alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Korban Berharap Bantuan Rumah, Tak Ingin Menumpang Lebih lama

*Bantuan Korban Kebakaran di Gang Sadaraya Mengalir

Tiga hari pasca kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah, di Gang Sadaraya, Jalan Gusti Situt Mahmud, Pontianak Utara, sejumlah relawan datang memberikan bantuan kepada para korban terdampak. Musibah yang merenggut satu nyawa tersebut, memantik keprihatian banyak organisasi sosial, tak terkecuali Wadah Himpun Kasih Ai Xin. Kemarin (12/11) rombongan organisasi tersebut berkunjung ke lokasi kejadian.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Garis polisi masih tampak terbentang di lokasi kebakaran yang terjadi pada Sabtu (9/11) malam tersebut. Puing bangunan sisa terbakar api, seperti kayu dan seng rumah masih terlihat jelas di lokasi itu. Masih terniang di benak Wahyu (37), salah satu korban, akan buasnya api yang melahap rumah yang menjadi tempat tinggal dirinya, istri dan ketiga anakny itu.

“Waktu mau keluar beli makanan, saat memalingkan (wajah) ke arah belakang, api terlihat dari rumah keluarga,” ungkap dia, mengingat peristiwa naas tersebut.

Saat itu dirinya sudah berupaya keras agar si jago merah tak merambat ke rumahnya. Ikhtiarnya bersama para warga lain, dan pemadam kebakaran, nyatanya belum mampu membendung kuatnya api saat itu. Apalagi, rumahnya sebagian besar berkonstruksi kayu. Hanguslah rumahnya malam itu, beserta tiga unit rumah lainnya yang letaknya saling bersebelahan. Kini, ia harus menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu.

Baca Juga :  2020, Ai Xin Tingkatkan Kualitas

Tak tampak wajah sedih di wajah Wahyu siang itu (12/11). Ia tampak tersenyum menyambut kedatangan sejumlah organisasi yang dengan ringan tangan memberikan bantuan. Diakuinya, sudah ada belasan bantuan yang datan, baik itu secara personal mapun dari organisasi.

“Bantuan sudah dari beberapa belas relawan, dari ormas, dan lain-lain. Ini tentu meringankan bena kami,” kata dia.

Wahyu, saat ini berupaya agar rumahnya, dan rumah korban kebakaran lainnya dapat terbangun kembali. Ia tentu tak ingin menjadi beban keluarga yang rumahnya ia tumpangi. Minimal, rumah baru yang akan dibangunnya nanti, layak untuk ditinggali bersama keluarga kecilnya.

“Kita akan ajukan ke Wali Kota, lewat camat untuk minta surat bantuan pembangunan rumah,” tutur dia.

Pasca kebakaran, bantuan kepada para korban terdampak kebakaran berdatangan. Wadah Himpun Kasih Ai Xin salah satunya. Organisasi ini memberikan bantuan uang tunai kepada korban yang rumahnya mengalami kerusakan total maupun yang rusak sebagian. bantuan total sebesar Rp12 juta itu masing-masing Rp2,5 juta untuk empat rumah yang rusak total, dan masing-masing satu juta rupiah untuk dua rumah yang mengalami kerusakan sebagian.

Sekretaris Umum Ai Xin, Frendys Lu, mengatakan, kasih Ai Xin selalu hadir ditengah saudara yang sedang tertimpah musibah. “Kami membawa misi sosial yang tidak membedakan suku, dan agama apapun,” ucap Frendys.

Baca Juga :  Cerita dan Peran Public Figure Perangi Covid-19

Selain Frendys, rombongan Ai xin juga dihadiri oleh Ketua Bidang Sosial, Lie Siak Yang; Pengawas, Tai Djin Hok; Koordinator Siantan, Pit Jun, dan sejumlah anggota tim sosial lainnya.

Camat Pontianak Utara, Aulia Chandra, menuturkan rasa terima kasih kepada sejumlah organisasi yang telah memberikan bantuan kepada para korban kebakaran di Gang Sadaraya. Menurutnya bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi korban terdampak.

“Apapun harus kita berikan dan berbuat untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat,” tutur dia.

Menurutnya, batuan dari Pemerintah Kota Pontianak melalui BPBD sudah diberikan kepada para korban. Pihaknya juga akan mengajukan kepada Pemerintah Kota Pontianak bantuan pembangunan rumah.

Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Tanjaya berharap, bencana kebakaran bangunan semestinya menjadi perhatian penting pemerintah. Dia berharap pemerintah memiliki daya dukung yang mumpuni dalam mengatasi kebakaran yang saat ini terus menjadi ancaman. Diakuinya, daya dukung pemadam kebakaran swasta sedang menipis.

“Kebakaran memang musibah yang tidak mengenal waktu dan tempat. Kami tentu berharap pemerintah bisa punya kekuatan untuk mengatasi masalah kebakaran ini. Kami yang pemadam swasta ini siap untuk bergotong-royong, tapi kocek kami juga seding tipis. Kondisi ekonomi lagi turun,” jelas Ateng.**

*Bantuan Korban Kebakaran di Gang Sadaraya Mengalir

Tiga hari pasca kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah, di Gang Sadaraya, Jalan Gusti Situt Mahmud, Pontianak Utara, sejumlah relawan datang memberikan bantuan kepada para korban terdampak. Musibah yang merenggut satu nyawa tersebut, memantik keprihatian banyak organisasi sosial, tak terkecuali Wadah Himpun Kasih Ai Xin. Kemarin (12/11) rombongan organisasi tersebut berkunjung ke lokasi kejadian.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Garis polisi masih tampak terbentang di lokasi kebakaran yang terjadi pada Sabtu (9/11) malam tersebut. Puing bangunan sisa terbakar api, seperti kayu dan seng rumah masih terlihat jelas di lokasi itu. Masih terniang di benak Wahyu (37), salah satu korban, akan buasnya api yang melahap rumah yang menjadi tempat tinggal dirinya, istri dan ketiga anakny itu.

“Waktu mau keluar beli makanan, saat memalingkan (wajah) ke arah belakang, api terlihat dari rumah keluarga,” ungkap dia, mengingat peristiwa naas tersebut.

Saat itu dirinya sudah berupaya keras agar si jago merah tak merambat ke rumahnya. Ikhtiarnya bersama para warga lain, dan pemadam kebakaran, nyatanya belum mampu membendung kuatnya api saat itu. Apalagi, rumahnya sebagian besar berkonstruksi kayu. Hanguslah rumahnya malam itu, beserta tiga unit rumah lainnya yang letaknya saling bersebelahan. Kini, ia harus menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Ai Xin Bantu Dua Anak Muda Kurang Mampu

Tak tampak wajah sedih di wajah Wahyu siang itu (12/11). Ia tampak tersenyum menyambut kedatangan sejumlah organisasi yang dengan ringan tangan memberikan bantuan. Diakuinya, sudah ada belasan bantuan yang datan, baik itu secara personal mapun dari organisasi.

“Bantuan sudah dari beberapa belas relawan, dari ormas, dan lain-lain. Ini tentu meringankan bena kami,” kata dia.

Wahyu, saat ini berupaya agar rumahnya, dan rumah korban kebakaran lainnya dapat terbangun kembali. Ia tentu tak ingin menjadi beban keluarga yang rumahnya ia tumpangi. Minimal, rumah baru yang akan dibangunnya nanti, layak untuk ditinggali bersama keluarga kecilnya.

“Kita akan ajukan ke Wali Kota, lewat camat untuk minta surat bantuan pembangunan rumah,” tutur dia.

Pasca kebakaran, bantuan kepada para korban terdampak kebakaran berdatangan. Wadah Himpun Kasih Ai Xin salah satunya. Organisasi ini memberikan bantuan uang tunai kepada korban yang rumahnya mengalami kerusakan total maupun yang rusak sebagian. bantuan total sebesar Rp12 juta itu masing-masing Rp2,5 juta untuk empat rumah yang rusak total, dan masing-masing satu juta rupiah untuk dua rumah yang mengalami kerusakan sebagian.

Sekretaris Umum Ai Xin, Frendys Lu, mengatakan, kasih Ai Xin selalu hadir ditengah saudara yang sedang tertimpah musibah. “Kami membawa misi sosial yang tidak membedakan suku, dan agama apapun,” ucap Frendys.

Baca Juga :  Pasokan Kedelai dan Permintaan Konsumen Tetap Normal

Selain Frendys, rombongan Ai xin juga dihadiri oleh Ketua Bidang Sosial, Lie Siak Yang; Pengawas, Tai Djin Hok; Koordinator Siantan, Pit Jun, dan sejumlah anggota tim sosial lainnya.

Camat Pontianak Utara, Aulia Chandra, menuturkan rasa terima kasih kepada sejumlah organisasi yang telah memberikan bantuan kepada para korban kebakaran di Gang Sadaraya. Menurutnya bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi korban terdampak.

“Apapun harus kita berikan dan berbuat untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat,” tutur dia.

Menurutnya, batuan dari Pemerintah Kota Pontianak melalui BPBD sudah diberikan kepada para korban. Pihaknya juga akan mengajukan kepada Pemerintah Kota Pontianak bantuan pembangunan rumah.

Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Tanjaya berharap, bencana kebakaran bangunan semestinya menjadi perhatian penting pemerintah. Dia berharap pemerintah memiliki daya dukung yang mumpuni dalam mengatasi kebakaran yang saat ini terus menjadi ancaman. Diakuinya, daya dukung pemadam kebakaran swasta sedang menipis.

“Kebakaran memang musibah yang tidak mengenal waktu dan tempat. Kami tentu berharap pemerintah bisa punya kekuatan untuk mengatasi masalah kebakaran ini. Kami yang pemadam swasta ini siap untuk bergotong-royong, tapi kocek kami juga seding tipis. Kondisi ekonomi lagi turun,” jelas Ateng.**

Most Read

Artikel Terbaru

/