Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosialisasi Layanan Pajak Daerah, Ajak Warga Lebih Aktif Bayar Pajak Daerah

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
LAYANAN: Samsat membuka layanan pajak keliling untuk memudahkan warga dalam membayar pajak di Pontianak. (ISTIMEWA)
LAYANAN: Samsat membuka layanan pajak keliling untuk memudahkan warga dalam membayar pajak di Pontianak. (ISTIMEWA)

Advertisement

Di Aula Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara suasana tampak berbeda. Sekitar 140 warga, mulai dari tokoh masyarakat hingga para ketua RT dan RW, duduk berderet, menyimak paparan yang tak sekadar bicara angka, tetapi tentang masa depan kota yang mereka huni.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

DI hadapan mereka, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, membuka sosialisasi berbagai layanan pajak daerah, mulai dari opsen PKB, opsen BBNKB, PBB-P2 hingga PBJT, yang dikemas melalui layanan Go Kecamatan (Gokatan). Namun lebih dari itu, ia sedang merajut satu pesan penting: pembangunan kota tidak berdiri sendiri, melainkan bertumpu pada partisipasi warganya.

Advertisement

“Sekitar 35 persen pembiayaan pembangunan Kota Pontianak berasal dari pendapatan asli daerah,” ujarnya, menegaskan bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama kemajuan kota.

Di balik angka itu, ada jalan-jalan yang diperbaiki, fasilitas kesehatan yang terus melayani, dan ruang-ruang pendidikan yang tetap hidup. Pajak, dalam narasi Amirullah, menjelma menjadi jembatan antara kontribusi warga dan manfaat yang kembali mereka rasakan.

Advertisement

Ia menggambarkan bagaimana setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat berputar kembali ke ruang publik—menghidupkan layanan, menjaga infrastruktur, dan memastikan roda pembangunan terus bergerak.

“Kontribusi masyarakat melalui pajak memberikan dampak langsung,” katanya, memberi makna konkret pada sesuatu yang kerap terasa abstrak.

Pontianak, lanjutnya, termasuk daerah dengan capaian Pendapatan Asli Daerah yang cukup tinggi di Kalimantan Barat. Capaian ini, menurut Amirullah, bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi juga cerminan kesadaran kolektif warganya.

Kesadaran itulah yang kini ingin terus dipupuk. Terlebih dengan hadirnya kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, yang memungkinkan penerimaan langsung masuk ke kas daerah. Mekanisme ini membuka ruang percepatan, anggaran bisa lebih cepat dialokasikan, program pembangunan lebih lekas dijalankan.

Namun, di tengah berbagai kebijakan dan sistem, Amirullah menekankan satu hal yang tak kalah penting: kemudahan akses dan pemahaman. Melalui layanan seperti Gokatan, pemerintah berupaya mendekatkan layanan pajak ke tengah masyarakat, sekaligus membuka ruang dialog.

Advertisement

Artikel Terkait

Dibangun di Lahan Negara, Begini Progres Markas Yon TP 927/Uncak Kapuas

Dibangun di Lahan Negara, Begini Progres Markas Yon TP 927/Uncak Kapuas

Pembangunan markas Yon TP 927/Uncak Kapuas di Kalis, Kapuas Hulu, terus dikebut. Targetnya, prajurit sudah mulai pindah pada Januari 2027.

Bupati Sintang Serahkan Empat Belas Usulan Pembangunan Infrastruktur Kepada Komisi V DPR

Bupati Sintang Serahkan Empat Belas Usulan Pembangunan Infrastruktur Kepada Komisi V DPR

Guna tingkatkan infrastruktur, Pemkab Sintang ajukan 14 usulan prioritas pembangunan untuk dibiayai APBN pemerintah pusat.

Kodim Sanggau Klarifikasi Proyek KDKMP Belum Rampung, Konsultan Diminta Bertanggung Jawab

Kodim Sanggau Klarifikasi Proyek KDKMP Belum Rampung, Konsultan Diminta Bertanggung Jawab

Dana sudah cair tapi 12 proyek KDKMP di Sanggau tak kunjung beres. Kodim 1204 ganti konsultan dan tuntut pertanggungjawaban anggaran!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer