Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua unit bus DAMRI dan satu unit truk ekspedisi terjadi di ruas Jalan Tayan–Sosok, Dusun Tenggayong, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (21/1) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, menjelaskan kecelakaan bermula saat dua bus DAMRI yang melayani rute Sintang–Pontianak melaju beriringan dengan kecepatan normal, dan berada di jalur masing-masing.
“Bus DAMRI dari arah Sintang menuju Pontianak berjalan normal, dan beriringan. Tiba-tiba dari arah berlawanan, ada truk yang masuk ke jalur bus,” kata Ahmad Bukhari saat dikonfirmasi, Rabu (21/1) siang.
Menurutnya, pengemudi bus DAMRI yang berada di depan sempat melakukan pengereman dan membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari.
“Bus di depan menghindar dengan ngerem, dan banting ke kiri. Bus DAMRI yang berada di belakangnya, karena situasi sangat cepat, akhirnya menabrak bagian belakang bus DAMRI yang di depan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, satu orang pengemudi DAMRI mengalami luka berat, dan saat ini dirawat secara intensif. Selain itu, sekitar 10 hingga 13 penumpang bus DAMRI dilaporkan mengalami luka ringan. “Pengemudi DAMRI yang luka berat sudah kami bawa ke Pontianak untuk mendapatkan perawatan medis. Penumpang yang luka ringan juga sudah kami evakuasi, dan kami fasilitasi pengobatannya,” katanya.
DAMRI, lanjut dia, langsung melakukan evakuasi seluruh penumpang menggunakan bus pengganti agar perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman. Manajemen DAMRI juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Atas nama manajemen Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pengemudi truk dalam kecelakaan tersebut. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujarnya.
Ia menegaskan, DAMRI menghormati, dan mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan informasi awal dari lapangan dan keterangan warga setempat, truk diduga masuk ke jalur bus sebelum terjadi tabrakan.
“Keselamatan penumpang, dan awak bus merupakan prioritas utama DAMRI. Kami terus melakukan evaluasi, dan penguatan standar keselamatan berkendara, serta pendampingan kepada para korban dan pihak yang terdampak,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif