alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Komunitas Camper Van di Pontianak, Camping Dulu Curhat Kemudian

Berawal dari memiliki hobi yang sama yaitu camping, menjadi semangat terbentuk Komunitas Camper Van di Pontianak. Sebuah komunitas camping keluarga yang anggotanya dari berbagai profesi. Komunitas ini pun punya tagline, Camping Dulu Curhat Kemudian.

Ramses Tobing, Pontianak

Komunitas Camper Van di Pontianak baru mulai terbentuk September 2021. Para anggota pun tak sengaja bisa bertemu. Mulanya berkomunikasi dari media sosial. Kemudian berpindah menjadi “kopi darat”. Istilah untuk bertemu langsung meski sudah mengenal dari media sosial.

Munculnya Komunitas Camper Van di Pontianak sebenarnya bagian dari euforia komunitas serupa di daerah lain luar Kalimantan Barat. Komunitas ada di beberapa provinsi seperti di Pulau Jawa dan Sumatra.

“Makin kesini makin ramai karena masifnya posting di media sosial yang kemudian tersebar. Sampai di Kalimantan Barat rupanya sudah ada grup di medsos. Bulan japri-japrian akhirnya kopi darat untuk bertemu,” kata Hendra Sulistiawan, Ketua Komunitas Camper Van saat diwawancarai Pontianak Post, beberapa waktu lalu.

Hendra mengatakan keinginan kuat untuk kopdar terwujud. Sebab para anggota komunitas ini adalah orang-orang yang kerap camping meski belum berbentuk komunitas. Hingga akhirnya dari pertemuan disepakati untuk camping bareng. Tepatnya September 2021.

Hendra mengatakan para anggota lebih cepat membaur satu sama lain meski baru berkenalan. Salah satu faktor, dulunya para anggota merupakan penghobi kegiatan alam bebas. Seperti pramuka, pecinta alam, pemancing dan hingga pemain sepeda.

“Jadi sudah terbiasa dengan alam bebas, ketika disatukan dengan Camper Van ini jadi cocok. Yang kami rasa, ada situasi dimana suasana kedekatan antar member,” cerita pria yang menjadi Dosen IKIP ini.

Beberapa anggota Komunitas Camper Van Pontianak. (Istimewa)

Hendra menyebutkan saat ini jumlah member komunitas mencapai 80 orang. Terhitung sudah camping di lima destinasi wisata. Pantai Samudra Indah (Bengkayang), Pantai Pasir Panjang (Pak Lotay-Singkawang), Danau Belibis (Sanggau), Riam Parangek (Bengkayang) dan Wisata Alam Indah Lestari (Teluk Pakedai-Kubu Raya).

Baca Juga :  Wali Kota Pontianak Butuh Dukungan Semua Pihak Wujudkan Kota Pintar

“Sebagian besar member aktif untuk camping bersama,” kata pria berusia 34 tahun ini.

Hendra menjelaskan tidak ada syarat tertentu untuk bergabung dengan komunitas ini. Para member pun tidak harus memiliki mobil. Bahkan jika hanya memiliki motor tetap bisa menjadi member di komunitas ini.

Sementara jika memiliki mobil tidak harus dimodifikasi sedemikian rupa layaknya Camper Van yang memiliki fasilitas lengkap di dalam kabin. Bahkan ada para member yang memiliki pikap. Kendaraan ini kerap dipakai jika camping bareng digelar.

“Kami tidak membatasi yang mau bergabung. Apakah sudah memiliki mobil atau belum karena intinya camping saja dulu,” kata Hendra.

Namun ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Yakni para member harus kopi darat minimal. Tujuannya kata Hendra biar saling kenal satu sama lain. Para member bisa bertemu langsung dan tidak hanya melalui grup di media sosial.

“Makanya ada semacam tagline kami, camping saja dulu curhatnya kemudian,” cerita Hendra.

Kemudian dilanjutkan syarat lainnya harus memiliki kelengkapan surat-surat saat berkendaraan. Seperti STNK hingga SIM. Kedua hal ini penting mengingatkan kelengkapan yang harus dibawa ketika dalam perjalanan menuju ke lokasi camping.

Selain itu para member juga tidak harus konvoi ketika digelar agenda camping bersama.

“Prinsipnya kegiatan di alam bebas maka jangan mengganggu kenyamanan berlalu lintas kendaraan lain. Jika konvoi diusahakan tidak terlalu ramai, karena bukan acara yang penting juga. Sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lain termasuk saat camping di lokasi wisata,” jelas Hendra.

Baca Juga :  Relakan Uang Jatah Kuota Internet untuk Donasi

Menurut Hendra yang menarik selama camping digelar adalah saat kumpul bersama di malam hari. Yang menarik, kata Hendra, para ibu-ibu akan kumpul bersama. Begitu juga dengan bapak-bapak. Obrolan yang dibahas seputar camping, peralatan dan saling sharing.

Sementara anak-anak berkumpul bersama dengan sesuainya. Ketika anak-anak berkumpul dikatakan Hendra, mereka melupakan gadget.

“Anak saat berkumpul sibuk dengan dunia mereka sendiri. Tidak menggunakan gadget dan itu yang nilai dirasa positif. Sementara kami yang bapak-bapak saling sharing sambil menikmati kopi,” jelas Hendra.

Wakil Ketua Komunitas Camper Van Agus Salim mengatakan beberapa bakti dilakukan saat camping bareng. Seperti menanam pohon. Kemudian menabur benih ikan serta menyiapkan tempat-tempat sampah di lokasi destinasi wisata.

“Kami berupaya aksi sosial ini terus dilakukan ketika digelar camping bareng meskipun hanya menyumbangkan satu tong sampah sehingga ada nilai sosial yang disumbangkan,” tambah Agus.

Agus menambahkan agenda camping bareng yang dilakukan disepakati bersama. Biasanya lokasi dan waktu pelaksanaan camping dilempar di grup. Jika para member setuju maka akan mengisi kesiapan untuk ikut serta camping bareng.

Dan biasanya dikatakan Agus agenda camping bareng digelar akhir pekan. Sabtu dan Minggu. Namun ada juga yang memiliki berangkat Jumat saat aktivitas pekerjaan mulai longgar.

Biasanya juga camping hanya digelar dua hari satu malam. Namun untuk daerah-daerah yang jauh biasanya tiga hari dua malam.

“Di hari minggu teman-teman balik lagi ke Pontianak karena Senin harus bekerja kembali,” kata Agus.

Agus mengatakan rencananya Komunitas Camper Van ini akan dilaunching 19-20 Februari 2021 di Pasir Panjang Pak Lotay Singkawang. Ini merupakan destinasi wisata yang keenam dikunjungi para member Komunitas Camper Van Pontianak. (*)

Berawal dari memiliki hobi yang sama yaitu camping, menjadi semangat terbentuk Komunitas Camper Van di Pontianak. Sebuah komunitas camping keluarga yang anggotanya dari berbagai profesi. Komunitas ini pun punya tagline, Camping Dulu Curhat Kemudian.

Ramses Tobing, Pontianak

Komunitas Camper Van di Pontianak baru mulai terbentuk September 2021. Para anggota pun tak sengaja bisa bertemu. Mulanya berkomunikasi dari media sosial. Kemudian berpindah menjadi “kopi darat”. Istilah untuk bertemu langsung meski sudah mengenal dari media sosial.

Munculnya Komunitas Camper Van di Pontianak sebenarnya bagian dari euforia komunitas serupa di daerah lain luar Kalimantan Barat. Komunitas ada di beberapa provinsi seperti di Pulau Jawa dan Sumatra.

“Makin kesini makin ramai karena masifnya posting di media sosial yang kemudian tersebar. Sampai di Kalimantan Barat rupanya sudah ada grup di medsos. Bulan japri-japrian akhirnya kopi darat untuk bertemu,” kata Hendra Sulistiawan, Ketua Komunitas Camper Van saat diwawancarai Pontianak Post, beberapa waktu lalu.

Hendra mengatakan keinginan kuat untuk kopdar terwujud. Sebab para anggota komunitas ini adalah orang-orang yang kerap camping meski belum berbentuk komunitas. Hingga akhirnya dari pertemuan disepakati untuk camping bareng. Tepatnya September 2021.

Hendra mengatakan para anggota lebih cepat membaur satu sama lain meski baru berkenalan. Salah satu faktor, dulunya para anggota merupakan penghobi kegiatan alam bebas. Seperti pramuka, pecinta alam, pemancing dan hingga pemain sepeda.

“Jadi sudah terbiasa dengan alam bebas, ketika disatukan dengan Camper Van ini jadi cocok. Yang kami rasa, ada situasi dimana suasana kedekatan antar member,” cerita pria yang menjadi Dosen IKIP ini.

Beberapa anggota Komunitas Camper Van Pontianak. (Istimewa)

Hendra menyebutkan saat ini jumlah member komunitas mencapai 80 orang. Terhitung sudah camping di lima destinasi wisata. Pantai Samudra Indah (Bengkayang), Pantai Pasir Panjang (Pak Lotay-Singkawang), Danau Belibis (Sanggau), Riam Parangek (Bengkayang) dan Wisata Alam Indah Lestari (Teluk Pakedai-Kubu Raya).

Baca Juga :  Cap Go Meh tanpa Perayaan, Tatung pun “Pensiun” Pawai

“Sebagian besar member aktif untuk camping bersama,” kata pria berusia 34 tahun ini.

Hendra menjelaskan tidak ada syarat tertentu untuk bergabung dengan komunitas ini. Para member pun tidak harus memiliki mobil. Bahkan jika hanya memiliki motor tetap bisa menjadi member di komunitas ini.

Sementara jika memiliki mobil tidak harus dimodifikasi sedemikian rupa layaknya Camper Van yang memiliki fasilitas lengkap di dalam kabin. Bahkan ada para member yang memiliki pikap. Kendaraan ini kerap dipakai jika camping bareng digelar.

“Kami tidak membatasi yang mau bergabung. Apakah sudah memiliki mobil atau belum karena intinya camping saja dulu,” kata Hendra.

Namun ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Yakni para member harus kopi darat minimal. Tujuannya kata Hendra biar saling kenal satu sama lain. Para member bisa bertemu langsung dan tidak hanya melalui grup di media sosial.

“Makanya ada semacam tagline kami, camping saja dulu curhatnya kemudian,” cerita Hendra.

Kemudian dilanjutkan syarat lainnya harus memiliki kelengkapan surat-surat saat berkendaraan. Seperti STNK hingga SIM. Kedua hal ini penting mengingatkan kelengkapan yang harus dibawa ketika dalam perjalanan menuju ke lokasi camping.

Selain itu para member juga tidak harus konvoi ketika digelar agenda camping bersama.

“Prinsipnya kegiatan di alam bebas maka jangan mengganggu kenyamanan berlalu lintas kendaraan lain. Jika konvoi diusahakan tidak terlalu ramai, karena bukan acara yang penting juga. Sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lain termasuk saat camping di lokasi wisata,” jelas Hendra.

Baca Juga :  Bersiasat Cari Penghasilan Lain Sambil Menunggu Pohon Berbuah

Menurut Hendra yang menarik selama camping digelar adalah saat kumpul bersama di malam hari. Yang menarik, kata Hendra, para ibu-ibu akan kumpul bersama. Begitu juga dengan bapak-bapak. Obrolan yang dibahas seputar camping, peralatan dan saling sharing.

Sementara anak-anak berkumpul bersama dengan sesuainya. Ketika anak-anak berkumpul dikatakan Hendra, mereka melupakan gadget.

“Anak saat berkumpul sibuk dengan dunia mereka sendiri. Tidak menggunakan gadget dan itu yang nilai dirasa positif. Sementara kami yang bapak-bapak saling sharing sambil menikmati kopi,” jelas Hendra.

Wakil Ketua Komunitas Camper Van Agus Salim mengatakan beberapa bakti dilakukan saat camping bareng. Seperti menanam pohon. Kemudian menabur benih ikan serta menyiapkan tempat-tempat sampah di lokasi destinasi wisata.

“Kami berupaya aksi sosial ini terus dilakukan ketika digelar camping bareng meskipun hanya menyumbangkan satu tong sampah sehingga ada nilai sosial yang disumbangkan,” tambah Agus.

Agus menambahkan agenda camping bareng yang dilakukan disepakati bersama. Biasanya lokasi dan waktu pelaksanaan camping dilempar di grup. Jika para member setuju maka akan mengisi kesiapan untuk ikut serta camping bareng.

Dan biasanya dikatakan Agus agenda camping bareng digelar akhir pekan. Sabtu dan Minggu. Namun ada juga yang memiliki berangkat Jumat saat aktivitas pekerjaan mulai longgar.

Biasanya juga camping hanya digelar dua hari satu malam. Namun untuk daerah-daerah yang jauh biasanya tiga hari dua malam.

“Di hari minggu teman-teman balik lagi ke Pontianak karena Senin harus bekerja kembali,” kata Agus.

Agus mengatakan rencananya Komunitas Camper Van ini akan dilaunching 19-20 Februari 2021 di Pasir Panjang Pak Lotay Singkawang. Ini merupakan destinasi wisata yang keenam dikunjungi para member Komunitas Camper Van Pontianak. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/