
PONTIANAK POST - Masa libur sekolah sering menjadi waktu yang membingungkan bagi sebagian orang tua. Di satu sisi, ada keinginan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Di sisi lain, anak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani rutinitas belajar selama satu semester.
Kursus dan Liburan Sama-Sama Penting
Dilansir dari Jawapos, praktisi psikologi dan pendidikan, Muhammad Badril Riza Gr CHt SPsi MPd, menilai kursus dan liburan tidak perlu dipertentangkan.
’’Dalam perspektif psikologi pendidikan, kursus dan liburan memiliki fungsi yang berbeda namun sama-sama penting untuk perkembangan anak. Pertanyaannya bukan kursus atau liburan, tetapi apa yang dibutuhkan anak pada masa liburan ini,’’ ujarnya.
Menurut Badril, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada anak yang membutuhkan waktu pemulihan setelah menjalani aktivitas sekolah, namun ada pula yang berkembang melalui kegiatan pengayaan seperti musik, olahraga, bahasa asing, atau teknologi.
Susun Liburan Sesuai Kebutuhan Anak
Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mengevaluasi kondisi anak setelah menjalani pembelajaran selama satu semester.
Badril menyarankan agar orang tua membuat perencanaan yang seimbang antara kegiatan pengembangan diri dan waktu istirahat.
’’Jika masa liburan berlangsung dua minggu, misalnya, sebagian waktu dapat dialokasikan untuk kegiatan pengembangan diri, sementara sisanya digunakan untuk rekreasi dan kebersamaan keluarga,’’ lanjutnya.
Rekreasi yang Bermakna
Menurut Badril, rekreasi tidak selalu identik dengan aktivitas bersenang-senang semata.
’’Saya lebih menyukai istilah rekreasi yang bermakna, yaitu aktivitas menyenangkan tetapi tetap memberikan pengalaman baru, relasi sosial, wawasan, dan pembelajaran kehidupan,’’ imbuhnya.


