alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Dua Kapal Patroli Baru TNI-AL Hasil Produksi Perusahaan Lokal Pontianak

Penuhi Kebutuhan Alutsista, Jaga Keamanan Perairan NKRI

Dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 M akan memperkuat  jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Kapal patroli dengan panjang 28,98 meter itu merupakan produksi perusahaan lokal Pontianak.

Sigit Adriyanto, Pontianak

DUA kapal tersebut diserahkan di Dermaga Lantamal XII Pontianak, kemarin pagi yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dari Direktur PT. Steadfast Marine, Rudy Kurniawan Logam kepada Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo.

Selanjutnya Kadismatal menyerahkan kembali kepada Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda Moelyanto yang disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Siwi Sukma Adji, pembuatan dua kapal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL, terutama untuk penegakan kedaulatan dan hukum di laut.

“Di samping itu, juga untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka keamanan di wilayah perairan atau laut NKRI,” katanya saat diwawancarai awak media.

Baca Juga :  KUR dan Paylater, Cerita Pelaku UMKM di Kalbar dalam Memilih Modal Usaha

Usai diserahterimakan, dua kapal perang tersebut akan dilatihkan selama dua atau tiga bulan di Pontianak. Setelah itu baru akan dilakukan penempatan. Namun, sejauh ini lokasi penempatan masih belum dipastikan. “Apakah nantinya akan ditempatkan di wilayah Kalbar atau di tempat lain, nanti akan kita sesuaikan,” ucapnya.

Menurut Siwi, lazimnya dua kapal tersebut ditempatkan di Kalbar guna memudahkan pemeliharaan atau perbaikan dan demi memberikan kontribusi bagi masyarakat. Hal ini mengingat perusahaan produsen kapal yang berada di Kalbar.

“Bahwa hasil daripada perusahaan galangan ini benar-benar dapat memberikan suatu manfaat bagi daerah maupun kepada negara, khususnya angkatan laut,” tandasnya.

Sementara itu, Rudy Kurniawan Logam mengucapkan terima kasih atas kepercayaan TNI AL yang telah memilih PT. Steadfast Marine sebagai produsen dua kapal tersebut. Kapal patroli ini, kata Rudy, berbahan aluminium yang dibangun dengan standar klasifikasi bureau veritas. Panjang keseluruhan (LOA) kapal mencapai 28,98 meter, dan lebar (moulded) (B) 06.20 meter. Kapal ini juga dilengkapi dengan dua mesin utama 1900 BHP dengan kecepatan hingga 28.00 knots.

Baca Juga :  26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

“Dalam proses pengerjaan, PT. Steadfast Marine telah menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ujar Rudy. Ke depan,  pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu kapal-kapal yang dibangun di galangan sambil menyempurnakan desain dan teknologinya.

Sementara untuk saat ini, sambungnya, Steadfast Marine juga terus meningkatkan kemampuan fasilitas di galangannya guna memberikan sumbangsih pada kebutuhan khusus kapal militer.

“Kami ingin menjadi salah satu galangan di Indonesia yang memiliki teknologi canggih, dan kapal militer adalah kapal berteknologi tinggi. Untuk itu, kami bekerja sama dengan damen dan safehaven yang sudah berpengalaman di bidang dunia militer,” pungkasnya. (*)

 

Penuhi Kebutuhan Alutsista, Jaga Keamanan Perairan NKRI

Dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 M akan memperkuat  jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Kapal patroli dengan panjang 28,98 meter itu merupakan produksi perusahaan lokal Pontianak.

Sigit Adriyanto, Pontianak

DUA kapal tersebut diserahkan di Dermaga Lantamal XII Pontianak, kemarin pagi yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dari Direktur PT. Steadfast Marine, Rudy Kurniawan Logam kepada Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo.

Selanjutnya Kadismatal menyerahkan kembali kepada Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda Moelyanto yang disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Siwi Sukma Adji, pembuatan dua kapal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL, terutama untuk penegakan kedaulatan dan hukum di laut.

“Di samping itu, juga untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka keamanan di wilayah perairan atau laut NKRI,” katanya saat diwawancarai awak media.

Baca Juga :  Merasakan Aura Joker Lewat 131 Anak Tangga

Usai diserahterimakan, dua kapal perang tersebut akan dilatihkan selama dua atau tiga bulan di Pontianak. Setelah itu baru akan dilakukan penempatan. Namun, sejauh ini lokasi penempatan masih belum dipastikan. “Apakah nantinya akan ditempatkan di wilayah Kalbar atau di tempat lain, nanti akan kita sesuaikan,” ucapnya.

Menurut Siwi, lazimnya dua kapal tersebut ditempatkan di Kalbar guna memudahkan pemeliharaan atau perbaikan dan demi memberikan kontribusi bagi masyarakat. Hal ini mengingat perusahaan produsen kapal yang berada di Kalbar.

“Bahwa hasil daripada perusahaan galangan ini benar-benar dapat memberikan suatu manfaat bagi daerah maupun kepada negara, khususnya angkatan laut,” tandasnya.

Sementara itu, Rudy Kurniawan Logam mengucapkan terima kasih atas kepercayaan TNI AL yang telah memilih PT. Steadfast Marine sebagai produsen dua kapal tersebut. Kapal patroli ini, kata Rudy, berbahan aluminium yang dibangun dengan standar klasifikasi bureau veritas. Panjang keseluruhan (LOA) kapal mencapai 28,98 meter, dan lebar (moulded) (B) 06.20 meter. Kapal ini juga dilengkapi dengan dua mesin utama 1900 BHP dengan kecepatan hingga 28.00 knots.

Baca Juga :  Toleransi yang Tak Bisa Dikikis Pandemi

“Dalam proses pengerjaan, PT. Steadfast Marine telah menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ujar Rudy. Ke depan,  pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu kapal-kapal yang dibangun di galangan sambil menyempurnakan desain dan teknologinya.

Sementara untuk saat ini, sambungnya, Steadfast Marine juga terus meningkatkan kemampuan fasilitas di galangannya guna memberikan sumbangsih pada kebutuhan khusus kapal militer.

“Kami ingin menjadi salah satu galangan di Indonesia yang memiliki teknologi canggih, dan kapal militer adalah kapal berteknologi tinggi. Untuk itu, kami bekerja sama dengan damen dan safehaven yang sudah berpengalaman di bidang dunia militer,” pungkasnya. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/