Sambut Hari Bhayangkara ke-80: Tabur Bunga Menjadi Cermin Pengabdian Tanpa Henti

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalbar berziarah ke TMP Dharma Patria Jaya. Di antara pusara para pahlawan, semangat pengabdian dan penghormatan kembali diteguhkan.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
LANGKAH para personel Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berjalan perlahan menyusuri deretan pusara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (24/6). Di bawah langit pagi yang teduh, satu per satu bunga ditaburkan sebagai tanda hormat kepada mereka yang telah lebih dahulu mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalbar memilih kembali menengok jejak sejarah. Bukan sekadar menjalankan tradisi tahunan, tetapi menghidupkan kembali ingatan tentang perjuangan yang menjadi fondasi lahirnya Indonesia.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, Poltekes Pontianak Edukasi Personal Safety Skill pada Anak
Upacara ziarah dipimpin Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono dan diikuti para pejabat utama Polda Kalbar serta Bhayangkari. Suasana berlangsung khidmat.
Penghormatan kepada arwah para pahlawan menjadi pembuka rangkaian kegiatan, dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan sebelum rombongan melakukan tabur bunga di pusara para pejuang.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, momen seperti ini menjadi ruang refleksi bagi insan Bhayangkara. Di antara nisan-nisan yang berdiri kokoh, tersimpan kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan kepada negeri.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, ziarah dan tabur bunga merupakan bentuk penghormatan Polri kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bambang, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan tidak boleh berhenti menjadi catatan sejarah semata. Nilai tersebut harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari menjaga keamanan, menegakkan hukum, hingga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.



