Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketika Mantan Mengajak Balikan: Cara Tepat Menghadapi Ajakan Rujuk

Miftahul Khair • Sabtu, 7 Desember 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi pasangan yang ingin rujuk.
Ilustrasi pasangan yang ingin rujuk.

Perpisahan dalam sebuah hubungan memang hal yang lumrah terjadi. Namun, tak jarang hubungan yang telah berakhir dirajut kembali, baik karena alasan masih ada rasa cinta maupun kesulitan menemukan pasangan baru yang sesuai.

Oleh: Siti Sulbiyah

Menjalin hubungan romantis kembali dengan mantan bukanlah merupakan fenomena asing di kalangan masyarakat. Tak sedikit pasangan kembali bersama setelah sempat berpisah karena berbagai hal yang melatarbelakangi.

Seperti yang terjadi pada sejumlah artis di tanah air. Sebut saja Al Ghazali, salah satu artis dan musisi Indonesia. Mengutip Jawapos.com, diketahui Al, sapaan akrab putra musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu telah melamar kekasihnya, Alyssa Daguise.

Diketahui, Al dan Alyssa merupakan pasangan yang telah menjalin hubungan selama enam tahun. Perjalanan hubungan mereka tidaklah semulus yang dikira. Mereka sempat putus dan berpisah, sebelum akhirnya kembali bersama. Bahkan kini, Al memutuskan serius untuk menjalin hidup berumah tangga dengan kekasihnya itu.

Balikan dengan mantan memang sering kali terjadi karena adanya perasaan yang masih kuat meskipun telah melalui masa perpisahan. Psikolog Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama seseorang ingin kembali ke pelukan mantan adalah belum sepenuhnya bisa melepaskan perasaan terhadapnya.

“Alasan pertama adalah seseorang belum bisa move on dengan pasangan lamanya,” ujar Reni. 

Ketika rasa cinta masih ada, keinginan untuk menghidupkan kembali hubungan tersebut menjadi sangat kuat. Namun, meski dorongan untuk balikan terasa mendesak, ia menegaskan pentingnya mengambil waktu untuk berpikir matang sebelum mengambil keputusan besar tersebut.

Menurutnya, salah satu langkah awal yang penting adalah mengevaluasi penyebab putusnya hubungan di masa lalu. Dengan mengenang kembali momen-momen tersebut, seseorang bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas apakah hubungan tersebut layak untuk diperjuangkan lagi atau sebaiknya dibiarkan tetap menjadi masa lalu.

Jika kedua belah pihak sepakat untuk mencoba kembali, Reni menyarankan agar proses tersebut dilakukan dengan hati-hati. “Lakukan evaluasi, kemudian perbaiki apa saja hal-hal negatif, dan jangan ulangi lagi kesalahan di masa lalu,” katanya.

Ia menekankan bahwa hubungan baru dengan mantan harus dianggap sebagai lembaran baru, bukan kelanjutan dari hubungan yang sebelumnya. Balikan artinya mulai dari nol.

“Anggaplah hubungan ini adalah hubungan yang baru sehingga memiliki perencanaan yang lebih baik,” tambahnya.

Untuk itu, kebiasaan buruk dalam hubungan lama harus dihilangkan. Keduanya perlu berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara individu maupun dalam hubungan tersebut. Dengan pendekatan yang perlahan dan tidak tergesa-gesa, pasangan bisa menikmati proses ini tanpa tekanan berlebih.

Di sisi lain, apabila setelah pertimbangan matang seseorang merasa tidak bisa kembali kepada mantannya, penting untuk menyampaikan keputusan tersebut dengan cara yang baik. Reni mengakui bahwa menolak ajakan mantan sering kali sulit, karena ada kekhawatiran melukai perasaannya. Namun, keputusan tetap harus disampaikan, meski terasa pahit.

“Sampaikanlah dengan cara yang baik. Ajak ia mengobrol dan berikan alasan yang jelas,” sarannya. Penjelasan yang lugas diharapkan dapat membantu mantan memahami keputusan tersebut, sehingga hubungan yang baik tetap bisa terjalin, meski hanya sebagai teman.

Menurutnya, dengan penjelasan yang gamblang, mantan diharapkan akan memahami maksud yang melatarbelakangi alasan menolak cintanya tersebut. Sampaikan pula bahwa, hubungan yang baik dapat terus terjalin.

“Sampaikan bahwa hubungan yang terbaik bagi keduanya adalah berteman. Walau hubungan yang terjalin adalah berteman bisa tetap menjalin komunikasi baik ke depannya,” tuturnya.

Sulit Buka Hati jadi Faktor

Usaha melupakan mantan sering kali terhalang oleh kenangan indah yang terus terbayang. Apalagi jika mantan masih berada dalam lingkaran pertemanan, yang membuat perasaan semakin sulit dilupakan. Situasi ini semakin memperkuat dorongan untuk kembali menjalin hubungan.

Psikolog Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa salah satu alasan seseorang ingin kembali menjalin hubungan mantan adalah belum sepenuhnya bisa melepaskan perasaan terhadapnya.

Faktor lain yang membuat seseorang ingin kembali ke mantan adalah kesulitan membuka hati untuk orang lain. Selain karena rasa cinta yang masih tersisa, ada ketakutan bahwa pasangan baru mungkin tidak sesuai dengan harapan. “Ada rasa takut jika mendapatkan pasangan yang kurang baik,” ungkap Reni.

Hubungan dengan mantan sering dianggap lebih mudah dijalani karena kedua pihak sudah saling mengenal. Berbeda dengan hubungan baru, yang membutuhkan waktu dan usaha untuk memahami karakter serta latar belakang satu sama lain.

Baca Juga: Rezeki Mengalir ke Sunhaji, Penjual Es Teh yang Jadi Korban Cemooh Utusan Khusus Presiden: Saya Akan Tetap Jualan, Berkeliling atau Mangkal

Selain itu, masih adanya harapan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu menjadi alasan kuat untuk mencoba kembali. Banyak yang percaya bahwa dengan evaluasi dan komitmen baru, hubungan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. (**)

Editor : Miftahul Khair
#rujuk #mantan #balikan