Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Unggah, Ini Batas Privasi Anak di Media Sosial

C
Penulis: Chairunnisya❯
Aplikasi media sosial Facebook dan Instagram. [Foto : X/@MarioNawfal]
Aplikasi media sosial Facebook dan Instagram. [Foto : X/@MarioNawfal]

Advertisement

PONTIANAK POST -  Membagikan momen bersama anak di media sosial kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang tua.

Namun, setiap unggahan tetap perlu mempertimbangkan batas informasi yang boleh diketahui publik. Hal itu disampaikan momfluencer sekaligus parenting speaker Venny Alawiyah.

Menurutnya, aktivitas bersama anak yang dibagikan di media sosial tidak berarti seluruh kehidupan anak harus menjadi konsumsi publik.

Sebagai kreator konten yang juga menjalani kerja sama dengan berbagai brand, Venny mengaku tetap menetapkan batas terhadap informasi yang dibagikan.

’’Privasi anak bukan semata-mata wajahnya terlihat atau tidak, tetapi juga seberapa banyak informasi mengenai anak yang kita berikan kepada publik,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Advertisement

Menurut Venny, orang tua perlu mempertimbangkan informasi seperti nama sekolah, alamat, lokasi secara real time, hingga rutinitas harian sebelum membagikannya.

’’Orang tua perlu mengetahui informasi mana yang layak dibagikan dan mana yang sebaiknya tetap menjadi ruang privat,’’ ucapnya.

Ada Banyak Cara Menjaga Privasi

Menjaga privasi anak tidak selalu berarti orang tua harus berhenti mengabadikan aktivitas bersama mereka.

Venny menyebut orang tua dapat memilih sejumlah cara, seperti memburamkan wajah, menutupnya dengan stiker, mengambil foto dari belakang, atau menggunakan sudut pengambilan gambar tertentu.

’’Cara tersebut memungkinkan orang tua tetap mengabadikan momen bersama anak sekaligus memberikan batas terhadap informasi pribadi yang tampil di ruang digital,’’ imbuh founder BocahBicara itu.

Advertisement

Artikel Terkait

Cara Menyampaikan Kritik di Media Sosial Tanpa Merendahkan Orang Lain

Cara Menyampaikan Kritik di Media Sosial Tanpa Merendahkan Orang Lain

Kritik di media sosial tetap boleh disampaikan, tetapi fokuslah pada persoalan dan hindari serangan terhadap pribadi.

Etika Komentar di Media Sosial, Mengapa Empati Perlu Didahulukan Sebelum Mengetik

Etika Komentar di Media Sosial, Mengapa Empati Perlu Didahulukan Sebelum Mengetik

Sebelum berkomentar di media sosial, penting mempertimbangkan konteks, kebenaran informasi, dan dampaknya bagi orang lain.

Meta Hadapi Sidang Bersejarah soal Tuduhan Membuat Anak Kecanduan Media Sosial

Meta Hadapi Sidang Bersejarah soal Tuduhan Membuat Anak Kecanduan Media Sosial

Meta menghadapi gugatan empat negara bagian AS yang menuding Facebook dan Instagram sengaja dibuat adiktif bagi anak-anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer