alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

15 Tahun Kiprah LAKI Bertarung Lawan Korupsi di Indonesia dan Kalbar

PONTIANAK – Kegiatan Hari Kebangkitan Indonesia Melawan Korupsi pada 19 Mei tahun 2022 yang digagas LAKI di Taman Gardenia, Kubu Raya, Kalimantan Barat berlangsung sukses, aman dan lancar. Berbagai apresiasi disampaikan banyak kalangan. Sudah lebih dari 15 tahun lamanya, Non Goverment Organization ini konsen, terhadap kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi di Indonesia dan Kalimantan Barat.

Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah menyebutkan bahwa moment tanggal 20 Mei yang biasanya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, disajikan LAKI bukan hanya sebatas seremonial belaka.

“Tetapi harus menjadi gerakan Kebangkitan Indonesia melawan korupsi,” ucapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis(19/5).

Menurut dia gebrakan melawan korupsi, harusnya menjadi gebrakan bersama masyarakat Indonesia dan Kalbar. Warga harus bahu membahu bersatu melawan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Wajib dilawan tanpa diberikan kesempatan. Nah peran serta masyarakat lah menjadi hal terpenting pada era sekarang dalam melawan korupsi,” ucapnya.

Sementara aparatur hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK RI sudah cukup maju berperan, baik dalam pencegahan, penanganan perkara atau memberikan efek jera ke pelaku. LAKI sendiri sudah 15 tahun lebih mendukung program-program pemerintah, baik berupa pencegahan dan pemberantasan korupsi. Makanya, pada hari ini (kemarin) LAKI bersama elemen berbagai organisasi dan masyarakat bersama pemerintah bersatu dan berjuang melawan korupsi. Sehingga tema kali ini, Bangkit Indonesia Melawan Korupsi sudah sangat sesuai.

Soal kiprah di lapangan, LAKI sendiri banyak melakukan penanganan kasus berskala lokal, nasional bahkan internasional. Tak sedikit pertanyaan tersebut disampaikan, selama ini apa yang dibuat LAKI untuk bangsa dan negara. Kasus skala internasional, LAKI bahkan menjadi mitra KPK Negeri Jiran, Malaysia alias Suruhanjaya Pencegahan Rasuah (SPRM) Malaysia.

Baca Juga :  Berkenalan dengan Keterampilan Digital di Era Pandemi

“Kami satu-satunya yang pernah diperdengarkan dan mempergunakan alat sadap membidik pejabat tertinggi di negara Malaysia. Terbukti ampuh. Kasusnya bisa dibongkar,” ucap dia.

Untuk kasus skala nasional sendiri, LAKI Kalbar pernah mengungkapkan dua kasus besar. Pertama kasus di Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpupr) berupa rumah khusus perbatasan. Ada juga kasus pengadaan lahan lapas, di mana mantan Sektretaris KemenkumHAM sampai dibidik kejaksaan. Itu bukti-bukti LAKI bergerak tanpa pamrih.

“Untuk lokal saya tidak bisa hitung berapa banyak, kita bongkar demi bangsa dan negara,” kata Burhanudin.

Meski begitu, terpenting bicara korupsi adalah pencegahan daripada penindakan. Sebab sudah ditindak banyak hal yang akan dikorbankan pelaku. Selama ini LAKI terus bekerjasama dengan Pemkot, Pemkab dan Mahasiswa dalam melakukan pendidikan pencegahan korupsi. Tindakan pencegahan sendiri harus terus disosialisasikan karena bahaya laten korupsi yakni menyesengsarakan masyarakat Indonesia dan Kalbar.

Di tempat yang sama, Purwanto Joko Irianto, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa Kejaksaan Tinggi Kalbar sangat-sangat serius dan konsen terkait kasus-kasus tindak pidana korupsi. Kejagung RI sendiri bahkan mengajarkan secara detail bagaimana modus operandi dugaan korupsi dari berbagai bidang.

“Nah, kendala kami agar lebih optimal adalah ketebatasan personil saja. Mungkin juga soal anggarannya. Anggaran sendiri menyangkut tindakan praktis. Namun kami lebih menyukai bahwa melakukan pencegahan daripada penindakan adalah lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Andalkan Tenun Sidan di Smesco Nasional

Purwanto menyebutkan pencegahan korupsi ke berbagai elemen masyarakat masih perlu terus dilakukan dan disosialisasikan. Kejagung RI sendiri bahkan terus menyemangati anak buahnya di daerah. Pusat sendiri bahkan sampai bisa menangani perkara-perkara korporasi besar yang merugikan negara dan masyarakat tidak sedikit. Sudah pernah direlease Jampidsus sampai heboh se-Indonesia.

“Seperti heboh minyak goreng karena kebijakan pusat. Kami di daerah terus diberikan semangat. Makanya Kejaksaan Tinggi Kalbar bersatu padu dalam menangani kasus-kasus terkait tindak pidana korupsi meski dengan anggaran terbatas,” ucapnya.

Kejati Kalbar sendiri tetap konsen dalam urusan penindakan atau pencegahan. Berbagai program seperti pembinaan, penyuluhan hukum, pendidikan hukum dan lain-lain terus dilontarkan. Berbagai gebrakan seperti jaksa masuk kampung, masuk desa, menjadi inspektur upacara terus dimulai. Jaksa menyapa di senayan, bandar udara sampai lokasi chek-in terus dilakukan.

“Bahkan ada stand kita di sana. Silahkan konsultasi hukum soal perdata, tata usaha. Gratis kok. Masyarakat memerlukan penjelasan secara offline dan online silahkan datang,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini, kajati sudah melakukan berbagai proses hukum berbagai kasus baik penyidikan, penyelidik hingga penindakan. Untuk pencegahan, Kajati Kallbar bahkan sangat konsen sekali.

“Kami mendorong situasi hukum masyarakat dan negara dapat optimal dalam proses pembangujnan. Kami ada pendampingan segala. Yang ragu bisa minta legal assisten kepada kami. Ini supaya hasil pekerjaan dapat maksimal baik dari pempus atau daerah,” tukas dia. (den)

PONTIANAK – Kegiatan Hari Kebangkitan Indonesia Melawan Korupsi pada 19 Mei tahun 2022 yang digagas LAKI di Taman Gardenia, Kubu Raya, Kalimantan Barat berlangsung sukses, aman dan lancar. Berbagai apresiasi disampaikan banyak kalangan. Sudah lebih dari 15 tahun lamanya, Non Goverment Organization ini konsen, terhadap kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi di Indonesia dan Kalimantan Barat.

Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah menyebutkan bahwa moment tanggal 20 Mei yang biasanya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, disajikan LAKI bukan hanya sebatas seremonial belaka.

“Tetapi harus menjadi gerakan Kebangkitan Indonesia melawan korupsi,” ucapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis(19/5).

Menurut dia gebrakan melawan korupsi, harusnya menjadi gebrakan bersama masyarakat Indonesia dan Kalbar. Warga harus bahu membahu bersatu melawan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Wajib dilawan tanpa diberikan kesempatan. Nah peran serta masyarakat lah menjadi hal terpenting pada era sekarang dalam melawan korupsi,” ucapnya.

Sementara aparatur hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK RI sudah cukup maju berperan, baik dalam pencegahan, penanganan perkara atau memberikan efek jera ke pelaku. LAKI sendiri sudah 15 tahun lebih mendukung program-program pemerintah, baik berupa pencegahan dan pemberantasan korupsi. Makanya, pada hari ini (kemarin) LAKI bersama elemen berbagai organisasi dan masyarakat bersama pemerintah bersatu dan berjuang melawan korupsi. Sehingga tema kali ini, Bangkit Indonesia Melawan Korupsi sudah sangat sesuai.

Soal kiprah di lapangan, LAKI sendiri banyak melakukan penanganan kasus berskala lokal, nasional bahkan internasional. Tak sedikit pertanyaan tersebut disampaikan, selama ini apa yang dibuat LAKI untuk bangsa dan negara. Kasus skala internasional, LAKI bahkan menjadi mitra KPK Negeri Jiran, Malaysia alias Suruhanjaya Pencegahan Rasuah (SPRM) Malaysia.

