Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Math Anxiety, Ketakutan Berlebihan Saat Belajar Matematika

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi anak belajar matematika (AI)
Ilustrasi anak belajar matematika (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Tak sedikit anak mengalami ketakutan berlebihan saat menghadapi pelajaran matematika. Kondisi ini dikenal sebagai math anxiety atau kecemasan terhadap matematika.

Psikolog pendidikan dan perkembangan anak Nur Ainy Fardana menjelaskan math anxiety adalah perasaan takut dan tegang yang muncul hanya karena melihat angka atau soal matematika.

Anak dengan kondisi ini bahkan dapat mengalami keluhan fisik saat akan menghadapi ulangan.

Advertisement

’’Kecemasan membuat konsentrasi terganggu, kemampuan berpikir menurun, dan akhirnya anak menghindari pelajaran matematika,’’ jelasnya, dikutip dari Jawapos. 

Gejalanya dapat terlihat dari sisi emosi, perilaku, hingga fisik. Anak bisa menangis, mudah frustrasi, atau berkata, “Aku bodoh di matematika.” Sebagian anak juga mencari alasan agar terhindar dari belajar.

Advertisement

Dari sisi fisik, anak tampak tegang, berkeringat, hingga jantung berdebar saat harus mengerjakan soal matematika.

Karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kecemasan anak.

Pendekatan yang terlalu keras justru dapat memperparah rasa takut dan membuat anak semakin menjauh dari pelajaran matematika. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Alasan Matematika Sering Jadi Pelajaran yang Ditakuti Anak

Alasan Matematika Sering Jadi Pelajaran yang Ditakuti Anak

Rasa takut matematika pada anak bisa muncul dari pengalaman belajar dan metode mengajar yang kurang tepat.

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Psikolog membagikan tips agar kunjungan anak ke museum lebih bermakna, mulai dari persiapan hingga cara mendampingi saat eksplorasi.

Museum Membantu Anak Mengasah Kemampuan Observasi dan Rasa Ingin Tahu

Museum Membantu Anak Mengasah Kemampuan Observasi dan Rasa Ingin Tahu

Museum membantu anak mengembangkan kemampuan observasi, rasa percaya diri, dan berpikir kritis melalui pengalaman langsung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer