Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Menghadapi Anak Gen Alpha yang Jago Debat dan Sering Asal Bunyi

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi anak berbicara dengan orangtuanya (AI)
Ilustrasi anak berbicara dengan orangtuanya (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Banyak orang tua dari Generasi Alpha (anak-anak yang lahir setelah tahun 2010) mengeluhkan hal serupa: anak-anak mereka seolah selalu punya jawaban untuk setiap nasihat.

Fenomena anak yang penuh pertanyaan, berani berpendapat, hingga komentar spontan yang terkesan "asal bunyi" (asbun) kini menjadi warna baru dalam dinamika pola asuh modern.

Kisah lucu sekaligus menguji kesabaran ini sering dibagikan di media sosial. Salah satunya datang dari artis Nikita Willy yang menceritakan percakapannya dengan sang putra, Issa.

Advertisement

Saat ditanya ingin menjadi nabi siapa setelah mengunjungi museum, Issa dengan polosnya menjawab ingin menjadi "Firaun".

Bukan Melawan, Tapi Sedang Menguji Batas

Advertisement

Menanggapi fenomena ini, psikolog Zarra Dwi Monica, M.Psi., menjelaskan bahwa tingkah laku "asbun" tersebut sebaiknya tidak dilihat sebagai bentuk perlawanan.

"Anak sedang testing the limit, mencoba tahu apa yang boleh dan tidak. Orang tua sebaiknya melihatnya sebagai proses berpikir," ungkap Zarra, dikutip dari Jawapos. 

Ia menekankan bahwa lingkungan Gen Alpha yang tumbuh dengan teknologi dan pola asuh inklusif membuat mereka lebih terbiasa mengekspresikan pendapat tanpa rasa takut.

Validasi Dulu, Arahkan Kemudian

Menghadapi anak yang kritis dan gemar berdebat membutuhkan keterampilan emosi yang mumpuni dari orang tua. Zarra menyarankan agar orang tua tetap tenang dan objektif saat menjawab pertanyaan "ajaib" mereka.

"Validasi bukan berarti menyetujui semua pendapat, melainkan membuat anak merasa didengar sebelum diberikan batasan. Omongan asbun itu justru kesempatan untuk menjelaskan secara objektif," tambahnya.

Bebas Berpendapat Tetap Ada Batasnya

Meski generasi ini didorong untuk berpikir kritis, pakar dari Naluri Hidup Indonesia mengingatkan pentingnya menanamkan etika berkomunikasi. Anak boleh berbeda pendapat, namun tetap harus sopan, tidak membentak, dan tidak memotong pembicaraan.

Advertisement

Artikel Terkait

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Psikolog membagikan tips agar kunjungan anak ke museum lebih bermakna, mulai dari persiapan hingga cara mendampingi saat eksplorasi.

Museum Membantu Anak Mengasah Kemampuan Observasi dan Rasa Ingin Tahu

Museum Membantu Anak Mengasah Kemampuan Observasi dan Rasa Ingin Tahu

Museum membantu anak mengembangkan kemampuan observasi, rasa percaya diri, dan berpikir kritis melalui pengalaman langsung.

Psikolog Ingatkan Screen Time Berlebihan Bisa Mengubah Perilaku Anak

Psikolog Ingatkan Screen Time Berlebihan Bisa Mengubah Perilaku Anak

Psikolog mengingatkan screen time berlebihan dapat memengaruhi perilaku, tidur, belajar, hingga interaksi sosial anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer