Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Risiko Hukum Menuduh Perselingkuhan Tanpa Bukti

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi pasangan konflik (AI)
Ilustrasi pasangan konflik (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Kecurigaan terhadap pasangan memang dapat memicu emosi. Namun, tindakan yang dilakukan tanpa dasar yang jelas bukan hanya berpotensi merusak hubungan, tetapi juga bisa membawa seseorang ke persoalan hukum.

Relationship Coach Arif Putra SH mengingatkan bahwa tuduhan perselingkuhan yang dilontarkan tanpa bukti memiliki konsekuensi yang tidak bisa dianggap remeh.

Tuduhan Harus Disertai Bukti

Advertisement

Menurut Arif, dalam hukum berlaku prinsip bahwa pihak yang mendalilkan suatu tuduhan harus mampu membuktikannya.

’’Dalam hukum ada azas siapa mendalilkan dia harus membuktikan. Kalau kita menuduh seseorang tanpa bukti kuat, maka konsekuensi hukum bisa muncul. Orang yang dituduh bisa melaporkan kita dengan pasal pencemaran nama baik, penghinaan, atau keributan di tempat umum,’’ ujar sarjana hukum yang concern di bidang hukum perkawinan itu, dikutip dari Jawapos.

Advertisement

Karena itu, tindakan melabrak seseorang yang diduga menjadi orang ketiga tanpa bukti yang memadai dapat menjadi bumerang bagi pihak yang menuduh.

Bisa Berujung Penganiayaan

Situasi dapat menjadi lebih serius apabila tindakan melabrak disertai kekerasan fisik. Dalam kondisi tersebut, pelaku berpotensi dijerat dengan pasal penganiayaan.

’’Namun perlu diingat, sebagian besar kasus ini merupakan delik aduan. Artinya, proses hukum baru berjalan apabila pihak yang merasa dirugikan melaporkannya,’’ tambahnya.

Jika Perselingkuhan Terbukti, Tempuh Jalur yang Tepat

Bagaimana jika kecurigaan ternyata benar?

Arif menyarankan agar pihak yang dirugikan tetap menahan diri dan tidak bertindak gegabah.

’’Tergesa-gesa hanya akan menimbulkan masalah baru. Kalau memang ada perselingkuhan, kumpulkan bukti yang jelas terlebih dahulu. Setelah bukti lengkap, jangan dilabrak, tapi tempuh jalur hukum,’’ jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Ini Cara yang Bisa Dilakukan Pasutri Muda untuk Menyiapkan Rumah Tanpa Membebani Keuangan

Ini Cara yang Bisa Dilakukan Pasutri Muda untuk Menyiapkan Rumah Tanpa Membebani Keuangan

Ngontrak atau tinggal bersama orang tua bisa menjadi strategi keuangan sebelum membeli rumah pertama.

Beli Rumah, Ngontrak, atau Tinggal dengan Orang Tua? Ini Pertimbangan Finansial Pasutri Muda

Beli Rumah, Ngontrak, atau Tinggal dengan Orang Tua? Ini Pertimbangan Finansial Pasutri Muda

Pasutri muda perlu mempertimbangkan arus kas, tabungan, dan stabilitas penghasilan sebelum memilih hunian pertama.

Seberapa Wajar Chat dengan Rekan Kerja Lawan Jenis? Ini Penjelasannya

Seberapa Wajar Chat dengan Rekan Kerja Lawan Jenis? Ini Penjelasannya

Komunikasi profesional dengan rekan kerja perlu batas jelas agar tidak memicu konflik dan prasangka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer