.

Meski digelar secara virtual, hal itu sama sekali tak menghilangkan kekhidmatan dari jalannya wisuda. Menurut Hadi, seluruh elemen yang menjadi bagian dari Universitas Widya Dharma Pontianak memahami kondisi saat ini yang tidak memungkinkan wisuda digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, lantaran pandemi covid-9. Karena itu pula, dia berpesan kepada para alumni untuk tak berhenti belajar dan mengikuti perkembangan zaman.  “Kalau kita lihat situasi pandemi ini , teknologi digital tidak bisa diabaikan lagi. Jadi pesan saya, belajar dari situasi seperti ini dengan mengembangkan diri semaksimal mungkin, cepat belajar dan jangan terlalu bersantai,” harap dia.

Baca Juga :  STIE Indonesia, STBA Pontianak & ASMI Pontianak Gelar Wisuda XXIII

Sementara itu, Bendahara Yayasan Widya Dharma, Pastor Kosmas Jang, OFM, Cap. mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di universitas tersebut. Pihaknya sangat bergembira karena mampu menggelar wisuda pertama dengan status sebagai universitas, meski digelar dengan keterbatasan lantaran pandemi covid-19.  “Meski dilakukan secara daring tapi tidak mengurangi arti dari acara ini,” ucap dia.

Pihaknya berharap, para wisudwan dan wisudawati dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapat selama berada di bangku perkuliahan. Pada masa sulit seperti ini, diharapkan mereka bisa kreatif dan inovatif di dunia kerja, membuat terobosan, hingga membuat lapangan pekerjaan. Pihaknya yakin, apa yang telah mereka timba selama kuliah, akan menjadi bekal bagi mereka untuk mengabdi kepada masyarakat.  “Tetap menjaga nama baik almamater, membanggakan alamamater, dan Universitas Widya Dharma dapat maju dan berkembang,” tutur dia.

Baca Juga :  Literasi yang Tepat untuk Pendidik di Era Digital

Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Widjaja Tandra, SH, MM, menyebut perguruan tinggi ini telah melebarkan sayapnya, fasilitas modern pembelajaran telah tersedia, dan berbagai prodi baru pun didirikan. Selain pembangunan gedung-gedung kampus, yayasan juga tidak lupa membangun sumberdaya manusianya. Kualitas dan kompetensi dosen terus ditingkatkan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3.

“Saat ini Yayasan Widya Dharma Pontianak telah memiliki seorang dosen berjabatan fungsional Profesor dan tujuh dosen bergelar doctor,” kata Widjaja. Di akhir tahun 2020 akan tambah lima dosen bergelar Doktor. Tahun depan akan lulus lima dosen lagi yang bergelar Doktor. Sementara dosen bergelar S2 dari berbagai ilmu berjumlah 107 dosen. Jumlah wisudawan sejak 1990 hingga sekarang berjumlah 15.300 lulusan. Widya Dharma yang sebelumnya merupakan sekolah tinggi itu, berubah status menjadi universitas, setelah SK pendirian terbit pada akhir tahun 2019. Dengan status baru ini, perguruan tinggi Widya Dharma Pontianak akan memasuki tahap baru yang lebih menantang.

“Karena perguruan tinggi merupakan milik bersama masyarakat, maka penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik merupakan cita-cita dan tanggung jawab bersama masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara penyelenggara pendidikan dan orang tua mahasiswa dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu. Sebagai pengelola, Yayasan Widya Dharma Pontianak menetapkan langkah-langkah strategis untuk terus membenahi diri, beradaptasi dengan perubahan, kemajuan, dan tuntutan zaman dalam proses penyelenggaraan Pendidikan,” tutur dia.**

Untuk pertama kalinya, Universitas Widya Dharma Pontianak menggelar Wisuda secara daring, Rabu (14/10). Wisuda Tahun Akademik 2019/2020 ini, juga tercatat sebagai wisuda yang pertama kali digelar setelah perguruan tinggi ini berubah status menjadi universitas.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Wisuda Universitas Widya Dharma Pontianak pada tahun ini tampak berbeda. Prosesi wisuda yang digelar di gedung baru universitas tersebut, tak dihadiri oleh sebagian besar para lulusannya. Prosesi hanya diikuti secara tatap muka oleh 30 orang lulusan perwakilan dari enam prodi universitas yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto itu. Sisanya, dilakukan di kediaman masing-masing secara virtual atau daring.

“Tahun ini ada 639 orang yang kami wisuda. Ada 30 orang yang hadir, sisanya bergabung via aplikasi Zoom, dan streaming menggunakan YouTube,” ungkap Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak, Hadi Santoso, SE, MM.

Para peserta yang hadir, menerapkan prokol kesehatan, yakni dengan menjaga jarak kursi satu dengan yang lainnya. Baik lulusan hingga dosen yang hadir, seluruhnya mengenakan faceshield. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi tertularnya virus covid-19.

Bagi para lulusan yang hadir secara tatap muka, prosesi wisuda dilakukan sebagaimana umumnya. Pada prosesi pemindahan tali toga misalnya, para lulusan akan dipanggil satu per satu untuk maju ke depan. Tentunya dengan tetap memperhatikan jarak. Sementara, peserta yang mengikuti prosesi ini secara virtual, pemindahan tali toga dapat dilakukan oleh orang lain di kediaman masing-masing.

Meski digelar secara virtual, hal itu sama sekali tak menghilangkan kekhidmatan dari jalannya wisuda. Menurut Hadi, seluruh elemen yang menjadi bagian dari Universitas Widya Dharma Pontianak memahami kondisi saat ini yang tidak memungkinkan wisuda digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, lantaran pandemi covid-9. Karena itu pula, dia berpesan kepada para alumni untuk tak berhenti belajar dan mengikuti perkembangan zaman.  “Kalau kita lihat situasi pandemi ini , teknologi digital tidak bisa diabaikan lagi. Jadi pesan saya, belajar dari situasi seperti ini dengan mengembangkan diri semaksimal mungkin, cepat belajar dan jangan terlalu bersantai,” harap dia.

Baca Juga :  Pahami dan Kenali Dunia Digital di Masa Pandemi

Sementara itu, Bendahara Yayasan Widya Dharma, Pastor Kosmas Jang, OFM, Cap. mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di universitas tersebut. Pihaknya sangat bergembira karena mampu menggelar wisuda pertama dengan status sebagai universitas, meski digelar dengan keterbatasan lantaran pandemi covid-19.  “Meski dilakukan secara daring tapi tidak mengurangi arti dari acara ini,” ucap dia.

Pihaknya berharap, para wisudwan dan wisudawati dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapat selama berada di bangku perkuliahan. Pada masa sulit seperti ini, diharapkan mereka bisa kreatif dan inovatif di dunia kerja, membuat terobosan, hingga membuat lapangan pekerjaan. Pihaknya yakin, apa yang telah mereka timba selama kuliah, akan menjadi bekal bagi mereka untuk mengabdi kepada masyarakat.  “Tetap menjaga nama baik almamater, membanggakan alamamater, dan Universitas Widya Dharma dapat maju dan berkembang,” tutur dia.

Baca Juga :  Gubernur Mewisuda 118 Hafiz dan Hafizah

Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Widjaja Tandra, SH, MM, menyebut perguruan tinggi ini telah melebarkan sayapnya, fasilitas modern pembelajaran telah tersedia, dan berbagai prodi baru pun didirikan. Selain pembangunan gedung-gedung kampus, yayasan juga tidak lupa membangun sumberdaya manusianya. Kualitas dan kompetensi dosen terus ditingkatkan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3.

“Saat ini Yayasan Widya Dharma Pontianak telah memiliki seorang dosen berjabatan fungsional Profesor dan tujuh dosen bergelar doctor,” kata Widjaja. Di akhir tahun 2020 akan tambah lima dosen bergelar Doktor. Tahun depan akan lulus lima dosen lagi yang bergelar Doktor. Sementara dosen bergelar S2 dari berbagai ilmu berjumlah 107 dosen. Jumlah wisudawan sejak 1990 hingga sekarang berjumlah 15.300 lulusan. Widya Dharma yang sebelumnya merupakan sekolah tinggi itu, berubah status menjadi universitas, setelah SK pendirian terbit pada akhir tahun 2019. Dengan status baru ini, perguruan tinggi Widya Dharma Pontianak akan memasuki tahap baru yang lebih menantang.

“Karena perguruan tinggi merupakan milik bersama masyarakat, maka penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik merupakan cita-cita dan tanggung jawab bersama masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara penyelenggara pendidikan dan orang tua mahasiswa dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu. Sebagai pengelola, Yayasan Widya Dharma Pontianak menetapkan langkah-langkah strategis untuk terus membenahi diri, beradaptasi dengan perubahan, kemajuan, dan tuntutan zaman dalam proses penyelenggaraan Pendidikan,” tutur dia.**

Most Read

Artikel Terbaru

/