alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Cerita Dekan Fakultas Kedokteran Untan Sembuh Covid-19

Rutin Berolahraga, Berjemur, dan Minum Madu

Setelah satu bulan menjalani isolasi, kabar baik yang diharapkan pun tiba. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, dr. M Asroruddin telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Tak hanya dirinya saja, empat orang anggota keluarga lain juga telah dinyatakan negatif virus corona.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Bersama sejumlah pasien lainnya, dr. M Asroruddin, secara resmi dilepas oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Acara pelepasan pasien terkonfirmasi covid-19 yang telah dinyatakan sembuh itu, digelar di Hotel Kapuas Palace, Kamis (4/6). “Kami berlima sudah dinyatakan sembuh,” ungkap Asroruddin, kepada Pontianak Post.

Dokter Asro, begitu kerap ia disapa, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sejak awal Mei 2020 yang lalu. Dokter spesialis mata ini, dinyatakan positif covid-19 bersama dengan sejumlah anggota keluarga, termasuk istri dan anak-anaknya. Meski positif, mereka tak menunjukkan gejala yang berat, bahkan boleh dikatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

“Cuma sempat ada gejala ringan, seperti sakit kepala sama cepat lelah, tetepi tidak ada demam. Cuma sempat sakit tenggorokan, dan beberapa hari hilang,” tutur dia.

Karena tidak menunjukkan gejala berat, ia dan keluarga mengisolasi diri di rumah. Selama masa itu, dirinya dan keluarga fokus untuk penyembuhan, dengan senantiasa menjaga daya tahan tubuh. Mereka mengonsumsi obat-obatan yang disarankan, beserta madu, kurma, dan susu secara rutin.

Baca Juga :  Bripka Mernawati, Polwan Singkawang yang Viral Sosialisasi Pakai Bahasa Kek

Keluarga ini tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Untuk kebutuhan sehari-hari, seperti berbelanja, mereka memanfaatkan aplikasi daring. Selama masa karantina itu, waktu mereka banyak dihabiskan untuk bercengkrama, serta manyalurkan hobi. Dokter Asro sendiri mengaku senang berolahraga. “Hobi saya olahraga senam. Setiap hari kami juga berjemur,”kata dia.

Dokter Asro dan keluarga berupaya agar status sebagai pasien covid-19 tidak menganggunya secara psikis. Dirinya sempat merasa sedih sekaligus takut, ketika pertama kali mengetahui bahwa seluruh anggota keluarganya terkonfirmasi positif. Namun, karena gejala yang ditunjukkan hanya gejala ringan, dirinya bisa lebih bernapas lega. Dia yakin bahwa virus ini, bisa dikalahkan dengan menjaga daya tahan tubuh. “Karena itulah selama masa penyembuhan, harus berpikir positif, bahwa kita bisa sembuh,” tutur dia.

Setelah satu bulan menjalani isolasi, kabar yang diharapkan pun datang. Menjalani sekitar enam kali swab, akhirnya mereka dinyatakan negatif Covid-19. Kini mereka sudah bisa bernapas lega meski harus tetap waspada.

Baca Juga :  Brigjen TNI Ronny, Putra Asal Ketapang Jabat Danrem 121/ABW

“Walaupun kami sudah sembuh, kami juga tidak akan keluar, kalau tidak ada urusan yang sangat penting. Di masa seperti ini, kita tidak tahu penularan bisa datang dari mana saja,” pungkas dia.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, terus mendorong agar para pasien positif Covid-19 optimis bisa sembuh. Bila dilihat fakta saat ini, kemungkinan sembuh lebih besar, bahkan bisa lebih cepat. Kemarin (4/6) pihaknya telah melepas sebanyak 24 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Tingkat kesembuhan kita meningkat. Hari ini juga tidak ada kabar penambahan kasus baru,” kata dia.

Pemerintah Provinsi Kalbar menurutnya terus berupaya agar pasien covid-19 segera sembuh, salah satunya, dengan mamastikan asupan makanan yang baik bagi mereka. Sutarmidji mengatakan bahwa, ada menu wajib yang pihaknya sediakan agar kesembuhan pasien bisa dilakukan lebih cepat. Menu makanan itu, di antaranya madu, putih telur, pepaya, alpukat, dan lain sebagainya.

