Kantin Ramadan di halaman Masjid Al Amin, Sintang, menjadi ruang pertemuan warga dan pelaku UMKM. Dalam beberapa jam setiap sore, lapak sederhana menghadirkan perputaran ekonomi yang membantu pedagang menambah penghasilan selama Ramadan.
RISKA NANDA, Sintang
Menjelang waktu berbuka puasa, Kamis (5/3), halaman Masjid Al Amin di Jalan Lintas Melawi perlahan berubah menjadi ruang pertemuan warga. Dalam rentang dua hingga tiga jam setiap sore, lapak-lapak sederhana di Kantin Ramadan dipadati pembeli yang mencari takjil dan lauk berbuka.
Di antara deretan meja jualan itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala terlihat menyusuri lapak pedagang. Ia berbelanja sambil berbincang singkat dengan para pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menambah penghasilan.
Kantin Ramadan yang telah berjalan selama dua tahun terakhir berkembang menjadi pusat ekonomi musiman bagi masyarakat sekitar. Warga dapat memperoleh berbagai pilihan makanan berbuka dalam satu kawasan, sementara pelaku UMKM mendapatkan peluang menjangkau lebih banyak pembeli tanpa harus menyewa ruko atau tempat permanen.
“Kepada pedagang yang berjualan di Kantin Ramadan ini, pesan saya agar menjaga kehalalan makanan dan minuman. Jangan sampai karena mengejar keuntungan besar lalu melupakan kehalalan barang yang dijual,” ujar Bala saat berbelanja.
Ia menegaskan, keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kepercayaan konsumen. Menurutnya, kebersihan, kualitas rasa, dan kepastian bahan baku menjadi faktor penting agar pelanggan tetap datang, bahkan setelah Ramadan berakhir.
“Kepercayaan itu modal utama. Kalau sudah dipercaya, usaha bisa terus berkembang,” katanya.
Kehadiran Kantin Ramadan ini merupakan hasil kolaborasi antara pengurus Masjid Al Amin, BRI Cabang Sintang, dan pelaku UMKM di Kecamatan Sintang. Dukungan fasilitas yang diberikan dinilai membantu pedagang untuk lebih fokus pada produksi dan pelayanan.
Bagi Ila, salah satu pedagang, Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat ekonomi keluarga. Setiap sore ia menyiapkan dagangan sejak siang hari agar bisa melayani pembeli yang datang menjelang berbuka.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu untuk tambahan kebutuhan rumah tangga dan persiapan lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, berjualan di Kantin Ramadan juga memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembeli. Dari percakapan singkat itu, pedagang bisa mengetahui selera konsumen dan menyesuaikan rasa maupun harga.
“Di sini kita bisa tahu selera pembeli, jadi bisa jadi evaluasi untuk ke depan,” katanya.
Di tengah situasi ekonomi yang masih menantang, Kantin Ramadan menghadirkan ruang sederhana bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Dari meja-meja jualan itu, perputaran uang harian tidak hanya menggerakkan usaha kecil, tetapi juga membantu memperkuat ekonomi keluarga di Sintang. (**)
Editor : Hanif