alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Legenda Balap Sy Mahmud Bagikan Beras 8 Ton di Hari Ulang Tahun

PONTIANAKUsianya tak lagi muda. Kulitnya mulai kriput. Tapi semangatnya tetap membara. Itu lah yang tergambar dari sosok Syarif Machmud Alkadrie, sang legenda balap motor Kalimantan Barat.

Pria yang akrab disapa Ami Machmud itu kini genap berusia 55 tahun. Meskipun umurnya lebih dari setengah abad, tapi semangatnya tak pernah pudar. Apa lagi kalau sudah berhubungan dengan dunia balapan dan otomotif.

Hampir setiap Minggu, ia tak pernah absen latihan balap motor di sirkuit Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak. Seperti biasa, ia mengenakan wearpack dan motor underbone kesayangannya.

Setiap lekukan tikungan ia lewati dengan mulus. Bahkan, ia tak pernah ragu untuk memacu kendaraannya secepat mungkin.

Machmud juga masih kerap tampil di ajang balapan. Terakhir, kakek dua orang cucu ini ikut dalam kompetisi balap motor dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 76 di Pontianak.

Di ajang itu, dia harus adu cepat dengan pembalap-pembalap muda, yang tentu tenaga dan skilnya jauh lebih fresh.

Tapi memang, Machmud tidak bisa dianggap remeh. Di kejuaraan itu, Machmud masih berdiri di podium untuk beberapa kelas yang diikutinya. Kelas 250cc open misalnya, ia menyabet juara II dan di kelas 125 cc, menyabet juara V.

Baca Juga :  Cerita Tenaga Medis Tangani Pasien Covid-19; Semua untuk Kemanusiaan

Padahal, pada event itu, pria yang hobby otomotif itu berencana pensiun dari balapan motor, jika dirinya tidak naik podium.

“Sebenarnya even itu menjadi moment terakhir saya. Saya ingin pensiun jika tidak naik podium,” ujarnya.

Machmud mengawali karir balapnya sejak tahun 1970an. Waktu itu usianya masih remaja. Dari sirkuit ke sirkuit, Machmud muda selalu pulang membawa piala.

Prestasinya kemudian dilirik oleh salah satu produsen motor asal Jepang, Yamaha. Dari situ lah titik balik Machmud muda menjadi pembalap profesional.

Kecintaannya terhadap dunia balap menghantarkannya pada kejuaraan-kejuaraan balap motor baik tingkat daerah, nasional bahkan tingkat internasional. FIM-Asia Road Racing Championship (FARRC) salah satunya.

Pria yang identik dengan angka dua itu tidak saja dikenal sebagai sosok yang jago balap di sikuit. Tetapi juga terkenal dengan aksi sosialnya.

Pada pandemi Covid-19, tahun lalu misalnya. Dia melelang tiga sepeda motor dan lima stel pakaian balapan miliknya. Dari hasil lelang itu, disumbangkan untuk membantu warga Pontianak terdampak Covid-19.

Ketiga unit motor yang dilelang yakni GP 12 Honda NSF 100, Yamaha F1ZR, dan Yamaha R25. Dua motor pertama dilelang dengan harga pembuka Rp20 juta. Sementara motor ketiga yang merupakan motor bersejarah baginya dilelang dengan harga pembuka Rp50 juta.

Baca Juga :  Dapat Bantuan Mesin Alkon, Petani Kembali Semangat Garap Lahan

Yamaha R25 merupakan motor yang bersejarah baginya. Dengan motor itu, dia menjadi juara nasional Yamaha R Cup 2015 di Jakarta. Motor itu juga dia gunakan untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional di Malaysia, China, Thailand, Australia dalam ajang Road Race 2015-2016.

Selain melelang motor dan pakaian balap miliknya, Syarif Mahfud juga menyumbangkan 210 tabung oksigen untuk warga yang membutuhkan. Bahkan dia menyediakan isi ulang tabung oksigen gratis bagi warga.

Tidak hanya sampai di situ, Ia juga kerap membagi-bagikan beras kepada pemulung, pengamen, driver ojek online dan warga kurang mampu di sekitarnya.

