Senja menyapa langit di Lumens, Jalan A.Yani II, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ketika meja-meja panjang di sebuah restoran mulai dipenuhi wajah-wajah yang dulu akrab di bangku sekolah. Para alumni SMP Negeri 1 (10) angkatan 1993-1996 berkumpul kembali setelah hampir tiga dekade tak bersama. Momen buka bersama (bukber) ini menjadi lebih dari sekadar perjamuan. Ini adalah momen perayaan perubahan, refleksi perjalanan, dan nostalgia menghangatkan. Seperti apa bapak-bapak dan ibu-ibu ini bersenda gurau ?
DENY HAMDANI, KUBU RAYA
SUASANA haru dan tawa pecah di restoran Lumens Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya pada Rabu (5/3) kemarin, ketika puluhan alumni SMP Negeri 10 angkatan 1993-1996 berkumpul untuk buka bersama (bukber) di hari keempat Ramadan. Acara yang digelar dalam rangka menyambut hampir 30 tahun kebersamaan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi jadi bukti perjalanan hidup yang penuh warna. Semuanya bersatu dalam balutan syukur, kenangan dan penuh cerita masa lalu.
Acara bukber kali ini memang terasa istimewa. Sebab tiga dekade lalu, mereka adalah remaja yang duduk di bangku yang sama, berbagi mimpi dan celoteh khas anak sekolah. Kini, mereka kembali dengan segudang cerita sukses dan liku hidup berbeda. Ada yang kini menjabat sebagai pejabat di Polda Kalbar, pejabat di Bank Kalbar, jaksa berprestasi, perawat di rumah sakit ternama, ASN karir mentereng, pengusaha perempuan sukses, pemilik bengkel besar, penyanyi local terkenal, pemilik acara-acara seminar besar, pekerja harian termasuk ibu rumah tangga yang mengurus bisnis rumahan.
“Dulu, kami berebut jajanan di kantin. Sekarang, ada yang sudah punya sampai lima anak. Kenangan tersebut, tak akan kami lupa,” canda Hendra, pemilik bengkel besar di Sungai Raya ini.
Hendra, adalah salah satu alumni yang kini sukses sebagai pengusaha pengusaha otomotif. Sambil tersenyum khas, dia mengingatkan kawan-kawan lelakinya tentang ragam perjalanan hidup mereka.
Tidak hanya mengenang masa lalu, di pertemuan ini Hendra dan Rio berharap bahwa pertemuan kali ini menjadi ajang berbagi inspirasi. Para alumni yang telah sukses di bidangnya memberi motivasi kepada rekan-rekan lain. “Jangan takut berubah dan berkembang,” kata Rio, pengusaha property sukses yang kini mengemban tanggung jawab besar. “Apa pun profesi kita sekarang, yang penting adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” sambung Rio.
Acara bukber santai kali ini tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga sesi berbagi cerita. Yang awal hadir cukup seperti Zulham E dan Edi S, tampak khusuk bercerita bisnis masa depan. Mereka juga tertawa gembira, jika mengingat kenangan masa lalu tentang cerita sekolah di tahun 1993 sampai 1996. Ada yang lucu, nyeleneh, serius hingga guru-guru favorit yang ditakuti di sekolah.
Yang menariknya dari keragaman profesi dan status sosial sama sekali tidak terasa. Mereka yang hadir justru saling menguatkan. “Di sini, tidak ada atasan atau bawahan. Kami sekadar teman lama yang saling mengingatkan untuk bersyukur,” tambah Yanti, ketua panitia sekaligus pengusaha Wanita mandiri ini.
Nyaris sudah tiga puluh tahun berlalu. Banyak hal berubah. Sebagian sudah beruban, sebagian lagi hampir menjadi kakek-nenek, tetapi kenangan masa SMP tetap menjadi “benang merah” yang mengikat. “Kami berharap, silaturahmi ini tidak berhenti di bukber. Mari terus rawat kebersamaan ini hingga beberapa tahun ke depan,” pungkas Ria Sentosa membacakan doa penutup.
Nah, seiring suara adzan Maghrib berkumandang, gelak tawa pecah terhenti sementara di antara suapan pertama. Perbincangan di sudut lain, juga terhenti sebentar. Mereka-mereka yang membagikan kisahnya kini fokus untuk bersanta menu buka puasa. Hanya rasa kehangatan, keakraban dan kebersamaan terpancar dari setiap tatapan, setiap sapaan, dan setiap cerita yang terus bergulir.
Akhir cerita, hampir 1,5-2 jam berkumpul, dan seiring malam yang semakin larut, satu per satu alumni mulai berpamitan. Mereka-mereka meninggalkan jejak kebersamaan yang tak lekang oleh waktu. Meski profesi dan jalan hidup berbeda, satu hal yang tak berubah adalah kenangan dan persahabatan yang terus mengikat. Bukber Alumni 1993-1996 ini tak hanya tentang makanan disantap, tapi juga perjalanan hidup yang telah ditempuh, dan cerita hidup yang masih akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.(**)
Editor : A'an