Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Tua Harus Hadir, Ini Cara Redam Dampak Perselingkuhan pada Anak

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan (A)
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan (A)

Advertisement

PONTIANAK POST - Saat rumah tangga diguncang perselingkuhan, anak sering kali menjadi pihak yang paling terdampak. Dalam situasi seperti ini, peran orang tua menjadi kunci untuk menjaga kestabilan emosi anak.

Menurut Ratna Sari SPsi MPsi Psikolog CH CHt CPHt, Founder Ertamentari Psikolog, peran orang tua yang tidak berselingkuh sangat penting dalam membantu anak melewati situasi emosional yang sulit.

Kehadiran yang konsisten dan sikap yang stabil dapat menjadi penopang utama bagi anak.

Advertisement

Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi juga perlu menjadi contoh nyata dalam mengelola emosi secara sehat. Sikap tenang, konsisten, dan tetap hadir dalam keseharian anak akan menciptakan rasa aman yang sangat dibutuhkan.

’’Jangan hilangkan rutinitas, tetap hadir. Kalau memang tidak sanggup sendirian, tak ada salahnya membangun support system dari luar. Bisa dari keluarga, atau tenaga profesional,” sambung Ratna, dikutip dari Jawapos.

Advertisement

Dengan begitu, anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan. Dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga besar atau tenaga profesional, dapat membantu menjaga stabilitas emosional anak.

Selain itu, orang tua juga perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan sikap yang drastis, penurunan prestasi akademis, kecenderungan menarik diri, hingga perilaku melukai diri sendiri.

Jika gejala tersebut mulai terlihat, langkah cepat sangat diperlukan. ’’Jika sudah menunjukkan gejala depresi, cemas berlebihan, dan tidak mau melakukan aktivitas apa pun, segera cari pertolongan profesional,’’ ujar founder Ertamentari Psikolog.

Pada akhirnya, meski perselingkuhan merupakan keputusan orang dewasa, dampaknya bisa sangat besar bagi anak. Cara orang tua menyikapi konflik rumah tangga akan sangat menentukan kondisi mental anak di masa depan.

Pendekatan yang penuh empati, kejujuran yang bijak, serta kasih sayang yang konsisten menjadi kunci untuk membantu anak pulih dari luka emosional. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Selingkuh Bikin Miskin? Ini Alasan Filosofi Tionghoa Mengapa Pria Peselingkuh Kerap Hancur Secara Finansial

Selingkuh Bikin Miskin? Ini Alasan Filosofi Tionghoa Mengapa Pria Peselingkuh Kerap Hancur Secara Finansial

Simak alasan filosofi Tionghoa mengapa pria peselingkuh rawan bangkrut menurut Sean Chan. Intip hubungan Yin Yang & rezeki di sini!

Istri Selingkuh Berulang Kali? Simak Analisis BaZi dan Tips Menyelamatkan Rumah Tangga Demi Anak

Istri Selingkuh Berulang Kali? Simak Analisis BaZi dan Tips Menyelamatkan Rumah Tangga Demi Anak

Simak analisis BaZi Rendra Solo terkait istri selingkuh berulang. Intip solusi komunikasi win-win demi anak di sini!

Suami Selingkuh Saat Ekonomi Sulit? Simak Analisis BaZi dan Solusi Bangkit Mandiri Secara Finansial

Suami Selingkuh Saat Ekonomi Sulit? Simak Analisis BaZi dan Solusi Bangkit Mandiri Secara Finansial

Simak analisis BaZi untuk solusi rumah tangga retak dan tips meningkatkan ekonomi di bidang back office. Saatnya bangkit dari stres!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer