alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Pedagang Kawasan GOR Pindah ke Jalan Ampera

Sebanyak 64 pedagang tanaman hias yang semula berjualan di kawasan Gelora Khatulistiwa (GOR SSA) merelokasi dagangannya ke Jalan Ampera, persis di sebelah IKIP PGRI, Pontianak Kota. Mereka saat ini tengah berbenah di lokasi yang baru dan diperkirakan bisa mulai beroperasi minggu depan.

Idil Aqsa Akbary, Pontianak

Sejak pagi mobil pikap tak berhenti lalu lalang keluar masuk di lahan seluas 8.000 meter persegi, persis di sebelah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Pontianak, Jalan Ampera. Pikap yang mengangkut pasir dan batu itu disambut oleh belasan pekerja untuk menimbun lahan kosong.

Mereka yang bekerja merupakan para pedagang tanaman hias yang selama ini berjualan di Gelora Khatulistiwa (GOR SSA). Di lahan yang di bagian depannya terdapat belasan ruko itu, akan menjadi tempat berjualan mereka yang baru. Mereka berinisiatif secara mandiri untuk mencari lokasi baru, setelah tidak boleh lagi berjualan di kawasan GOR.

Baca Juga :  Ventilator Karya Universitas Indonesia Mulai Diproduksi Masal, Hanya Rp25 Juta

Ketua Forum Pedagang Tanaman, Fauzi saat ditemui di lokasi menjelaskan, di lokasi baru tersebut akan ditempati sebanyak 64 pedagang tanaman hias. Baik yang dari kawasan dalam GOR, maupuan dari pinggir Jalan MT Haryono dan M Sohor (Sumatra). Lokasi jualan yang baru mereka siapkan secara mandiri. Dan kebetulan menurutnya ada warga yang dermawan mau meminjamkan lahan tersebut. Yakni dari keluarga besar Mahmudin Damanik.

“Jadi dipinjamkan ini sekalian ruko apa semua, alhamdulillah kami bisa terealisasi untuk lokasi di sini. Paling hanya bayar untuk jaga kebersihan dan lingkungan di sini,” ungkapnya.

Di lahan dengan luas sekitar satu lapangan sepak bola itu, akan menjadi Pusat Tanaman Hias. Namun tetap tidak akan selamanya di sana, karena masing-masing dari anggota Forum Pedagang Tanaman, masih berupaya mencari lokasi lain yang permanen atau milik sendiri.

“Mungkin kami akan beli di lokasi lain yang sifatnya permanen untuk kami. Jadi kami inisiatif mencari lahan lebih luas, karena siapa lagi yang bisa bantu kalau tidak diri sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Order Dupa Naik Jelang Imlek

Mengenai proses pemindahan, menurut Fauzi, sampai saat ini masih berlangsung. Di lokasi yang baru itu mereka sudah bekerja sekitar lima hari untuk menimbun dan meratakan lahan. Maka dari itu pihaknya sudah meminta perpanjangan waktu kepada pemerintah. Karena butuh persiapan, otomatis harus melebihi batas akhir pemindahan sebelumnya pada 5 Februari 2022.

“Kami sudah sampai ke (pengerjaan) jalannya (di lokasi baru). Insyallah minggu depan kami sudah isi,” ujarnya.

Proses pemindahan memang memerlukan waktu yang cukup lama, pertama karena harus menyiapkan lahan baru. Ditambah lagi akhir-akhir ini sudah memasuki musim hujan, sehingga cukup menghambat pengerjaannya.

“Mereka (pemerintah) masih kasih tempo waktu. Kami pasti pindah, dalam satu bulan ini (Februari) kami usahakan selesai (perpindahan),” pungkasnya. (*)

Sebanyak 64 pedagang tanaman hias yang semula berjualan di kawasan Gelora Khatulistiwa (GOR SSA) merelokasi dagangannya ke Jalan Ampera, persis di sebelah IKIP PGRI, Pontianak Kota. Mereka saat ini tengah berbenah di lokasi yang baru dan diperkirakan bisa mulai beroperasi minggu depan.

Idil Aqsa Akbary, Pontianak

Sejak pagi mobil pikap tak berhenti lalu lalang keluar masuk di lahan seluas 8.000 meter persegi, persis di sebelah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Pontianak, Jalan Ampera. Pikap yang mengangkut pasir dan batu itu disambut oleh belasan pekerja untuk menimbun lahan kosong.

Mereka yang bekerja merupakan para pedagang tanaman hias yang selama ini berjualan di Gelora Khatulistiwa (GOR SSA). Di lahan yang di bagian depannya terdapat belasan ruko itu, akan menjadi tempat berjualan mereka yang baru. Mereka berinisiatif secara mandiri untuk mencari lokasi baru, setelah tidak boleh lagi berjualan di kawasan GOR.

Baca Juga :  Ventilator Karya Universitas Indonesia Mulai Diproduksi Masal, Hanya Rp25 Juta

Ketua Forum Pedagang Tanaman, Fauzi saat ditemui di lokasi menjelaskan, di lokasi baru tersebut akan ditempati sebanyak 64 pedagang tanaman hias. Baik yang dari kawasan dalam GOR, maupuan dari pinggir Jalan MT Haryono dan M Sohor (Sumatra). Lokasi jualan yang baru mereka siapkan secara mandiri. Dan kebetulan menurutnya ada warga yang dermawan mau meminjamkan lahan tersebut. Yakni dari keluarga besar Mahmudin Damanik.

“Jadi dipinjamkan ini sekalian ruko apa semua, alhamdulillah kami bisa terealisasi untuk lokasi di sini. Paling hanya bayar untuk jaga kebersihan dan lingkungan di sini,” ungkapnya.

Di lahan dengan luas sekitar satu lapangan sepak bola itu, akan menjadi Pusat Tanaman Hias. Namun tetap tidak akan selamanya di sana, karena masing-masing dari anggota Forum Pedagang Tanaman, masih berupaya mencari lokasi lain yang permanen atau milik sendiri.

“Mungkin kami akan beli di lokasi lain yang sifatnya permanen untuk kami. Jadi kami inisiatif mencari lahan lebih luas, karena siapa lagi yang bisa bantu kalau tidak diri sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Siswa SMA Gembala Baik Persembahkan Perak & Perunggu ISPO 2020

Mengenai proses pemindahan, menurut Fauzi, sampai saat ini masih berlangsung. Di lokasi yang baru itu mereka sudah bekerja sekitar lima hari untuk menimbun dan meratakan lahan. Maka dari itu pihaknya sudah meminta perpanjangan waktu kepada pemerintah. Karena butuh persiapan, otomatis harus melebihi batas akhir pemindahan sebelumnya pada 5 Februari 2022.

“Kami sudah sampai ke (pengerjaan) jalannya (di lokasi baru). Insyallah minggu depan kami sudah isi,” ujarnya.

Proses pemindahan memang memerlukan waktu yang cukup lama, pertama karena harus menyiapkan lahan baru. Ditambah lagi akhir-akhir ini sudah memasuki musim hujan, sehingga cukup menghambat pengerjaannya.

“Mereka (pemerintah) masih kasih tempo waktu. Kami pasti pindah, dalam satu bulan ini (Februari) kami usahakan selesai (perpindahan),” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/