alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Jangan Nekat Menstarter Saat Terjebak Genangan

Menangani Kendaraan Bermotor Korban Banjir

Banjir di Jabodatabek menghanyutkan ribuan mobil dan motor. Taksi-taksi di pul hanya terlihat atapnya. Tak sedikit kendaraan di jalanan yang terbawa arus. Kendaraan terparkir di garasi rumah juga tak luput dari genangan air yang tingginya bisa mencapai 3 meter. Berikut tip menghadapi musibah itu plus cara mengajukan klaim asuransi.  

ZAHDOMO, AGFI S., DINDA J., SEKARING R., Jakarta, Jawa Pos

SHOLEH tampak fokus melihat kondisi mobil Suzuki Ertiga miliknya yang telah terparkir tiga hari di jembatan penghubung Kali Mookervaart, Jakarta Barat. Seorang montir membantunya mengecek kondisi kendaraan itu kemarin (3/1). ”Ini setang seher-nya nggak bisa gerak, pas lagi banjir distarter, ya?” tanya montir yang dijawab anggukan Sholeh. ”Tapi, cuma sekali doing, gak berkali-kali,” imbuh Sholeh.

Sholeh adalah satu di antara ribuan pemilik mobil yang kendaraannya mengalami kerusakan karena banjir. Sholeh yang tidak mengerti otomotif hanya bisa mengangguk pasrah ketika penyakit mobilnya disebutkan teknisi itu.

Sholeh bercerita bahwa di malam gemerlapnya pergantian tahun dirinya berniat memperoleh pendapatan lebih banyak. Dia yakin akan terjadi lonjakan penumpang yang membuat tarif taksi online semakin mahal. ”Pasti hyper demand pas tahun baru, ya udah saya berangkat keliling Selasa dari pukul 17.00,” ujarnya.

Betul saja, orderannya melimpah. Hampir seluruh wilayah di Jakarta dia sambangi untuk mengantarkan penumpang. Setiap orderan memberinya pemasukan Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Tak peduli hujan atau macet dia menjalani dengan senang. Gambaran mendapat pendapatan lebih dari hari biasa sangat menghibur hati. ”Uangnya itu buat bayar cicilan mobil juga sih, soalnya masih kredit,” tuturnya.

Lepas tengah malam dia istirahat. Tapi, orderan justru datang bertubi-tubi. Itu memang jam-jam orang pulang dari perayaan tahun baru. ”Belum ada firasat apa-apa sih, dikirain hujannya hanya sebentar dan gak bikin banjir,” katanya.

Namun, saat mengantar pelanggannya ke daerah Kalideres, Jakarta Barat, barulah dia sadar banjir tak bisa diremehkan. Air mulai meninggi di Jalan Panjang, Jakarta Barat. Beruntung, mobilnya lolos menerobos banjir setinggi betis orang dewasa itu.

Curah hujan yang makin deras membuat banjir semakin tinggi. Keberuntungannya tidak berlaku ketika menghadapi banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Mesin mobil matiknya itu langsung berhenti di tengah genangan. ”Wah, keringet dingin saya langsung, mana lagi mengantar penumpang lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bertahan Hidup Dengan Uluran Tangan Para Tetangga

Sholeh bingung. Dia menghubungi pelayanan service Suzuki agar mobilnya bisa segera ditangani. Namun, ternyata kejadian itu tak hanya menimpanya. Tapi, juga menimpa banyak pengendara sehingga pelayanan itu penuh. ”Saya telepon Halo Suzuki, mereka katanya sudah full booking, terus temen saya yang di dishub juga katanya full booking,” tuturnya.

Sholeh bersama penumpang menunggu hingga pertolongan datang. Mereka terjebak di dalam mobil selama dua jam sejak pukul 03.00. Semakin lama air kian tinggi. ”Air sudah menuhin satu ban. Saya nggak berani ngebuka pintu, takut air masuk,” tuturnya.

Mobilnya terayun-ayun ketika terkena gelombang dari bus Transjakarta ataupun kendaraan lainnya yang lewat. Dia hanya bisa berdoa agar secepatnya ada yang membantunya keluar dari banjir.

”Kan takutnya air semakin lama semakin tinggi. Untung pas jam 05.00 ada warga ngebantu dorong mobil,” ungkapnya.

Meskipun mobilnya dapat diselamatkan di tempat yang lebih tinggi, Sholeh tidak dapat langsung membawa kendaraannya ke bengkel karena Jalan Daan Mogot tak dapat dilalui. Mobilnya baru dapat diderek kemarin sore. Nahasnya, asuransi all risk Ertiga miliknya hanya sampai satu tahun dan telah habis beberapa waktu lalu. Alhasil, pendapatannya saat malam tahun baru langsung habis dalam sekejap. Bahkan harus nombok. ”Tadi sih saya sudah tanya ke teknisinya, katanya Rp 2 jutaan. Kan saya narik dapet Rp 1,5 juta,” tuturnya.

Adanya ratusan, bahkan ribuan, kendaraan bermotor yang menjadi korban banjir menjadi atensi para pelaku industri otomotif. Penanganan kendaraan yang terkena banjir tidak bisa sembarangan. Dalam teknis perbengkelan kendaraan roda empat, ketinggian banjir dibagi dalam empat level. Mulai yang hanya merendam setengah velg, full velg, setengah bodi, sampai kendaraan tenggelam sepenuhnya.

Dealer Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, yang terpenting saat menangani kendaraan terendam banjir adalah tidak sembarangan menyalakan atau menstarter mesin. Apalagi jika kendaraan pernah mengalami level ketinggian banjir full roda, setengah bodi, atau tenggelam seluruh bodi. ”Harus dilakukan diagnosis secara menyeluruh. Karena potensi kerusakannya besar,” ujar Didi.

Imbauan untuk pemilik kendaraan adalah segera mencabut terminal aki jika mobil sudah dalam kondisi aman atau sudah tidak terjebak banjir. Lalu, pemilik juga tidak disarankan untuk nekat menstarter mobil serta segera mengevakuasi kendaraan ke bengkel dengan menggunakan layanan derek.

Baca Juga :  Mengintip Dapur Umum Kontingan Indonesia di SEA Games 2019

Anjuran tersebut juga ditujukan untuk pemilik kendaraan dengan asuransi kendaraan perluasan risiko banjir supaya tak kehilangan garansi. Bisa saja pihak asuransi menolak klaim pemilik karena kesalahan personal yang disebabkan kelalaian. Misalnya, nekat menstarter mesin dalam kondisi banjir atau bahkan nekat menerjang banjir sehingga mesin kemasukan air dalam jumlah yang banyak.

”Saat cek mesin kan tahu. Ini mesin kok jebol. Kemungkinan terjadi water hammer. Kenapa bisa water hammer? Jangan-jangan ketika masih terendam air mesin dihidupkan atau karena nekat menerjang banjir,” ujar Senior Vice President of Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto.

Menurut Iwan, Garda Oto sudah melakukan evakuasi kendaraan korban banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (2/1). Meski demikian, sulitnya medan membuat evakuasi terhambat. ”Baru puluhan yang berhasil dievakuasi. Kalau yang request sudah ratusan. Medan sulit ditembus dan sebagian wilayah masih banjir,” bebernya,

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A.S. Dalimunthe mengimbau perusahaan asuransi umum penerbit polis asuransi yang menjamin risiko atas kejadian tersebut seperti asuransi properti dan asuransi kendaraan bermotor agar segera melakukan langkah-langkah proses penanganan klaim sesuai dengan liability penanggung.

”Sampai saat ini nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi. Angkanya belum final dan akan terus berkembang karena proses identifikasi dan verifikasi masih dalam proses,” jelasnya.

Dody menyarankan pemegang polis agar segera mengajukan klaim ke perusahaan asuransi penerbit polis yang menanganinya. Sementara itu, tertanggung asuransi kendaraan yang dijamin perluasan banjir diimbau untuk tidak memaksakan menyalakan kendaraan yang terendam banjir karena akan membuat kerusakan mesin semakin parah. ”Sebaiknya segera mengajukan klaim ke perusahaan penerbit polis supaya dapat segera dibawa ke bengkel dengan mobil derek,” lanjutnya.

