Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Founder The Bilingual Parenting Luruskan Mitos Anak Bilingual Terlambat Bicara

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi orang tua dan anak (JAWAPOS)
Ilustrasi orang tua dan anak (JAWAPOS)

Advertisement

PONTIANAK POST - Anggapan bahwa bilingualisme membuat anak bingung atau mengalami keterlambatan bicara masih cukup sering terdengar. Namun, Founder The Bilingual Parenting Hapikry Surya Permana MHum menilai asumsi itu tidak tepat.

Menurut dia, banyak orang tua memproyeksikan pengalaman mereka sendiri saat belajar bahasa asing kepada anak. Padahal, cara anak belajar bahasa berbeda dengan orang dewasa.

’’Itu asumsi yang tidak benar. Banyak orang tua memproyeksikan pengalaman mereka sendiri saat belajar bahasa asing yang dulu terasa sulit dan membingungkan. Padahal kondisi anak berbeda karena mereka belajar melalui interaksi alami, bukan tekanan akademik,’’ tegasnya, dikutip dari Jawapos.

Bahasa Lebih Mudah Diserap dalam Kehidupan Sehari-hari

Hapikry menjelaskan, bahasa akan lebih mudah diserap melalui interaksi yang alami dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Anak belajar dari percakapan, rutinitas, permainan, dan situasi yang berulang, bukan dari tekanan akademik seperti yang sering dialami orang dewasa saat belajar bahasa asing.

’’Bahasa akan lebih mudah diserap melalui interaksi yang alami dalam kehidupan sehari-hari,’’ lanjutnya.

Menurut dia, mengenalkan lebih dari satu bahasa sejak dini juga memberikan keuntungan besar. Salah satunya, bahasa kedua dapat tumbuh secara alami dan tidak dianggap sebagai beban.

Bonusnya, Anak Lebih Percaya Diri

Selain lebih natural, pengenalan bahasa sejak dini juga dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak saat menggunakan bahasa tersebut.

’’Meskipun secara grammar masih harus diperbaiki, rasa percaya diri itu menjadi salah satu bonus yang sangat berharga,’’ tuturnya.

Kepercayaan diri ini penting karena membuat anak lebih berani mencoba, menggunakan, dan menjadikan bahasa asing sebagai alat komunikasi dalam kesehariannya, bukan sekadar materi pelajaran. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Anak Tak Perlu Menunggu Fasih Bahasa Indonesia untuk Belajar Bahasa Asing

Anak Tak Perlu Menunggu Fasih Bahasa Indonesia untuk Belajar Bahasa Asing

Anak tak harus fasih bahasa Indonesia dulu sebelum dikenalkan bahasa asing. Orang tua bisa memilih pendekatan simultan atau bertahap.

Berapa Bahasa Ideal untuk Anak? Ini Penjelasan Founder The Bilingual Parenting

Berapa Bahasa Ideal untuk Anak? Ini Penjelasan Founder The Bilingual Parenting

Tak ada jumlah bahasa ideal yang baku untuk anak. Orang tua bisa menyesuaikannya dengan minat, lingkungan, dan kebutuhan masa depan.

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Ini Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak ke Museum

Psikolog membagikan tips agar kunjungan anak ke museum lebih bermakna, mulai dari persiapan hingga cara mendampingi saat eksplorasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer