alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Bikin Konten Youtube Solusi Mengajar Mahasiswa dari Rumah

Proses belajar mengajar harus tetap berjalan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Berbagai cara pun ditempuh, termasuk membuat konten video via Youtube. Adalah Ustaz Harjani Hefni, mengampu Mata Kuliah Komunikasi Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, menempuh langkah itu.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Proses belajar mengajar secara tatap langsung tak lagi dapat ia lakukan, menyusul adanya arahan belajar di rumah, dampak wabah covid-10. Kuliah secara daring kini tidak dapat lagi dihindarkan. Berangkat dari hal itu, ia mencoba membuka sebuah kanal youtube, dengan nama: Channel Kuliah Komunikasi Islam.

“Program e-learning atau kuliah online sebenarnya sudah beberapa tahun ini digalakkan oleh pemerintah. Pembuatan konten ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari penyediaan konten kuliah e-learning. Apalagi dengan kondisi yang ada sekarang, maka pembelajaran e-learning tidak mungkin terhindarkan,” ungkap Harjani, kepada Pontianak Post, kemarin.

Secara umum, konten yang disajikan berkaitan dengan materi Komunikasi Islam, antara lain hakikat Komunikasi Islam, kekhasan komunikasi Islam dibanding komunikasi umum, konsep dasar komunikasi Islam, prinsip-prinsip dasar komunikasi Islam, serta cara menyampaikan pesan secara islami. Niat awalnya, konten tersebut ia tujukan bagi mahasiswa Komunikasi Islam IAIN. Namun mengingat urgensinya, ia rasa semua orang Islam memerlukan konten ini.

Baca Juga :  Ayo #dietplastik dari Sekarang

“Melihat urgensinya, saya akhirnya buka Youtube untuk umum, karena semua orang Islam memerlukan konten ini. Setiap kata yang kita ucapkan dicatat oleh malaikat, karenanya kita harus tahu, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,” jelas dia.

Video pertama, ia unggah pada 1 April 2020 yang lalu. Pembuatan video, ia lakukan empat hari dari satu minggu. Dalam satu hari, minimal ada empat video yng direkam. Setiap hari, minimal satu video diunggah, dengan durasi video sekitar 10-13 menit. Kini, sudah ada sekitar 14 video pembelajaran tentang komunikasi Islam yang tersedia di kanal tersebut. Ia pun sudah melakukan perekaman sebanyak 54 konten untuk diunggah kemudian.

“Saya juga berharap para penyuluh agama memanfaatkan konten ini karena sangat diperlukan oleh mereka. Demikian juga wartawan yang muslim. Mereka perlu prinsip-prinsip pembuatan berita, mana yang boleh dipublikasi dan mana yang tidak boleh,” jelas dia.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Negatif

Konten ini, dikatakan dia, dihadirkan sebagai rasa tanggung jawab sebagai seorang dosen yang sudah dititipi orangtua mahasiswa. Mereka berharap banyak dengan para pengajar, sehingga harus ada usaha untuk menyediakan pembelajaran yang terbaik untuk para mahasiswa. Karenanya, ia juga sangat hati-hati membuat konten belajar ini.

“Kalau sudah di-upload, pertanggungjawabannya besar. Kalau ditonton orang, ternyata salah dan jadi rujukan orang, akan berbahaya,” kata dia.

Metode pembelajaran via video menurutnya juga punya kelebihan, salah satunya dapat diulang-ulang kapan saja diperlukan. Tetapi kekurangannya, memerlukan paket data yang besar. “Karenanya bagi mahasiswa yang keberatan mengakses karena kemampuan, kami meminta mereka untuk membaca buku dan diskusi dengan temannya yang sudah menonton,” jelas dia.

Di sisi lain, untuk penilaian dan evaluasi dari pembelajaran dengan video ini, ia akan tetap memberikan tes kepada para mahasiswanya. “Untuk evaluasinya, tetap diberikan tes mid semester dan ujian akhir semester,” pungkas dia. (*)

Proses belajar mengajar harus tetap berjalan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Berbagai cara pun ditempuh, termasuk membuat konten video via Youtube. Adalah Ustaz Harjani Hefni, mengampu Mata Kuliah Komunikasi Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, menempuh langkah itu.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Proses belajar mengajar secara tatap langsung tak lagi dapat ia lakukan, menyusul adanya arahan belajar di rumah, dampak wabah covid-10. Kuliah secara daring kini tidak dapat lagi dihindarkan. Berangkat dari hal itu, ia mencoba membuka sebuah kanal youtube, dengan nama: Channel Kuliah Komunikasi Islam.

“Program e-learning atau kuliah online sebenarnya sudah beberapa tahun ini digalakkan oleh pemerintah. Pembuatan konten ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari penyediaan konten kuliah e-learning. Apalagi dengan kondisi yang ada sekarang, maka pembelajaran e-learning tidak mungkin terhindarkan,” ungkap Harjani, kepada Pontianak Post, kemarin.

Secara umum, konten yang disajikan berkaitan dengan materi Komunikasi Islam, antara lain hakikat Komunikasi Islam, kekhasan komunikasi Islam dibanding komunikasi umum, konsep dasar komunikasi Islam, prinsip-prinsip dasar komunikasi Islam, serta cara menyampaikan pesan secara islami. Niat awalnya, konten tersebut ia tujukan bagi mahasiswa Komunikasi Islam IAIN. Namun mengingat urgensinya, ia rasa semua orang Islam memerlukan konten ini.

Baca Juga :  Bukan 3M Lagi, Tapi Sudah Sosialisasi 5M

“Melihat urgensinya, saya akhirnya buka Youtube untuk umum, karena semua orang Islam memerlukan konten ini. Setiap kata yang kita ucapkan dicatat oleh malaikat, karenanya kita harus tahu, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,” jelas dia.

Video pertama, ia unggah pada 1 April 2020 yang lalu. Pembuatan video, ia lakukan empat hari dari satu minggu. Dalam satu hari, minimal ada empat video yng direkam. Setiap hari, minimal satu video diunggah, dengan durasi video sekitar 10-13 menit. Kini, sudah ada sekitar 14 video pembelajaran tentang komunikasi Islam yang tersedia di kanal tersebut. Ia pun sudah melakukan perekaman sebanyak 54 konten untuk diunggah kemudian.

“Saya juga berharap para penyuluh agama memanfaatkan konten ini karena sangat diperlukan oleh mereka. Demikian juga wartawan yang muslim. Mereka perlu prinsip-prinsip pembuatan berita, mana yang boleh dipublikasi dan mana yang tidak boleh,” jelas dia.

Baca Juga :  870 Nakes Terima Vaksinasi Covid-19

Konten ini, dikatakan dia, dihadirkan sebagai rasa tanggung jawab sebagai seorang dosen yang sudah dititipi orangtua mahasiswa. Mereka berharap banyak dengan para pengajar, sehingga harus ada usaha untuk menyediakan pembelajaran yang terbaik untuk para mahasiswa. Karenanya, ia juga sangat hati-hati membuat konten belajar ini.

“Kalau sudah di-upload, pertanggungjawabannya besar. Kalau ditonton orang, ternyata salah dan jadi rujukan orang, akan berbahaya,” kata dia.

Metode pembelajaran via video menurutnya juga punya kelebihan, salah satunya dapat diulang-ulang kapan saja diperlukan. Tetapi kekurangannya, memerlukan paket data yang besar. “Karenanya bagi mahasiswa yang keberatan mengakses karena kemampuan, kami meminta mereka untuk membaca buku dan diskusi dengan temannya yang sudah menonton,” jelas dia.

Di sisi lain, untuk penilaian dan evaluasi dari pembelajaran dengan video ini, ia akan tetap memberikan tes kepada para mahasiswanya. “Untuk evaluasinya, tetap diberikan tes mid semester dan ujian akhir semester,” pungkas dia. (*)

Most Read

Cegah DBD, Pantau Jentik Berkala

Jangan Bakar Lahan

Jelang Nataru, Warga Diminta Tahan Diri

Artikel Terbaru

/