Senada, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Julian Noor mengungkapkan, pelanggan dapat melakukan pengalihan risiko banjir ke pihak yang bersedia menanggung kerugian, dalam hal ini perusahaan asuransi, dengan cara membeli jaminan perluasan banjir. Produk itu menjamin aset-aset pelanggan dari ancaman banjir. ”Namun, perlu dicatat bahwa klaim hanya berlaku bagi pemegang polis yang sudah memperluas jaminan risiko banjir,” tegasnya. (*/c10/ayi)

Menangani Kendaraan Bermotor Korban Banjir

Banjir di Jabodatabek menghanyutkan ribuan mobil dan motor. Taksi-taksi di pul hanya terlihat atapnya. Tak sedikit kendaraan di jalanan yang terbawa arus. Kendaraan terparkir di garasi rumah juga tak luput dari genangan air yang tingginya bisa mencapai 3 meter. Berikut tip menghadapi musibah itu plus cara mengajukan klaim asuransi.  

ZAHDOMO, AGFI S., DINDA J., SEKARING R., Jakarta, Jawa Pos

SHOLEH tampak fokus melihat kondisi mobil Suzuki Ertiga miliknya yang telah terparkir tiga hari di jembatan penghubung Kali Mookervaart, Jakarta Barat. Seorang montir membantunya mengecek kondisi kendaraan itu kemarin (3/1). ”Ini setang seher-nya nggak bisa gerak, pas lagi banjir distarter, ya?” tanya montir yang dijawab anggukan Sholeh. ”Tapi, cuma sekali doing, gak berkali-kali,” imbuh Sholeh.

Sholeh adalah satu di antara ribuan pemilik mobil yang kendaraannya mengalami kerusakan karena banjir. Sholeh yang tidak mengerti otomotif hanya bisa mengangguk pasrah ketika penyakit mobilnya disebutkan teknisi itu.

Sholeh bercerita bahwa di malam gemerlapnya pergantian tahun dirinya berniat memperoleh pendapatan lebih banyak. Dia yakin akan terjadi lonjakan penumpang yang membuat tarif taksi online semakin mahal. ”Pasti hyper demand pas tahun baru, ya udah saya berangkat keliling Selasa dari pukul 17.00,” ujarnya.

Betul saja, orderannya melimpah. Hampir seluruh wilayah di Jakarta dia sambangi untuk mengantarkan penumpang. Setiap orderan memberinya pemasukan Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Tak peduli hujan atau macet dia menjalani dengan senang. Gambaran mendapat pendapatan lebih dari hari biasa sangat menghibur hati. ”Uangnya itu buat bayar cicilan mobil juga sih, soalnya masih kredit,” tuturnya.

Lepas tengah malam dia istirahat. Tapi, orderan justru datang bertubi-tubi. Itu memang jam-jam orang pulang dari perayaan tahun baru. ”Belum ada firasat apa-apa sih, dikirain hujannya hanya sebentar dan gak bikin banjir,” katanya.

Namun, saat mengantar pelanggannya ke daerah Kalideres, Jakarta Barat, barulah dia sadar banjir tak bisa diremehkan. Air mulai meninggi di Jalan Panjang, Jakarta Barat. Beruntung, mobilnya lolos menerobos banjir setinggi betis orang dewasa itu.

Curah hujan yang makin deras membuat banjir semakin tinggi. Keberuntungannya tidak berlaku ketika menghadapi banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Mesin mobil matiknya itu langsung berhenti di tengah genangan. ”Wah, keringet dingin saya langsung, mana lagi mengantar penumpang lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Korban Banjir Butuh Bantuan

Sholeh bingung. Dia menghubungi pelayanan service Suzuki agar mobilnya bisa segera ditangani. Namun, ternyata kejadian itu tak hanya menimpanya. Tapi, juga menimpa banyak pengendara sehingga pelayanan itu penuh. ”Saya telepon Halo Suzuki, mereka katanya sudah full booking, terus temen saya yang di dishub juga katanya full booking,” tuturnya.

Sholeh bersama penumpang menunggu hingga pertolongan datang. Mereka terjebak di dalam mobil selama dua jam sejak pukul 03.00. Semakin lama air kian tinggi. ”Air sudah menuhin satu ban. Saya nggak berani ngebuka pintu, takut air masuk,” tuturnya.

Mobilnya terayun-ayun ketika terkena gelombang dari bus Transjakarta ataupun kendaraan lainnya yang lewat. Dia hanya bisa berdoa agar secepatnya ada yang membantunya keluar dari banjir.

”Kan takutnya air semakin lama semakin tinggi. Untung pas jam 05.00 ada warga ngebantu dorong mobil,” ungkapnya.