Baca Juga :  Berkenalan dengan Keterampilan Digital di Era Pandemi

“Kami satu-satunya yang pernah diperdengarkan dan mempergunakan alat sadap membidik pejabat tertinggi di negara Malaysia. Terbukti ampuh. Kasusnya bisa dibongkar,” ucap dia.

Untuk kasus skala nasional sendiri, LAKI Kalbar pernah mengungkapkan dua kasus besar. Pertama kasus di Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpupr) berupa rumah khusus perbatasan. Ada juga kasus pengadaan lahan lapas, di mana mantan Sektretaris KemenkumHAM sampai dibidik kejaksaan. Itu bukti-bukti LAKI bergerak tanpa pamrih.

“Untuk lokal saya tidak bisa hitung berapa banyak, kita bongkar demi bangsa dan negara,” kata Burhanudin.

Meski begitu, terpenting bicara korupsi adalah pencegahan daripada penindakan. Sebab sudah ditindak banyak hal yang akan dikorbankan pelaku. Selama ini LAKI terus bekerjasama dengan Pemkot, Pemkab dan Mahasiswa dalam melakukan pendidikan pencegahan korupsi. Tindakan pencegahan sendiri harus terus disosialisasikan karena bahaya laten korupsi yakni menyesengsarakan masyarakat Indonesia dan Kalbar.

Di tempat yang sama, Purwanto Joko Irianto, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa Kejaksaan Tinggi Kalbar sangat-sangat serius dan konsen terkait kasus-kasus tindak pidana korupsi. Kejagung RI sendiri bahkan mengajarkan secara detail bagaimana modus operandi dugaan korupsi dari berbagai bidang.

“Nah, kendala kami agar lebih optimal adalah ketebatasan personil saja. Mungkin juga soal anggarannya. Anggaran sendiri menyangkut tindakan praktis. Namun kami lebih menyukai bahwa melakukan pencegahan daripada penindakan adalah lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Aleric : “Ayo Datang Dan Dukung Kami”

Purwanto menyebutkan pencegahan korupsi ke berbagai elemen masyarakat masih perlu terus dilakukan dan disosialisasikan. Kejagung RI sendiri bahkan terus menyemangati anak buahnya di daerah. Pusat sendiri bahkan sampai bisa menangani perkara-perkara korporasi besar yang merugikan negara dan masyarakat tidak sedikit. Sudah pernah direlease Jampidsus sampai heboh se-Indonesia.

“Seperti heboh minyak goreng karena kebijakan pusat. Kami di daerah terus diberikan semangat. Makanya Kejaksaan Tinggi Kalbar bersatu padu dalam menangani kasus-kasus terkait tindak pidana korupsi meski dengan anggaran terbatas,” ucapnya.

Kejati Kalbar sendiri tetap konsen dalam urusan penindakan atau pencegahan. Berbagai program seperti pembinaan, penyuluhan hukum, pendidikan hukum dan lain-lain terus dilontarkan. Berbagai gebrakan seperti jaksa masuk kampung, masuk desa, menjadi inspektur upacara terus dimulai. Jaksa menyapa di senayan, bandar udara sampai lokasi chek-in terus dilakukan.

“Bahkan ada stand kita di sana. Silahkan konsultasi hukum soal perdata, tata usaha. Gratis kok. Masyarakat memerlukan penjelasan secara offline dan online silahkan datang,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini, kajati sudah melakukan berbagai proses hukum berbagai kasus baik penyidikan, penyelidik hingga penindakan. Untuk pencegahan, Kajati Kallbar bahkan sangat konsen sekali.

“Kami mendorong situasi hukum masyarakat dan negara dapat optimal dalam proses pembangujnan. Kami ada pendampingan segala. Yang ragu bisa minta legal assisten kepada kami. Ini supaya hasil pekerjaan dapat maksimal baik dari pempus atau daerah,” tukas dia. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/