alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

New PLN Mobile, Kemudahan Layanan Listrik dalam Genggaman Tangan

Nurhayati bergegas menjawab panggilan masuk di telepon pintarnya. Suara di ujung telpon berasal dari petugas PLN yang bertanya alamat lengkap rumahnya. Wanita yang sehari-hari bekerja di perusahaan swasta ini baru saja melaporkan listrik padam di rumah tetangganya.

Ramses Tobing, Pontianak

Wanita berusia 34 ini melaporkan gangguan melalui aplikasi New PLN Mobile. Sebuah aplikasi yang diluncurkan PLN untuk kemudahan layanan listrik bagi pelanggan. Termasuk pengaduan gangguan yang dialami pelanggan PLN.

“Tidak lama setelah melapor di aplikasi itu, ada telepon masuk dari petugas yang bertanya alamat. Hanya berkisar 15-20 menit dari pengaduan, sudah ada konfirmasi yang masuk via telepon,” kata warga Jalan Raya Kakap, Desa Pal 9, Kubu Raya ini.

Nurhayati melaporkan gangguan layanan itu lantaran tetangganya kerap mengeluhkan listrik di rumahnya padam. Sementara rumah-rumah lain yang berdekatan. Termasuk rumahnya yang bersebelahan, listrik tetap menyala seperti biasa.

Awalnya dikira kehabisan voucher listrik. Namun setelah dicek, voucher masih tersisa. Masih ada belasan kWh yang tertera. Meteran listrik pun tetap hidup. Namun anehnya lampu di rumah tak menyala.

“Seperti aliran listrik tidak sampai ke rumah,” kata Nurhayati, menirukan cerita tetangganya.

Dari cerita itu, ia menyarankan tetangganya melapor melalui aplikasi New PLN Mobile.

“Karena tetangga belum menginstal aplikasinya, jadi saya bantu untuk melaporkan karena saya sudah instal di HP,” kata Nurhayati.

Ia mengatakan dari waktu pelaporan hingga mendapat respon petugas lapangan tidak lama. Berkisar antara 10-20 menit. Namun proses pengerjaan tergantung dari gangguan yang dialami pelanggan.

“Responnya cepat. Saat saya dihubungi, petugas sedang menuju ke lokasi yang dilaporkan. Untuk memastikan tidak salah alamat dan kebenaran informasi yang dilaporkan,” kata Nurhayati.

Ia mengapresiasi respon cepat layanan penanganan gangguan oleh PLN. Sebab ia melaporkan kejadian itu sudah menginjak pukul sepuluh malam.

“Layanan penanganan gangguan langsung direspon saat itu juga. Tidak harus menunggu besok. Gangguan langsung segera ditangani,” ungkap Nurhayati.

Kemudahan layanan dalam aplikasi New PLN Mobile juga diakui Dedi, warga Komplek Parma Garden, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur. Ia melaporkan gangguan menggunakan aplikasi PLN Mobile. Seperti diketahui kawasan tempat tinggalnya beberapa kali terjadi gangguan. Penyebabnya layangan. Pernah suatu ketika, saat malam hari listrik tiba-tiba padam. Awalnya ia tak mengetahui apa penyebabnya. Ternyata kawat layangan yang menghantam jaringan listrik.

“Saya langsung melapor melalui aplikasi New PLN Mobile,” kata Dedi.

Baca Juga :  Kiprah Indari Mastuti Membangun Ekosistem Ibu-Ibu Doyan Nulis

Menurutnya pelaporan melalui aplikasi justru lebih efektif. Selain tidak memakan pulsa, proses pelaporan juga tidak ribet. Mulai dari membuka aplikasi dan masuk ke fitur pengaduan. Pada fitur ini, ada beberapa pilihan untuk pelanggan. Seperti gangguan, atau keluhan.

Setelah memilih, pelanggan akan masuk ke room selanjutnya. Untuk pelaporan gangguan, pelanggan diminta mengisi titik lokasi. Lalu mengisi ID pelanggan. Setelah itu, pelanggan mendapatkan nomor pengaduan.

“Item-item ini yang kemudian saya isi, setelah itu respon cepat pun datang dari petugas PLN,” cerita bapak dua anak ini.

Dedi memanfaatkan fitur di aplikasi New PLN Mobile tidak hanya saat pengaduan gangguan. Tapi bisa untuk mengisi voucher listrik.

“Fitur ini tersedia di PLN Mobile sehingga tidak harus repot-repot lagi keluar membeli voucher,” kata pria berusia 34 tahun ini.

Ia menyebutkan banyak fitur lain di aplikasi New PLN Mobile. Seperti pembayaran rekening jika menggunakan listrik pasca bayar. Kemudian fitur pemasangan iconet. Sebuah layanan internet yang disediakan PLN. Pada fitur ini, tersedia informasi tarif hingga paket yang bisa dipilih pelanggan untuk berlangganan internet.

Ada juga informasi tentang SPKLU. Fitur ini berisi informasi tentang lokasi dan proses pengisian pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ada juga fitur penyambungan baru dan tambah daya. Lalu catat meter.

Kemudahan layanan itu juga diakui Hamdan. Pria yang tinggal di Pal 7, Desa Pal 9, Sungai Kakap Kubu Raya, Kalimantan Barat. Fitur yang paling sering dipakainya adalah pengisian voucher listrik.

“Di rumah menggunakan listrik prabayar. Jadi beli vouchernya di aplikasi PLN Mobile,” kata Hamdan.

Menurut Hamdan menginstal aplikasi New PLN Mobile memudahkannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Sebagai contoh, kata Hamdan, ia pernah kehabisan voucher listrik menjelang tengah malam.

Pada jam-jam itu, jarang ada toko yang buka menjual voucher listrik. Sementara jika menggunakan aplikasi New PLN Mobile, cukup dengan memasukkan nomor kWh. Lalu klik pembayaran. Setelah itu tinggal bayar menggunakan mobile banking.

Selain tidak ribet, biaya administrasi yang dikeluarkan juga tidak sebesar toko atau minimarket pada umumnya yang menjual voucher listrik.

“Selisih antara 1.000-1.500 rupiah. Dan tidak harus repot lagi keluar rumah kalau kehabisan voucher listrik saat malam hari,” kata Hamdan.

Sementara itu, Desember tahun 2020, PLN memperbaharui aplikasi dengan meluncurkan aplikasi New PLN Mobile. Aplikasi yang sama, tetapi menghadirkan fitur dan tampilan baru. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur utama, yaitu pembelian token bagi pelanggan prabayar, pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pasca bayar, monitor penggunaan listrik dan pembelian token.

Baca Juga :  Keliling Pasar untuk Ingatkan Pedagang Pakai Masker

PLN Mobile juga hadir dalam kemudahan transaksi untuk pembayaran tagihan dan pembelian token listrik yang bekerja sama dengan beberapa Bank dan Fintech. Aplikasi ini juga memungkinkan pelanggan untuk mengajukan layanan pengubahan daya, swadaya catat angka meter (Swacam) , serta layanan pengaduan pelanggan.

Fitur pembelian token dan pembayaran rekening listrik merupakan pembeda dengan aplikasi PLN Mobile yang sudah lama hadir. Proses transaksi di aplikasi lama tidak bisa dilakukan. Sementara pada aplikasi terbaru bisa, baik untuk listrik prabayar maupun pascabayar.

Begitu juga dengan pengaduan gangguan dari pelanggan. Pengaduan di aplikasi New PLN Mobile langsung diteruskan ke petugas lapangan. Bahkan petugas tahu secara spesifik, karena memasukan alamat detail lokasi terjadinya gangguan. Sehingga pengaduan dari pelanggan mendapat respon yang cepat. Aplikasi New PLN Mobile, layaknya “Superhero” bagi pelanggan karena dimudahkan dalam mendapatkan layanan. Bahkan PT PLN (Persero) memberikan kemudahan untuk peningkatan pelayanan pelanggan dengan menghadirkan mini denominasi token Rp 5.000 melalui aplikasi PLN Mobile.

Di tempat terpisah PLN Kalimantan Barat mencatat hingga tanggal 26 Desember 2021 sebanyak 230.591 pelanggan yang sudah menggunakan aplikasi New PLN Mobile. Jumlah terbanyak di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pontianak.

Sebanyak 89.586 pelanggan yang menggunakan aplikasi ini. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Pontianak membawahi tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP). Antara lain ULP Kakap, Kota, Mempawah, Ngabang, Rasau, Sei Jawi dan Siantan. Sementara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Singkawang sebanyak 59.740 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada enam Unit Layanan Pelanggan di UP3 Singkawang. Bengkayang, Pemangkat, Sambas, Sungai DUri, Sekura dan Singkawang.

Lalu Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sanggau sebanyak 54.510 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada enam ULP yakni Balai Karangan, Nanga Pinoh, Putussibau, Sanggau, Sekadau dan Sintang. Lalu Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ketapang sebanyak 26.755 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada empat ULP yakni Ketapang, Sandai, Sukadana dan Tumpang Titi.

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa untuk layanan kelistrikan, saat ini pelanggan sudah dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile, baik untuk melaporkan gangguan listrik, berbagai informasi promo, dan layanan kelistrikan lainnya.**

Nurhayati bergegas menjawab panggilan masuk di telepon pintarnya. Suara di ujung telpon berasal dari petugas PLN yang bertanya alamat lengkap rumahnya. Wanita yang sehari-hari bekerja di perusahaan swasta ini baru saja melaporkan listrik padam di rumah tetangganya.

Ramses Tobing, Pontianak

Wanita berusia 34 ini melaporkan gangguan melalui aplikasi New PLN Mobile. Sebuah aplikasi yang diluncurkan PLN untuk kemudahan layanan listrik bagi pelanggan. Termasuk pengaduan gangguan yang dialami pelanggan PLN.

“Tidak lama setelah melapor di aplikasi itu, ada telepon masuk dari petugas yang bertanya alamat. Hanya berkisar 15-20 menit dari pengaduan, sudah ada konfirmasi yang masuk via telepon,” kata warga Jalan Raya Kakap, Desa Pal 9, Kubu Raya ini.

Nurhayati melaporkan gangguan layanan itu lantaran tetangganya kerap mengeluhkan listrik di rumahnya padam. Sementara rumah-rumah lain yang berdekatan. Termasuk rumahnya yang bersebelahan, listrik tetap menyala seperti biasa.

Awalnya dikira kehabisan voucher listrik. Namun setelah dicek, voucher masih tersisa. Masih ada belasan kWh yang tertera. Meteran listrik pun tetap hidup. Namun anehnya lampu di rumah tak menyala.

“Seperti aliran listrik tidak sampai ke rumah,” kata Nurhayati, menirukan cerita tetangganya.

Dari cerita itu, ia menyarankan tetangganya melapor melalui aplikasi New PLN Mobile.

“Karena tetangga belum menginstal aplikasinya, jadi saya bantu untuk melaporkan karena saya sudah instal di HP,” kata Nurhayati.

Ia mengatakan dari waktu pelaporan hingga mendapat respon petugas lapangan tidak lama. Berkisar antara 10-20 menit. Namun proses pengerjaan tergantung dari gangguan yang dialami pelanggan.

“Responnya cepat. Saat saya dihubungi, petugas sedang menuju ke lokasi yang dilaporkan. Untuk memastikan tidak salah alamat dan kebenaran informasi yang dilaporkan,” kata Nurhayati.

Ia mengapresiasi respon cepat layanan penanganan gangguan oleh PLN. Sebab ia melaporkan kejadian itu sudah menginjak pukul sepuluh malam.

“Layanan penanganan gangguan langsung direspon saat itu juga. Tidak harus menunggu besok. Gangguan langsung segera ditangani,” ungkap Nurhayati.

Kemudahan layanan dalam aplikasi New PLN Mobile juga diakui Dedi, warga Komplek Parma Garden, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur. Ia melaporkan gangguan menggunakan aplikasi PLN Mobile. Seperti diketahui kawasan tempat tinggalnya beberapa kali terjadi gangguan. Penyebabnya layangan. Pernah suatu ketika, saat malam hari listrik tiba-tiba padam. Awalnya ia tak mengetahui apa penyebabnya. Ternyata kawat layangan yang menghantam jaringan listrik.

“Saya langsung melapor melalui aplikasi New PLN Mobile,” kata Dedi.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Layanan, PLN Ketapang Optimalkan Aset Demi Keandalan Pasokan Listrik

Menurutnya pelaporan melalui aplikasi justru lebih efektif. Selain tidak memakan pulsa, proses pelaporan juga tidak ribet. Mulai dari membuka aplikasi dan masuk ke fitur pengaduan. Pada fitur ini, ada beberapa pilihan untuk pelanggan. Seperti gangguan, atau keluhan.

Setelah memilih, pelanggan akan masuk ke room selanjutnya. Untuk pelaporan gangguan, pelanggan diminta mengisi titik lokasi. Lalu mengisi ID pelanggan. Setelah itu, pelanggan mendapatkan nomor pengaduan.

“Item-item ini yang kemudian saya isi, setelah itu respon cepat pun datang dari petugas PLN,” cerita bapak dua anak ini.

Dedi memanfaatkan fitur di aplikasi New PLN Mobile tidak hanya saat pengaduan gangguan. Tapi bisa untuk mengisi voucher listrik.

“Fitur ini tersedia di PLN Mobile sehingga tidak harus repot-repot lagi keluar membeli voucher,” kata pria berusia 34 tahun ini.

Ia menyebutkan banyak fitur lain di aplikasi New PLN Mobile. Seperti pembayaran rekening jika menggunakan listrik pasca bayar. Kemudian fitur pemasangan iconet. Sebuah layanan internet yang disediakan PLN. Pada fitur ini, tersedia informasi tarif hingga paket yang bisa dipilih pelanggan untuk berlangganan internet.

Ada juga informasi tentang SPKLU. Fitur ini berisi informasi tentang lokasi dan proses pengisian pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ada juga fitur penyambungan baru dan tambah daya. Lalu catat meter.

Kemudahan layanan itu juga diakui Hamdan. Pria yang tinggal di Pal 7, Desa Pal 9, Sungai Kakap Kubu Raya, Kalimantan Barat. Fitur yang paling sering dipakainya adalah pengisian voucher listrik.

“Di rumah menggunakan listrik prabayar. Jadi beli vouchernya di aplikasi PLN Mobile,” kata Hamdan.

Menurut Hamdan menginstal aplikasi New PLN Mobile memudahkannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Sebagai contoh, kata Hamdan, ia pernah kehabisan voucher listrik menjelang tengah malam.

Pada jam-jam itu, jarang ada toko yang buka menjual voucher listrik. Sementara jika menggunakan aplikasi New PLN Mobile, cukup dengan memasukkan nomor kWh. Lalu klik pembayaran. Setelah itu tinggal bayar menggunakan mobile banking.

Selain tidak ribet, biaya administrasi yang dikeluarkan juga tidak sebesar toko atau minimarket pada umumnya yang menjual voucher listrik.

“Selisih antara 1.000-1.500 rupiah. Dan tidak harus repot lagi keluar rumah kalau kehabisan voucher listrik saat malam hari,” kata Hamdan.

Sementara itu, Desember tahun 2020, PLN memperbaharui aplikasi dengan meluncurkan aplikasi New PLN Mobile. Aplikasi yang sama, tetapi menghadirkan fitur dan tampilan baru. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur utama, yaitu pembelian token bagi pelanggan prabayar, pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pasca bayar, monitor penggunaan listrik dan pembelian token.

Baca Juga :  Fans Donal Bebek Jelang Edisi Terakhir Penerbitan

PLN Mobile juga hadir dalam kemudahan transaksi untuk pembayaran tagihan dan pembelian token listrik yang bekerja sama dengan beberapa Bank dan Fintech. Aplikasi ini juga memungkinkan pelanggan untuk mengajukan layanan pengubahan daya, swadaya catat angka meter (Swacam) , serta layanan pengaduan pelanggan.

Fitur pembelian token dan pembayaran rekening listrik merupakan pembeda dengan aplikasi PLN Mobile yang sudah lama hadir. Proses transaksi di aplikasi lama tidak bisa dilakukan. Sementara pada aplikasi terbaru bisa, baik untuk listrik prabayar maupun pascabayar.

Begitu juga dengan pengaduan gangguan dari pelanggan. Pengaduan di aplikasi New PLN Mobile langsung diteruskan ke petugas lapangan. Bahkan petugas tahu secara spesifik, karena memasukan alamat detail lokasi terjadinya gangguan. Sehingga pengaduan dari pelanggan mendapat respon yang cepat. Aplikasi New PLN Mobile, layaknya “Superhero” bagi pelanggan karena dimudahkan dalam mendapatkan layanan. Bahkan PT PLN (Persero) memberikan kemudahan untuk peningkatan pelayanan pelanggan dengan menghadirkan mini denominasi token Rp 5.000 melalui aplikasi PLN Mobile.

Di tempat terpisah PLN Kalimantan Barat mencatat hingga tanggal 26 Desember 2021 sebanyak 230.591 pelanggan yang sudah menggunakan aplikasi New PLN Mobile. Jumlah terbanyak di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pontianak.

Sebanyak 89.586 pelanggan yang menggunakan aplikasi ini. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Pontianak membawahi tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP). Antara lain ULP Kakap, Kota, Mempawah, Ngabang, Rasau, Sei Jawi dan Siantan. Sementara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Singkawang sebanyak 59.740 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada enam Unit Layanan Pelanggan di UP3 Singkawang. Bengkayang, Pemangkat, Sambas, Sungai DUri, Sekura dan Singkawang.

Lalu Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sanggau sebanyak 54.510 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada enam ULP yakni Balai Karangan, Nanga Pinoh, Putussibau, Sanggau, Sekadau dan Sintang. Lalu Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ketapang sebanyak 26.755 pelanggan yang menggunakan New PLN Mobile. Ada empat ULP yakni Ketapang, Sandai, Sukadana dan Tumpang Titi.

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa untuk layanan kelistrikan, saat ini pelanggan sudah dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile, baik untuk melaporkan gangguan listrik, berbagai informasi promo, dan layanan kelistrikan lainnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/