alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Bougenville Delegasi Indonesia di Kuching

Tampilkan Tari-tari Berprestasi

KUCHING-Lembaga Bougenville Pontianak menjadi salah satu yang dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mewakil Indonesia di Festival Budayaw BIMP-EAGA (Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur-Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina) ke-2.

Festival yang dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Kuching, Sarawak, Malaysia itu dimulai, Selasa (19/11) hingga Sabtu (23/11).

Menurut Ketua Lembaga Bougenville Yuza Yanis ada beberapa tarian yang ditampilkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Terutama tari-tari prestasi dari Bougenville seperti Tari Serai Serumpun, Tari Bebasoh, Tari Dare Besuke Rie, Tari Jepin Tempurung dan Tari Belidak.

“Semua tari yang akan ditampilkan merupakan tari kreasi yang berpijak pada kearifan lokal daerah. Tari Bebasoh, misalkan, bercerita tentang sekelompok anak gadis yg mencuci pakaian (bebasoh) di sungai,” katanya.

Baca Juga :  Kasih Peduli Ai Xin untuk Saudara Kurang Mampu

Ia mengatakan sungai sangat akrab dengan kehidupan masyarakat melayu di pesisir. Tari ini menggambarkan kedekatan hubungan antara manusia dan alam. Dimana hubungan harmonis antara alam dan manusia harus terus dijaga. “Sehingga menjaga alam adalah juga menjaga budaya kita,” tambahnya.

Tari Bebasoh dibawakan saat acara pembukaan bersamaan dengan penampilan dari tiga negara sahabat. “Brunei tampil lebih dahulu, dilanjutkan Indonesia, Malaysia, Filipina. Diakhiri dengan pflashmob menyanyikan hymne BIMP,” jelas pria yang pernah berkarir di Bank Kalbar ini.

Ada 14 penari dan sembilan pemusik yang dibawa Bougenville dan juga tampil dalam slot Jewels of the EAGA. Selain tim tari, Kemdikbud RI juga membawa tim kesenian lain seperti paduan suara dari ITB, angklung, narasumber untuk kolokium serta kuliner dan biro perjalanan wisata.

Baca Juga :  Kuching Buka Penerbangan Langsung ke Madinah dan Jeddah

“Mudah-mudahan semuanya bisa maksimal (sampai selesai) dan dapat mengharumkan nama Indonesia,” harap Yuza.(bar/r)

Tampilkan Tari-tari Berprestasi

KUCHING-Lembaga Bougenville Pontianak menjadi salah satu yang dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mewakil Indonesia di Festival Budayaw BIMP-EAGA (Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur-Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina) ke-2.

Festival yang dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Kuching, Sarawak, Malaysia itu dimulai, Selasa (19/11) hingga Sabtu (23/11).

Menurut Ketua Lembaga Bougenville Yuza Yanis ada beberapa tarian yang ditampilkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Terutama tari-tari prestasi dari Bougenville seperti Tari Serai Serumpun, Tari Bebasoh, Tari Dare Besuke Rie, Tari Jepin Tempurung dan Tari Belidak.

“Semua tari yang akan ditampilkan merupakan tari kreasi yang berpijak pada kearifan lokal daerah. Tari Bebasoh, misalkan, bercerita tentang sekelompok anak gadis yg mencuci pakaian (bebasoh) di sungai,” katanya.

Baca Juga :  Kuching Buka Penerbangan Langsung ke Madinah dan Jeddah

Ia mengatakan sungai sangat akrab dengan kehidupan masyarakat melayu di pesisir. Tari ini menggambarkan kedekatan hubungan antara manusia dan alam. Dimana hubungan harmonis antara alam dan manusia harus terus dijaga. “Sehingga menjaga alam adalah juga menjaga budaya kita,” tambahnya.

Tari Bebasoh dibawakan saat acara pembukaan bersamaan dengan penampilan dari tiga negara sahabat. “Brunei tampil lebih dahulu, dilanjutkan Indonesia, Malaysia, Filipina. Diakhiri dengan pflashmob menyanyikan hymne BIMP,” jelas pria yang pernah berkarir di Bank Kalbar ini.

Ada 14 penari dan sembilan pemusik yang dibawa Bougenville dan juga tampil dalam slot Jewels of the EAGA. Selain tim tari, Kemdikbud RI juga membawa tim kesenian lain seperti paduan suara dari ITB, angklung, narasumber untuk kolokium serta kuliner dan biro perjalanan wisata.

Baca Juga :  Cari Makan di Hutan Perbatasan Malaysia, Lima WNI Divonis Tiga Bulan plus Denda 150 Juta

“Mudah-mudahan semuanya bisa maksimal (sampai selesai) dan dapat mengharumkan nama Indonesia,” harap Yuza.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/