“Itu untuk meningkatkan imunitas mereka. Makanya saya kirim langsung madu Kapuas Hulu. Saya tiap dapat kiriman, langung dikemas ke botol, lalu dibagikan ke asrama, dan rumah sakit,” tutur dia. (*)

Rutin Berolahraga, Berjemur, dan Minum Madu

Setelah satu bulan menjalani isolasi, kabar baik yang diharapkan pun tiba. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, dr. M Asroruddin telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Tak hanya dirinya saja, empat orang anggota keluarga lain juga telah dinyatakan negatif virus corona.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Bersama sejumlah pasien lainnya, dr. M Asroruddin, secara resmi dilepas oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Acara pelepasan pasien terkonfirmasi covid-19 yang telah dinyatakan sembuh itu, digelar di Hotel Kapuas Palace, Kamis (4/6). “Kami berlima sudah dinyatakan sembuh,” ungkap Asroruddin, kepada Pontianak Post.

Dokter Asro, begitu kerap ia disapa, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sejak awal Mei 2020 yang lalu. Dokter spesialis mata ini, dinyatakan positif covid-19 bersama dengan sejumlah anggota keluarga, termasuk istri dan anak-anaknya. Meski positif, mereka tak menunjukkan gejala yang berat, bahkan boleh dikatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

“Cuma sempat ada gejala ringan, seperti sakit kepala sama cepat lelah, tetepi tidak ada demam. Cuma sempat sakit tenggorokan, dan beberapa hari hilang,” tutur dia.

Karena tidak menunjukkan gejala berat, ia dan keluarga mengisolasi diri di rumah. Selama masa itu, dirinya dan keluarga fokus untuk penyembuhan, dengan senantiasa menjaga daya tahan tubuh. Mereka mengonsumsi obat-obatan yang disarankan, beserta madu, kurma, dan susu secara rutin.

Baca Juga :  Jelang Perayaan Natal, Polisi Ingatkan Penerapan Prokes di Gereja

Keluarga ini tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Untuk kebutuhan sehari-hari, seperti berbelanja, mereka memanfaatkan aplikasi daring. Selama masa karantina itu, waktu mereka banyak dihabiskan untuk bercengkrama, serta manyalurkan hobi. Dokter Asro sendiri mengaku senang berolahraga. “Hobi saya olahraga senam. Setiap hari kami juga berjemur,”kata dia.

Dokter Asro dan keluarga berupaya agar status sebagai pasien covid-19 tidak menganggunya secara psikis. Dirinya sempat merasa sedih sekaligus takut, ketika pertama kali mengetahui bahwa seluruh anggota keluarganya terkonfirmasi positif. Namun, karena gejala yang ditunjukkan hanya gejala ringan, dirinya bisa lebih bernapas lega. Dia yakin bahwa virus ini, bisa dikalahkan dengan menjaga daya tahan tubuh. “Karena itulah selama masa penyembuhan, harus berpikir positif, bahwa kita bisa sembuh,” tutur dia.

Setelah satu bulan menjalani isolasi, kabar yang diharapkan pun datang. Menjalani sekitar enam kali swab, akhirnya mereka dinyatakan negatif Covid-19. Kini mereka sudah bisa bernapas lega meski harus tetap waspada.

Baca Juga :  Midji Imbau Jangan Berkunjung ke Sintang

“Walaupun kami sudah sembuh, kami juga tidak akan keluar, kalau tidak ada urusan yang sangat penting. Di masa seperti ini, kita tidak tahu penularan bisa datang dari mana saja,” pungkas dia.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, terus mendorong agar para pasien positif Covid-19 optimis bisa sembuh. Bila dilihat fakta saat ini, kemungkinan sembuh lebih besar, bahkan bisa lebih cepat. Kemarin (4/6) pihaknya telah melepas sebanyak 24 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Tingkat kesembuhan kita meningkat. Hari ini juga tidak ada kabar penambahan kasus baru,” kata dia.

Pemerintah Provinsi Kalbar menurutnya terus berupaya agar pasien covid-19 segera sembuh, salah satunya, dengan mamastikan asupan makanan yang baik bagi mereka. Sutarmidji mengatakan bahwa, ada menu wajib yang pihaknya sediakan agar kesembuhan pasien bisa dilakukan lebih cepat. Menu makanan itu, di antaranya madu, putih telur, pepaya, alpukat, dan lain sebagainya.

“Itu untuk meningkatkan imunitas mereka. Makanya saya kirim langsung madu Kapuas Hulu. Saya tiap dapat kiriman, langung dikemas ke botol, lalu dibagikan ke asrama, dan rumah sakit,” tutur dia. (*)

Most Read

Bengkayang Zona Merah

Pengaruh Bonus Demografi

Geretak Wisata Mangrove Rusak

Artikel Terbaru

/