PONTIANAK POST - Psikolog Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi., menyarankan, bagi pasangan beda usia di mana usia istri lebih tua, agar memiliki pola komunikasi yang baik, serta mempererat dukungan pada pasangan sehingga tercipta kepuasan dalam pernikahan.
Kepuasan pernikahan pada pasangan beda usia muncul ketika pasangan suami istri dapat menghadapi setiap konflik rumah tangga yang terjadi dengan sikap yang dewasa.
Komunikasi yang baik menjadi unsur penting yang tak boleh diabaikan. “Itulah pentingnya komunikasi dalam hal apapun, baik itu komunikasi verbal maupun gesture,” katanya.
Di sisi lain, ada keuntungan tersendiri bagi laki-laki yang memiliki pasangan lebih tua. Usia yang lebih matang cenderung membuat emosi istri lebih stabil. Hal ini memberi nilai lebih dalam meredam konflik, karena istri cenderung menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
“Tentunya wanita yang lebih dewasa, biasanya akan lebih memiliki toleransi yang bisa meminimalisir konflik rumah tangga,” ujarnya.
Pengalaman hidup yang lebih panjang juga menjadikan istri yang lebih tua memiliki sikap yang lebih bijak dan pandangan hidup yang positif. Kedewasaan ini sering kali membawa kenyamanan bagi suami.
“Laki-laki pun akan merasa nyaman, karena pasangan sudah memiliki kedewasaan,” imbuhnya.
Reni pun menekankan bahwa fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis bukanlah usia, melainkan kejujuran, kepercayaan, dan kesetiaan. (sti)
Editor : Miftahul Khair