Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pola Asuh Overprotektif Bisa Hambat Kemandirian Anak Sejak Dini

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi orang tua mengajarkan anak menyapu (AI)
Ilustrasi orang tua mengajarkan anak menyapu (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Banyak orang tua ingin anak tumbuh mandiri, percaya diri, dan tangguh. Namun tanpa disadari, pola asuh yang diterapkan justru bisa menjadi penghambat utama terbentuknya kemandirian.

Psikolog Yanuvari Mutik Megawati, MPsi, menjelaskan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi adalah pola asuh overprotektif dan terlalu mengontrol.

Menurutnya, pola asuh overprotektif biasanya berangkat dari niat baik, yakni melindungi anak dari kesulitan. Namun, sikap ini justru membuat anak kehilangan kesempatan belajar menghadapi masalah.

Advertisement

“Orang tua terlalu cepat membantu atau langsung mengambil alih saat anak menghadapi kesulitan. Akibatnya, anak tidak belajar menyelesaikan masalah sendiri,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Padahal, proses mencoba, gagal, lalu memperbaiki diri merupakan bagian penting dalam membentuk kemandirian. Anak juga perlu diajak berdiskusi, bukan sekadar menerima keputusan dari orang tua.

Advertisement

Sebabkan Kepercayaan Diri Rendah

Selain itu, pola asuh yang terlalu mengontrol atau controlling parenting juga berdampak besar. Dalam pola ini, orang tua cenderung menerapkan aturan kaku dan menentukan hampir semua aspek kehidupan anak.

Akibatnya, anak tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri. Mereka menjadi bergantung, takut mencoba hal baru, mudah menyerah, dan selalu membutuhkan bantuan.

“Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu rendahnya kepercayaan diri, kecemasan, hingga emosi yang mudah meledak,” jelas Yanuvari.

Jadi Kurang Mandiri

Anak yang kurang mandiri juga cenderung menghindari tanggung jawab dan kesulitan menghadapi tantangan. Bahkan, mereka bisa merasa kalah sebelum mencoba dan berkembang menjadi pribadi yang pasif.

Padahal, kemandirian tidak terbentuk secara instan. Kemampuan ini mulai berkembang sejak usia 18 bulan hingga tiga tahun, saat anak belajar mengontrol diri dan mulai berani menentukan pilihan.

Advertisement

Artikel Terkait

Anak Bertanya tentang Konflik Orang Tua? Ini Batas Informasi yang Perlu Dijaga

Anak Bertanya tentang Konflik Orang Tua? Ini Batas Informasi yang Perlu Dijaga

Orang tua perlu jujur saat menjawab pertanyaan anak, tetapi informasi harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangannya.

Usia Anak Menentukan Cara Orang Tua Menjawab Pertanyaan Kritis

Usia Anak Menentukan Cara Orang Tua Menjawab Pertanyaan Kritis

Kemampuan anak memahami benar dan salah berkembang bertahap. Orang tua perlu memberi penjelasan sesuai usia.

Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya

Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya

Anak yang mulai mengkritik orang tua sedang mengembangkan kemampuan berpikir. Simak cara meresponsnya dengan tepat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer