Menabung adalah keterampilan keuangan dasar yang perlu dimiliki setiap orang. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan yang ingin diwujudkan. Entah itu impian untuk memiliki rumah, kendaraan, atau mendapatkan passive income.
Oleh : Siti Sulbiyah
HOME Sweet Loan, film yang sedang tayang di bioskop sejak 26 September 2024 lalu mendapat atensi yang baik dari warganet di media sosial. Pasalnya Kaluna, tokoh utama dalam film ini ramai menjadi perbincangan. Salah satu yang diperbincangkan oleh warganet adalah upaya Kaluna mengelola keuangannya hingga bisa menabung uang sebesar Rp330 juta.
Film “Home Sweet Loan” yang mengisahkan tentang Kaluna, si anak bungsu keluarga, pegawai swasta biasa dengan gaji UMR memiliki cita-cita ingin membeli rumah tanpa harus bergantung atau berhutang pada sistem KPR.
Dia dengan gaji pas-pasan dan harus membiayai keperluan rumah, memiliki cita-cita tinggi itu pun dianggap mustahil. Banyak orang yang meremehkan dia tidak akan bisa menabung dan menahan diri demi sebuah rumah.
Namun, dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kaluna mampu menabung hingga mencapai tabungan sebesar Rp330 juta, meski ia hanya memiliki gaji Rp6 juta per bulan. Langkah penting yang ia lakukan adalah dengan mengatur keuangan sebaik mungkin dan memiliki tujuan keuangan.
Kaluna menjalankan hidup dengan hemat dan tidak berperilaku konsumtif, layaknya perilaku anak muda lain yang senang berbelanja online dan menikmati kopi kekinian.
“Kaluna gaji Rp6 juta bisa punya tabungan Rp330jt itu karena tidak langganan video atau musik streaming, tidak suka hangout kalau lagi gabut (nggak ada buat), atau checkout barang di tanggal kembar,” ungkap salah satu penonton Film Home Sweet Loan.
Ada banyak pelajaran yang dipertontonkan oleh film yang diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari itu. Sosok Kaluna memberikan inspirasi bagi banyak orang yang sedang berjuang untuk mencapai mimpi mereka di tengah tantangan keuangan.
CEO Zapfinance, Prita Ghozie turut menanggapi film tersebut. Memiliki rumah, seperti yang dicita-citakan oleh Kaluna, menurut Prita merupakan bentuk dari tujuan keuangan. Memiliki tujuan keuangan adalah hal penting yang menjadi dasar bagi seseorang dalam melakukan pengelolaan atau perencanaan keuangannya.
Sayangnya, kata Prita, banyak anak muda belum memahami hal ini. “Tantangan anak muda yang pertama adalah tidak memiliki tujuan keuangan. Jadi ternyata banyak dari mereka yang tidak paham fase apa yang akan dilewati dalam hidup. Ini adalah masalah anak muda yang nomor satu,” ungkapnya dalam Webinar Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) 78 InTalks to Community bertema “Pentingnya Pendidikan Literasi Keuangan Bagi Generasi Muda” yang digelar oleh Kementerian Keuangan RI, Rabu (9/10).
Tujuan keuangan sendiri adalah target atau sasaran yang ingin dicapai seseorang atau organisasi dalam hal pengelolaan uang. Prita mengatakan, salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan adalah dengan cara menabung. Seperti yang dilakukan oleh Kaluna, dalam Film Home Sweet Loan, ia menabung hingga tabungannya bisa mencapai Rp330 juta.
Prita menyebut ada tiga tujuan utama yang harus dipahami ketika belajar menabung, terutama bagi yang baru memulai. Menabung bisa dilakukan dengan strategi yang sederhana namun berdampak besar.
Pertama, penting untuk menabung untuk dana darurat. Dana ini sangat krusial karena dalam hidup, berbagai situasi tak terduga bisa terjadi, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya. Memiliki dana darurat akan memberikan rasa aman dan mencegah ketergantungan pada utang.
Kedua, menabung untuk tujuan keuangan. Misalnya, seseorang yang bercita-cita untuk memiliki rumah sendiri tanpa mencicil. Namun, penting diingat bahwa setelah tujuan tercapai, uang tersebut akan habis karena digunakan untuk memenuhi cita-cita tersebut.
“Tapi ingat menabung untuk tujuan keuangan ini, setelah tujuan tercapai, pasti uangnya ambles lagi,” katanya.
Ketiga, menabung untuk membangun aset. Ini adalah tahap yang memungkinkan seseorang menikmati penghasilan pasif di masa depan. Membangun aset adalah langkah penting menuju kestabilan keuangan jangka panjang.**
Editor : A'an