Pada momen hari ulang tahunnya yang ke 55, yang jatuh pada tanggal 8 Agustus ini, Ia menyumbangkan beras sebanyak 8 ton yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Warga yang menerimanya pun tampak senang. Ada kebagiaan di raut wajah mereka.  “Ini sebagai rasa syukur saya,” katanya (arf)

PONTIANAKUsianya tak lagi muda. Kulitnya mulai kriput. Tapi semangatnya tetap membara. Itu lah yang tergambar dari sosok Syarif Machmud Alkadrie, sang legenda balap motor Kalimantan Barat.

Pria yang akrab disapa Ami Machmud itu kini genap berusia 55 tahun. Meskipun umurnya lebih dari setengah abad, tapi semangatnya tak pernah pudar. Apa lagi kalau sudah berhubungan dengan dunia balapan dan otomotif.

Hampir setiap Minggu, ia tak pernah absen latihan balap motor di sirkuit Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak. Seperti biasa, ia mengenakan wearpack dan motor underbone kesayangannya.

Setiap lekukan tikungan ia lewati dengan mulus. Bahkan, ia tak pernah ragu untuk memacu kendaraannya secepat mungkin.

Machmud juga masih kerap tampil di ajang balapan. Terakhir, kakek dua orang cucu ini ikut dalam kompetisi balap motor dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 76 di Pontianak.

Di ajang itu, dia harus adu cepat dengan pembalap-pembalap muda, yang tentu tenaga dan skilnya jauh lebih fresh.

Tapi memang, Machmud tidak bisa dianggap remeh. Di kejuaraan itu, Machmud masih berdiri di podium untuk beberapa kelas yang diikutinya. Kelas 250cc open misalnya, ia menyabet juara II dan di kelas 125 cc, menyabet juara V.

Baca Juga :  PT Best Cabang Sambas Bagikan Beras ke Duafa

Padahal, pada event itu, pria yang hobby otomotif itu berencana pensiun dari balapan motor, jika dirinya tidak naik podium.

“Sebenarnya even itu menjadi moment terakhir saya. Saya ingin pensiun jika tidak naik podium,” ujarnya.

Machmud mengawali karir balapnya sejak tahun 1970an. Waktu itu usianya masih remaja. Dari sirkuit ke sirkuit, Machmud muda selalu pulang membawa piala.

Prestasinya kemudian dilirik oleh salah satu produsen motor asal Jepang, Yamaha. Dari situ lah titik balik Machmud muda menjadi pembalap profesional.

Kecintaannya terhadap dunia balap menghantarkannya pada kejuaraan-kejuaraan balap motor baik tingkat daerah, nasional bahkan tingkat internasional. FIM-Asia Road Racing Championship (FARRC) salah satunya.

Pria yang identik dengan angka dua itu tidak saja dikenal sebagai sosok yang jago balap di sikuit. Tetapi juga terkenal dengan aksi sosialnya.

Pada pandemi Covid-19, tahun lalu misalnya. Dia melelang tiga sepeda motor dan lima stel pakaian balapan miliknya. Dari hasil lelang itu, disumbangkan untuk membantu warga Pontianak terdampak Covid-19.

Ketiga unit motor yang dilelang yakni GP 12 Honda NSF 100, Yamaha F1ZR, dan Yamaha R25. Dua motor pertama dilelang dengan harga pembuka Rp20 juta. Sementara motor ketiga yang merupakan motor bersejarah baginya dilelang dengan harga pembuka Rp50 juta.

Baca Juga :  Dorong Masyarakat Divaksin, Kejati Siapkan Undian Berhadiah

Yamaha R25 merupakan motor yang bersejarah baginya. Dengan motor itu, dia menjadi juara nasional Yamaha R Cup 2015 di Jakarta. Motor itu juga dia gunakan untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional di Malaysia, China, Thailand, Australia dalam ajang Road Race 2015-2016.

Selain melelang motor dan pakaian balap miliknya, Syarif Mahfud juga menyumbangkan 210 tabung oksigen untuk warga yang membutuhkan. Bahkan dia menyediakan isi ulang tabung oksigen gratis bagi warga.

Tidak hanya sampai di situ, Ia juga kerap membagi-bagikan beras kepada pemulung, pengamen, driver ojek online dan warga kurang mampu di sekitarnya.

Pada momen hari ulang tahunnya yang ke 55, yang jatuh pada tanggal 8 Agustus ini, Ia menyumbangkan beras sebanyak 8 ton yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Warga yang menerimanya pun tampak senang. Ada kebagiaan di raut wajah mereka.  “Ini sebagai rasa syukur saya,” katanya (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/