Meskipun mobilnya dapat diselamatkan di tempat yang lebih tinggi, Sholeh tidak dapat langsung membawa kendaraannya ke bengkel karena Jalan Daan Mogot tak dapat dilalui. Mobilnya baru dapat diderek kemarin sore. Nahasnya, asuransi all risk Ertiga miliknya hanya sampai satu tahun dan telah habis beberapa waktu lalu. Alhasil, pendapatannya saat malam tahun baru langsung habis dalam sekejap. Bahkan harus nombok. ”Tadi sih saya sudah tanya ke teknisinya, katanya Rp 2 jutaan. Kan saya narik dapet Rp 1,5 juta,” tuturnya.

Adanya ratusan, bahkan ribuan, kendaraan bermotor yang menjadi korban banjir menjadi atensi para pelaku industri otomotif. Penanganan kendaraan yang terkena banjir tidak bisa sembarangan. Dalam teknis perbengkelan kendaraan roda empat, ketinggian banjir dibagi dalam empat level. Mulai yang hanya merendam setengah velg, full velg, setengah bodi, sampai kendaraan tenggelam sepenuhnya.

Dealer Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, yang terpenting saat menangani kendaraan terendam banjir adalah tidak sembarangan menyalakan atau menstarter mesin. Apalagi jika kendaraan pernah mengalami level ketinggian banjir full roda, setengah bodi, atau tenggelam seluruh bodi. ”Harus dilakukan diagnosis secara menyeluruh. Karena potensi kerusakannya besar,” ujar Didi.

Imbauan untuk pemilik kendaraan adalah segera mencabut terminal aki jika mobil sudah dalam kondisi aman atau sudah tidak terjebak banjir. Lalu, pemilik juga tidak disarankan untuk nekat menstarter mobil serta segera mengevakuasi kendaraan ke bengkel dengan menggunakan layanan derek.

Baca Juga :  Merawat Ritual Balala', Cara Orang Kanayatn Melawan Wabah Penyakit 

Anjuran tersebut juga ditujukan untuk pemilik kendaraan dengan asuransi kendaraan perluasan risiko banjir supaya tak kehilangan garansi. Bisa saja pihak asuransi menolak klaim pemilik karena kesalahan personal yang disebabkan kelalaian. Misalnya, nekat menstarter mesin dalam kondisi banjir atau bahkan nekat menerjang banjir sehingga mesin kemasukan air dalam jumlah yang banyak.

”Saat cek mesin kan tahu. Ini mesin kok jebol. Kemungkinan terjadi water hammer. Kenapa bisa water hammer? Jangan-jangan ketika masih terendam air mesin dihidupkan atau karena nekat menerjang banjir,” ujar Senior Vice President of Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto.

Menurut Iwan, Garda Oto sudah melakukan evakuasi kendaraan korban banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (2/1). Meski demikian, sulitnya medan membuat evakuasi terhambat. ”Baru puluhan yang berhasil dievakuasi. Kalau yang request sudah ratusan. Medan sulit ditembus dan sebagian wilayah masih banjir,” bebernya,

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A.S. Dalimunthe mengimbau perusahaan asuransi umum penerbit polis asuransi yang menjamin risiko atas kejadian tersebut seperti asuransi properti dan asuransi kendaraan bermotor agar segera melakukan langkah-langkah proses penanganan klaim sesuai dengan liability penanggung.

”Sampai saat ini nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi. Angkanya belum final dan akan terus berkembang karena proses identifikasi dan verifikasi masih dalam proses,” jelasnya.

Dody menyarankan pemegang polis agar segera mengajukan klaim ke perusahaan asuransi penerbit polis yang menanganinya. Sementara itu, tertanggung asuransi kendaraan yang dijamin perluasan banjir diimbau untuk tidak memaksakan menyalakan kendaraan yang terendam banjir karena akan membuat kerusakan mesin semakin parah. ”Sebaiknya segera mengajukan klaim ke perusahaan penerbit polis supaya dapat segera dibawa ke bengkel dengan mobil derek,” lanjutnya.

Senada, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Julian Noor mengungkapkan, pelanggan dapat melakukan pengalihan risiko banjir ke pihak yang bersedia menanggung kerugian, dalam hal ini perusahaan asuransi, dengan cara membeli jaminan perluasan banjir. Produk itu menjamin aset-aset pelanggan dari ancaman banjir. ”Namun, perlu dicatat bahwa klaim hanya berlaku bagi pemegang polis yang sudah memperluas jaminan risiko banjir,” tegasnya. (*/c10/ayi)

Most Read

Artikel Terbaru

/